
Siang ini Ilena, ibunya dan Jeno tengah asik mengobrol sambil minum teh. Jeno segera membuka pintu saat bel berbunyi dengan refleks Jeno berlutut saat sadar siapa yang ada di harapan nya
"Yang Mulia," teriak Jeno. Ibu Ilena tersentak saat tau siapa yang tadang "Yang Mulia," kata ibu Ilena ikut berlutut "Berdiri lah," kata Putra Mahkota
"Boleh saya masuk Nyonya?" tanya Putra Mahkota pada ib Ilena "Tentu Yang Mulia" kata ibu Ilena
Putra mahkota duduk di kursi degan ibu Ilena yang bergetar hebat masih kaget dengan kehadiran Putra Mahkota di hadapan nya
"Ailakan di minum tuan ku" kata Jeno meletakan gelas teh dengan gemetar
"Kenapa kau terlihat takut, santai saja" kata Neron pada Jeno
"Maaf menggangu kalian, tapi ada masalah di hotel.. dan aku ingat Ilena ada di sini" kata Neron mengarang indah "Jadi boleh kah saya disini?"sambung nya
"Suatu kehormatan Yang Mulia" jawab ibu Ilena "Ayo rapikan kamar mu, yang mulia bisa memakai kamar mu Jeno," ajak ibu nya pada Jeno. Kedua nya bergegas merapikan kamar
"Tuan apa-apaan ini?" kata Ilena "Aku tak bisa meninggalkan wanita ceroboh seperti mu," kata Neron
Ibu Ilena menyiapakan makan malam untuk Putra amahkota, sekertarisnya dan untuk mereka semua. Mereka makan malam bersama-sama
"Yang Mulia boleh aku minta foto?" kata Jeno "Tidak Jeno.. " kata Ilena
"Kau tak boleh mengambil foto ataupun mengatakan kepada orang-orang bahwa kau kedatangan Putra Mahkota di rumah mu" sambung Ilena
"Aku sangat ingin.. tapi," kata Neron tersenyum pada Jeno "Baik lah tak masalah aku mengerti" kata Jeno
"Apakah anda akan pergi kan?" tanya Putra Mahkota pada sekertarisnya setengah mengusir. Sekertarisnya pun tau bahwa Putra Mahkota ingin dia pergi
"Iyaa Yang Mulia" jawab sekertaris nya. Sekertarisnya pun pergi dari sana
Setelah selesai berberes-beres Ilena bersiap untuk menyusul ibu dan adik nya di kamar
Tangan nya di tahan Neron "Aku tak mau tidur sendiri malam ini," bisik Neron "Kau gila apa yang akan di katakan ibu dan adik ku," pelotot Ilena
"Aku tak mau tau, aku tak mengunci kamar nya jadi kau harus menyelinap malam ini," bisik Neron lagi
Putra mahkota tak memejamkan mata nya sedikitpun menanti kedatangan Ilena
Putra Mahkota memperhatikan setiap sudut kamar Jeno yang dia pakai terlihat sangat rapi dan bersih. Senyum nya mengembang saat irene muncul dari balik pintu
"Belum tidur?" tanya Ilena "Sudah ku bilang aku tak ingin tidur sendiri" desis Putra Nahkota "kemari lah" panggil Neron, Ilena pun mendekat
Putra Mahkota mengecup bibi manis Ilena, dan sontak membuat Ilena terkejut "Kau gila" desis Ilena, Putra Mahkota tak menjawab malah kembali mengecup bibir Ilena tapi kali ini dengan kecupan yang lebih dalam dan intens
"Apertemen! kenapa kau sangat mesum!" desis putra mahkota sambil tertawa menggoda ibu hamil itu
"Ya ciuman nya.. kau suka?" bisik Neron pada telinga Ilena "Tidak" jawab Ilena
"Bagaimana dengan sesuatu yang lain, apa kau akan suka?" Neron "Sesuatu apa?" tanya Ilena ngeri
"Selamat ulang tahun," bisik Putra Mahkota pada Ilena sambil mengeluarkan kalung dari saku nya
"Yang Mulia," kata Ilena terharu, bahkan Ilena lupa kalau hari ini adalah ulang tahun nya
"Kau bahkan melupakan ulang tahunmu," kata Neron memasangkan kalung pada Ilena "Terimakasih," kata Ilena "Ini sangat cantik," sambung nya
"Hanya terimakasih?" kata Neron "Lalu?" jawab Ilena "Beri aku ciuman" kata Putra Mahkota dan sontak membuat wajah cantik Ilena merah padam. Ilena melengoskan wajah nya tapi di tahan oleh Neron
Neron ******* bibir itu, lalu membawa Ilena ke ranjang, setelah nya melepaskan ciuman itu dan berjalan ke arah pintu kamar
"Mau kemana?" tanya Ilena yang merasa kehilangan ciuman itu "Mengunci pintu" kata Neron
"Untuk apa?" tanya Ilena mendudukan tubuh nya
"Mengamankan kita," kata Neron mulai merangkak di atas ranjang
Lalu ******* bibir irene lagi
"Eemmm" desah irene saat ciuman itu berada di leher nya
"Pelankan suara mu Nyonya," kata Neron memperingatkan "Jika kau mau dan bersedia aku akan melanjutkan nya, tapi jika kau tak mau.. aku bisa berhenti sampai di sini," kata Neron sambil membuka baju Ilena "Aku mau" jawab Ilena yakin
Tampa berfikir panjang Neron melucuti pakaian irene dan mulai menghujani tiap inci tubuh itu dengan kecupan-kecupan nya dan tak butuh waktu lama untuk hanyut dalam permainan itu dan setelah itu sampai pada kenikmatan masing-masing
Putra mahkota mengecup kening Ilena lalu membawa tubub polos Ilena ke pelukan nya "Aku menyakiti mu?" tanya Neron "Tidak.." jawab Ilena yang masih lemas
"Ada yang aneh pada perut mu?" tanya Neron khawatir karena Ilena terlihat sangat lelah karena permainan mereka tadi
"Tidur lah, " kata Neron mengecup punca kepala Ilean sambil tersenyum bahagia
"Sekali lagi selamat ulang tahun.." bisik Neron "Terimakasih Yang Mulia" jawab Ilena
_________