Empress

Empress
Sedikit



"Pasti sakit ya kak..," kata Putri Ara sambil memperhatikan kaki Ilena yang terlihat sedikit membengkak


"Saya baik-baik saja Tuan Putri" jawab Ilena sambil tersenyum walaupun memang merasakan sakit pada pergelangan kaki nya


Karena keada Ilena yang begitu tanpa sepengetahuan siapapun Neron meminta untuk menghentikan acara dan jadwal mereka lalu meminta untuk segera pulang ke istana


Saat tiba di istana, Neron membantu Putri Ayana untuk turun dari bis yang cukup tinggi itu tapi, mata nya tak bisa lepas dari Ilena yang berjalan tertatih di bantu oleh Sean itu


Mereka semua pergi ke kediaman masing-masing, dan semua nya pergi kearah yang sama karena Ilena juga tinggal di kediaman Putra Mahkota


"Pelan-pelan saja" kata pangeran sean pada Ilena


Putra Mahkota sengaja berjalan di belakang Ilena dan Sean untuk bisa memperhatikan langkah sakit wanita itu, akan sangat canggung jika Neron ikut membantu Ilena


"Pangeran saya bisa sendiri..," kata Ilena tak enak saat semua mata tertuju pada nya yang di rangkul oleh Pangeran Sean


"Saya merasa tak enak Tuanku..," sambung Ilena


"Tak apa, perhatikan saja jalan mu" kata Pangeran Sean


Sedangkan Putra Mahkota hanya mengamati mereka dari belakang, dan itu tak luput dari perhatian Ara. Putri Ara terus memperhatikan gelagat aneh kakak nya itu


Neron terus memikirkan sedekat apa hubungan Ilena dan Pangeran Sean, sejak kapan mereka sedekat itu dan bagaimana mereka bisa sedekat itu dalam waktu yang singkat


Setelah tiba di kamar Ilena, pangeran Sean dan pelayan membantu Ilena untuk berbaring di kasur nya, sedangkan Putra Mahkota lewat begitu saja


"Kau harus istirahat..," kata Pangeran Sean


"Terimakasih banyak Pangeran..," kata Ilena sambil memberi hormat dan Pangeran Sean hanya tersenyum untuk menanggapi itu, lalu pergi dari kamar Ilena


"Nyonya maaf kami tak menjaga Nyonya dengan baik..," kata kedua pelayan Ilena


"Apa salah kalian, aku terjatuh karena tak berhati-hati..," jawab Ilena sambil tersenyum


"Beristirahat lah, kalian juga sangat lelah kan..," sambung Ilena


Malam semakin larut, Putri Ara secara diam-diam keluar dari kamar nya untuk pergi ke kamar Ilena untuk tidur disana


"Hei..," kata Pangeran Sean mengagetan Putri Ara yang terlihat mengendap-endap


"Aaaahh..," teriak Putri Ara kaget


Pangeran San pun terpingkal melihat reaksi Putri Ara yang begitu lucu dan menggemaskan


"Kau gila! kau mengagetkan ku!..," desis Putri Ara dengan kesal nya


"Kau mau kemana malam-malam begini..," tanya Pangeran Sean


"Bukan urusan mu!..," jawab Putri Ara ketus


"Kau akan terkena masalah jika Ratu tau..," ancam Pangeran Sean sambil memicingkan mata nya


"Karena itu kau harus merahasiakan nya..," desis Putri Ara memerintah dan hanya dapat senyuman remeh dari Sean


"Entah la aku akan memikirkan nya..," sahut Pangeran Sean sambil tertawa


"Sedang apa kalian?" tanya Putra Mahkota mengagetkan putri Ara dan pangeran Sean


"kakak kau mengagetkan ku..," desis Putri Ara


"Apa yang sedang kalian lakukan?" desak Putra Mahkota


"Apa yang kakak lakukan juga?" tanya Pangeran Sean


"Berkeliling..," jawab Putra Mahkota


"Aama kami juga berkeliling..," jawab Putri Ara


"Aku punya ide..," sambung nya sambil tersenyum simpul


"apa?" tanya Putra Mahkota


"Ayo ikut aku" kata Putri Ara


Kedua pangeran itu pun mengikuti putri Ara tanpa tau arah gadis itu


Putri Ara mengajak kedua pangeran itu ke kamar Ilena. Ilena dan kedua pelayan nya kaget saat melihat siapa tamu yang datang, sontak suasana menjadi sangat tegang


Ilnena menatap Putra Mahkota dengan gugup, begitupun dengan Putra Mahkota


Putri Ara mengeluarkan beberapa kaleng soda dan beberapa cemilan juga


"Ayo bermain kartu, siapa yang kalah harus di hukum dengan jentikan kening..," saran Putri Ara


"Aku banyak pekerjaan..," kata Putra Mahkota beranjak


"Kakak takut?" ejek Pangeran Sean


Mendengar itu Putra Mahkota geram dan menyanggupi tantangan itu


Mereka semua mulai main kartu termasuk kedua pelayan Ilena juga


Saat permain berakhir Putra Mahkota lah yang kalah dan harus menerima hukuman


Putri Ara dan Pangeran Sean tak segan untuk menyentik kening Putra Mhkota dengan sekuat tenaga


Tapi tidak dengan Ilrna dan kedua pelayan nya


"Heiss, kak.. ayo lakukan..," kesal Putri Ara pada pelayan itu


"Tidak tuan Putri kami tak bisa melakukan nya..," kata kedua Pelayan itu takut


"Malam ini dia bukan Putra Mahkota tapi teman kita, jadi berikan hukuman nya..," kata Pangeran Sean


"Benarkan kakak?" sambung nya meminta persetujuan Putra Mahkota


"Tentu saja.. ayo lakukan..," kata Putra Mahkota


"Benar boleh?" tanya mereka lagi


"Lakukan..," jawab Putra Mahkota


Kedua pelayan itu bersemangat untuk menjentik kening Putra Mahkota


"Aakk..," kata Putra Mahkota merasakan perih di kening nya


Kini tiba giliran Ilena untuk memberi jentikan pada kening Putra Mahkota


"Tidak, saya tak bisa melakukan nya yang mulia..," desis Ilena


"Aaa kakak ini!.., " desis Putri Ara


"Tidak tuan Putri..," kata Ilena


"Lakukan lah tak usah takut..," kata Putra Mahkota menyodorkan kening nya


"Saya sungguh minta maaf tuan ku..," kata Ilena lalu menjentik kening Putra Mahkota dengan pelan


"Haiss..," sontak keempat orang lain nya mendesis kecewa


Malam semakin larut tak terasa mereka semua tertidur di kamar Ilena


Salah satu pelayan Ilena terbangun terlebih dahulu


"Gawat jika seseorang melihat ini..," fikir nya


"Yang mulia" kata nya membangunkan Putra Mahkota dengan pelan


"Waa.. kita tertidur..," kata Putra Mahkota langsung menyadarkan diri nya


"Hei Sea.. bangun kita akan dapat masalah..," desis nya


Seisi kamar itu riuh untuk sesaat degup jantung mereka sama-sama tak beraturan karena takut


Akhir nya Putra Mahkota dan Pangeran Sean meninggalkan kamar Ilena tanpa sepengetahuan orang lain


"Wah tuan Putri, aku sampai kaget saat melihat Putra Mahkota bisa berbaur dengan kami seperti semalam..," kata salah satu Pelayan


"Kakak ku memang seperti itu, dia orang yang hangat dulu nya..," jelas Ara


"Tapi semua berubah saat dia mulai di desak karena status nya sebagai Putra Mahkota..," sambung Putri Ara


Kedua pelayan dan Ilena menyimak cerita Putri Ara


Setelah itu semua nya berggas untuk memulai kegiatan mereka masing-masing


Setelah sarapan Ilena duduk di kamar nya sambali tersenyum karena masih bertukar pesan dengan adik nya Jeno, hingga di kagetkan saat ketua pelayan datang ke kamar nya


"Nonya..," sapa wanita paru baya tersebut. Ilena tersenyum sambil menundukan diri sebagai tanda hormat pada orang yang lebih tua dari nya itu


"Nyonya.., saya menyampaikan pesan. Malam ini Putra Mahkota akan berkunjung ke kamar anda, siang ini akan ada pelayang khusu yang membantu anda mempersiapkan dir..," jelas nya pada Ilena


Seketika Ilena terdiam dan mulai berkecambuk dengan fikiran nya sendiri