Empress

Empress
Hadiah Lagi (Selamat~End)



"Kau yakin akan melakukannya?" tanya Ibu Neron, pada putranya yang tengah asik bermain dengan cucunya itu "Iya Ibu, aku tak bisa menutupinya lebih lama lagi, aku juga tak mau berbohong pada rakyatku lagi," jawab Neron "Baiklah jika begitu, Ibu yakin kau bisa menyelesaikan semuanya," kata Ibunya sambil tersenyum pada Neron.


***


"Ilena," panggil Neron pada Ibu anaknya itu "Emm," jawab Ilena "Sepertinya kita akan tetap berada di sini," kata Neron terputus "Apa kau masih mau bersamaku walaupun terpenjara di tembok Istana ini?" sambungnya.


Ilena pun mendekati pria itu lalu membawa pria itu ke pelukannya "Apa pun kamu, dimana pun kamu dan bagaimana pun kamu, aku akan baik-baik saja asal kau mencintaiku," kata Ilena "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," jawab Neron "Tapi maaf kita tak bisa hidup bebas dan berkeliling dunia seperti yang kita rencanakan tempo hari," sambungnya.


"Kufikir tugasku selesai untuk negara ini, karena sudah memecahkan masalah besar, tapi ternyata setelah kufikirkan tugasku masih banyak," kata Neron "Masih banyak hal yang harus aku perjuangankan," sambungnya.


"Apa kau mau menemaniku dalam perjuangan ini?" tanya Neron pada Ilena "Tentu saja aku mau," jawab Ilena lalu mengecup punca kepala Neron dan mengelus surai hitam itu dengan lembut


***


Sebulan berlalu, hari ini keluarga kerajaan akan mengumumkan prihal kehamilan Putri Ara.


"Ada dua hal bahagia yang akan saya sampaikan," kata Neron berpidato di depan rakyatnya "Yang pertama adalah, kita akan segera kedatangan penerus baru, adikku Putri Ara tengah mengandung sekarang..," jelas Neron dan di sambut dengan riuh tepuk tangan dan jeritan-jeritan doa dari semua rakyat yang hadir di sana.


"Dan yang kedua adalah..," kata Neron terhenti "Saya akan mengakui sesuatu pada kalian semua, saya yakin kalian semua akan terkejut bahkan marah, tapi percayalah ini bentuk tanggung jawab saya dan bentuk pengabdian saya pada semua rakyat," sambung Neron "Sebenarnya aku tak mau mengungkap luka lama kita, seperti yang sudah terungkap mantan Putri Mahkota negri ini tak dapat memberikan penerus, oleh karena itu kerajaan menjadikan satu wanita luar bisa sebagai banyangannya," kata Neron.


"Dan bayangan itu sudah berhasil masuk ke hatiku, aku mencintai bayangan itu, dia adalah Ibu dari putraku, dan wanita yang amat kucintai," sambung Neron "Aku tak mau menjadikannya bayangan lagi dan membohongi rakyatku semua, jadi dengan kerendahan hati aku minta maaf pada kalian semua," kata Raja membungkukan tubuhnya.


Dan semua orang di sana terdiam, dan berkelut dengan fikiran mereka masing-masing serta mengira dan menerka wanita mana yang sangat beruntung itu. Sedangkan Ilena menatap pria itu dengan tatapan takjub serta dengan hati yang tersanjung.


"Dan dengan kerendahanku, aku mohon restu kalian untuk aku menikahi wanita yang kucintai itu," kata Putra Mahkota "Dan wanita itu adalah, dia..," kata Neron sambil menggandeng tangan Ilena.


Saat melihat Ilena reaksi semua orang bergama banyak yang bersorak karena terpana akan kecantikan wanita itu, ada juga yang menggingat Ilena yang sering terlihat di sekitar keluarga kerajaan pada saat acara di luar istana, banyak juga yang iri dengan nasib beruntung wanita cantik itu.


***


Setelah acara itu selesai jantung Neron berdebar harap-harap cemas membayangkan respon rakyat terhadap keputusannya. Sedangkan pangeran Sean hanya cengar-cengir tak jelas melihat raja yang tak berhenti melangkahkan kakinya ke kiri ke kanan karena gugup.


"Ku rasa responnya cukup baik," kata Pangeran Sean sambil mentap HP-nya "Lihat bahkan media sudah menemukan identitas lengkap Ilena dan komentarnya cukup baik kakak," sambung Pangeran Sean


"Bacakan," kata Neron "Dia sangat cantik," kata Pangeran Sean membaca komentar pada artikel yang membahas Ilena "Ya dia memang cantik," kata Neron tersenyum.


"Raja sangat beruntung mendapatkan wanita secantik dan sepintar dia, bukankah lebih baik dia menikahi pangeran dari timur tengah saja yang jelas lebih segalanya," kata Pangeran Sean melanjutkan membaca "Bahkan dia menambahkan emoji tertawa di komentar ini," sambung Sean "Apa maksudnya aku tak pantas untuk Ilena? Heiss siapa yang berani menghina Raja seperti itu" desis Neron.


"Dia tak kalah menawan dan berkarisma dari wanita bangsawan, lihat senyumnya," kata Paangeran Sean kembali membaca komentar di artikel itu.


***


Semua upacara pun sudah selesai dilakukan dan hari ini merupakan hari di mana sepasang insan yang saling mencintai itu akan di ikat dalam satu hubungan sah disaksikan oleh seluruh rakyat dan tamu undangan manca negara.


Wanita itu terlihat sangat menawan dengan pakaian tradisional, senyum juga tak lepas dari wajah cantiknya menyapa setiap orang yang datang di hari bahagianya untuk memberikan restu dan dukungan. Upacara pernikahan nya dibuat dengan sangat meriah, bahkan hari itu menjadi hari libur nasional untuk seluruh rakyat, semuanya hanyut dalam hiporia kebahagian itu.


"Kenan akan sangat bangga karena bisa hadir di pernikahan orang tuanya" kata Neron berbisik pada Ratunya "Apa maksudmu?" tanya wanita yang sudah resmi menjadi Ratu itu "Di masa depan Ken akan sangat merasa keren, karena bisa hadir di pernikahan orang tuanya sedangkan teman-temannya tidak," kata Neron menjelaskan kembali omongannya tad, saat mengerti omongan suaminya itu Ilena tertawa terpingkal, membayangkan bagaimana Ken membanggakan dirinya nanti pada teman-temannya.


Semua orang sudah berkumpul untuk berfoto, dan mereka mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenang-kenangan di hari bahagia itu. Setelah sesi foto itu, semua orang terlihat menikmati pestanya.


"Sayang.., bisik Ilena pada suaminya yang tengah berdiri di sampingnya itu "Eemm," sahut Neron "Kau percaya?" tanya Ilena dan membuat pria itu bingung "Percaya apa?" desis Neron mulai penasaran "Kau tau berapa umur Ken sekarang?" tanya Ilena lagi "6 bulan? Ahh tidak dia sudah 7 bulan sekarang," jawab Neron.


"Emm dan aku sudah hamil lagi," bisik Ilena "Khukkkk.. khukk..," kata Neron tersedak minuman saat mendengar itu "Kau serius?" katanya dengan suara kencang dan membuat semua orang menoleh "Emm, " kata Ilenq mengangguk "Waw!" jawab Neron dengan membulatkan matanya.


"Aku sangat keren!" desisnya sambil terpingkal "Bagaimana bisa kita sehebat ini," sambungnya sambil tertawa "Kau gila!" desis Ilena "Apa yang harus kulakukan jika sudah begini, bahkan Kenan masih sangat kecil dan masih menyusu padaku!" sambung Ilena.


"Apa sudah memerikasa ke Dokter?" tanya Neron "Sudah, sudah diperiksa oleh Dokter," kata Ilena "Lalu apa katanya? Apa akan tak baik?" tanya Neron "Tidak, dia bilang akan baik-baik saja," kata Ilena "Lalu apa yang kau khawatirkan sayang?" tanya Neron.


"Apa yang kalian biacarakan?" tanya Ibu Suri tiba-tiba datang "Nenek Ilena hamil lagi!" kata Neron pada Neneknya itu "Waw!" kata Ibu Suri "Ini luar biasa," sambungnya "Selamat untuk kalian berdua kalau begitu," kata ibu suri.


"Kenapa khawatir?" tanya Neron menarik Istri nya itu ke rangkulannya "Aku bahkan belum melupakan rasa sakit melahirkan Ken" desis Ilena "Kau takut?" tanya Neron "Tentu saja! sudah kukatakan untuk berhati-hati saat saat melakukannya!" kata Ilena memukul bahu suaminya itu.


"Kau menghamiliku lagi!" sambung Ilena dengan nada bicara kesal "Setelah dia lahir," kata Neron mengelus perut istrinya itu "Ayo segera buat lagi," bisiknya "Yaaaak!!" teriak Ilena dengan suara kencang dan membuat semua orang terkejut dan menoleh pada mereka. "Maaf," kata Ilena menundukan badannya kepada para tamu undangan.


"Ini Ken ingin Ibunya " kata Ibu Neron memberikan Kenan pada Ilena "Biaar aku yang gendong Ibu," kata Neron mengambil alih "Kenapa? Biasanya juga Ilena yang menggendong," gumam Ibunya


"Kenan akan segera punya adik sayang," kata Neron pada putranya itu "Apa? Ilena hamil? Lagi?" tanya Ibu Neron "Iya ibu..," kata Neron dengan senyum lebarnya.


Sedangkan Ilena hanya menundukan muka nya sambil tersenyum malu "Waw..!" kata Ibu Neron "Kalian hebat! Luar biasa!" sambungnya dengan senyuman menjahili Ilena "Kau kewalahan melayaninya? Kuakui kalian sangat hebat dalam hal membuat bayi," bisik ibu Neron pada mentunya itu "Ibu.." rengek Ilena malu.


***


Semua kisah punya akhirnya masing-masing, akankah kisahmu berakhir seindah kisah Neron dan Ilena? Semua tergantung bagaimana kamu menyikapi semua gejolak yang ada dalam cinta itu.


Sekian, Tamat.


***