Empress

Empress
Keputusan



"Anda baru saja pulang, apa tak lelah?" tanya Ilena pada Neron yang tengah asik bermain dengan Kenan


"Lelah ku langsung hilang setelah melihat wajah tampan ini," kata Putra Mahkota sambil mencium pipi bulat putra nya itu


"Kau belum membersihkan diri tapi sudah menciumi anak mu seperti itu, bagaimana jika dia sakit," rutuk Ilena


"Haiss dia laki-laki, Ken harus kuat sejak bayi," kata Neron mendebat ibu dari anak nya itu


"Lihat dia tersenyum," kata Putra Mahkota


"Mandi dulu sana! setelah itu baru kemari lagi dan bermain bersama anak mu," usir Ilena


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan Putri Ara dan Pangeran Sean?" tanya Ilena


"Entah lah, ayah akan mengambil keputusan yang tepat, dan kita akan mendengar ke putusan itu besok," kata Putra Mahkota


________


"Kalian masih berani bertemu setelah apa yang terjadi," rutuk Ibu Sean pada Sean yang terpergok sedang bermesraan dengan Putri Ara di kamar nya


"Mau bagaimana aku merindukan nya," kata Pangeran Sean sambil tersenyum


"Bocah gila ini!" kata ibu Pangeran sambil mencubit perut putra nya itu


"Ibu tak bisa melakukan apapun jika Raja memutuskan untuk mengeluarkan mu dan Putri Ara dari keluarga kerajaan," kata Ibu Pangeran Sean


"Bagus, dengan begitu kami bisa berkencan tampa keraguan," debat Pangeran Sean


"Kau benar-benar ingin mati ya!" marah ibu Pageran Sean


Tapi Sang Pangeran hanya tertawa melihat reaksi ibu nya itu


"Ibu aku mencintai nya," desis Pangeran Sean


"Aku sungguh mencintai nya, aku tak akan membirkan nya bersama orang lain, meski harus memberikan nyawa ku, aku akan tetap memilih bersama nya," sambung Pangeran Sean


"Anak ibu sudah dewasa sekarang," kata Ibu nya mengelus pipi Pangeran Sean


Putri Ara ke kamar Ilena dan melihat sang kakak yang tengah menggendong Ken sambil bermain


"Halo Pangeran tampan" kata Putri Ara mengelus pipi Ken


"Panggil dia Ken saja, tidak dengan pangeran," kata Putra Mahkota


"Kenapa?" tanya Putri Ara


"Tak apa," kata Putra Mahkota tersenyum


"Tuan Putri saya sungguh terkejut mendengar berita tentang anda dan Pangeran Sean," kata Ilena yang tiba-tiba muncul dari pintu kamar mandi


"Kita banyak menghabiskan waktu bersama, bagaimana bisa saya tak menyadari hubungan kalian," sambung Ilena


"Terjadi begitu saja," jawab Putri Ara


"Kalian benar-benar berhubungan?" tanya Putra Mahkota serius


"Menurut kakak?" desis Putri Ara


________


Setelah pendiskusian panjang akhir nya Raja kembali mengumpulkan semua orang untuk membahas nasib Putri Ara dan Pangeran Sean


"Sudah terlalu jauh untuk menghindari semua ini, mau dikata apa lagi," kata Raja terhenti


"Pernikahan mereka akan di umumkan segera" sambung nya


"Tapi yang mulia bagaimana dengan perjanjian kita dan tuan Wong?" tanya Ibu Ratu


"Au bisa mengurus nya," kata Raja


Semua orang sudah bubar dan bergrlut dengan fikiran mereka masing-masing, berfikir bagaimana respon masyarakat dan bagai mana keluarga kerajaan menghadapi semua ini


Hal luar biasa yang di lakukan oleh Putri dan Pangeran kerajaan ini sungguh membuat keluarga kerajaan gempar dan tergoncang


Saat semua orang tengah khawatir dan takut kedua nya malah sedang berbunga karena tak perlu lagi menyembunyikan hubungan asmara mereka lagi


Senyum belum juga luntur dari wajah kedua nya seakan semua penderitaan di dunia ini sudah musnah


Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi tapi tak menghilangkan semangat Pangeran Sean mempersiapkan lamaran romantis nya


Di bawah sinar rembulan di kelilingi ratusan tangkai bunga mawar merah serta cahaya redup dari lilin dan di saksikan oleh Ilena dan Neron


Pria berkulit pucat itu tengah berlutut di hadapan kekasih hati nya yang terlihat masih dengan piama tidur nya itu


"Meski aku sudah tau jawaban mu, tetap saja aku ingin menjadikan mu wanita yang spesial malam ini," kata pria itu


"Tidak, tak hanya malam ini tapi untuk seluruh sisa hidup mu, aku akan membuat nya menjadi spesial," sambung nya


"Jadi, apa kau mau menghabiskan umur mu dengan ku? kau mau menemani ku? mau kah kau menjadi istri ku?"


Final Pangeran Sean dan di sambut derai air mata haru Putri Ara


Putri Ara tak menjawab nya, lalu ikut betlutut untuk mensejajarkan posisi kedua nya, lalu mengecup bibir pria itu singkat


"Aku mau," bisik nya


Semua orang memalingkan wajah mereka saat sepasang manusi yang tengah berbunga itu asik bercumbu di sana


Kecuali Ilena yang terlihat menatap pasangan itu dengan tatapan sendu, ya Ilena hanya wanita biasa dia juga mau di posisi itu


Tapi apa yang dia harapakan berada di samping Neron saja sudah menjadi hal terindah buat nya, terlebih lagi sudah ada Ken di antara mereka sekarang


Sebenar nya Putra Mahkota juga menangkap tatapan itu, tapi hanya memilih diam karena belum mendapatkan kata yang pas untuk di ucapakan pada ibu anak nya itu


Dari pada berkata Putra Mahkota memilih mengelus pundak Ilena


"Ayo kembali kekamar, nanti Ken menangis," kata Putra Mahkota


"Eem baik lah..," jawab Ilena mengangguk


Saat sampai di kamar Ilena membaringkan tubuh nya di samping Ken yang masih tertidur nyenyak


Di susul oleh Putra Mahkota yang berbaring sambil mencium pipi Kenan


"Jangan di ciumi terus seperti itu, nanti dia terbangun," desis Ilena jengkel


"Aku hanya mencium nya sedikit, jika begitu aku akan mencium ibu nya saja," kata Putra Mahkota


"Ken kau harus pindah ke ranjang mu nak..," bisik Putra Mahkota sambil memindahkan tubuh mungil bayi nya itu


"Tuan mau apa?" tanya Ilena


"Kau," jawab Putra Mahkota dengan tatapan mesum nya


Ilena hanya tersenyum melihat tingkah ayah anak nya itu


Setelah meletakan Ken di ranjang bayi nya Neron kembali ke ranjang dan mengendus saat melihat Ilena yang sudah memejamkan mata nya, Ilena sudah tertidur


"Heis, kau bercanda!" kata Putra Mahkota sambil mengecup kening Ilena


Ilena sudah lelap dalam tidur nya sedangkan pria itu masih saja menatap wajah itu dengan dalam


Entah apa yang akan terjadi di masa depan yang dia tau dia hanya ingin bersama wanita di hadapan nya ini, membersarkan putra mereka bersama-sama dan berbahagia selama nya


________