Empress

Empress
Bertemu



Meski Jiyan dan komplotan nya sudah di tangkap tidak menjadikan situasi menjadi baik


Ilena yang mendengar kabar dari Istana tak kuasa menahan kesedihan nya, Ilena pingsan karena tak kuat mendengar kabar tersebut


Ilena terus menangis di pesawat badan nya yang gemetar tak kuat untuk mempong Putra nya, jadi Kenan di pengang oleh ibu nya


"Nakk kau harus kuat ya, ingat putramu," kata ibu Ilena menenangkan nya


Sekarang ibu satu anak itu berada dimana diri nya hidup tapi serasa mati kaki nya rasa tak menginjak bumi, jiwa nya terkuncang, dia tak dapat memikirkan apapun lagi sekarang


Yang ada di otak nya adalah segera sampai ke Sana dan memastikan kabar itu salah, kabar itu keliru!


Saat tiba Ilena langsung di bawa ke rumah sakit


Di rumah sakit Ara tangah memeluk sang suami dengan air mata yang belum juga berhenti sedari pertama datang tadi


Begitupun dengan ibu dan ayah Neron yang tengah saling menguatkan, sedangkan Ibu Pangeran Sean sedang menenangkan Ibu Suri yang terlihat begitu terguncang


Saat sampai di rumah sakit tiba-tiba kaki Ilena melemas tak mampu menap lagi, Ilena tak dapat menahan tangis nya


"Nyonya, ingat Kenan. Nyonya harus kuat," kata pelayan nya membantu Ilena


"Ingat yang di katakan nya sebelum kita pergi, Nyonya dan Kenan adalah kekuatan nya kan. Maka kuatkan diri nyonya," sambung pelayan nya


Ilena menghapus air mata nya, api saat tiba di ruangan itu, seketika Ilena menangis lagi, melihat betapa kacau nya keadaan orang-orang disana, fikiran Ilena melayang jauh saat melihat semua orang menangis


"Pangeran, dimana dia? Dimana Neronku," kata Ilena memegang lengan Sean sambil menangis


"Apa yang terjadi," kata Ilena dengan tubuh yang merosot ke lantai


"Kak," kata Ara memeluk tubuh gemetar itu


"Kata kan pada ku, dia baik-baik saja kan!" tangis Ilena pecah, sungguh Ilena tak akan mampu mendengar jawaban atas pertanyaan nya itu


"Kakak sedang di dalam, kita tak bisa memastikan keadaan nya, apapun yang terjadi kami akan ada bersama mu dan Kenan" kata Pangeran Sean


"Dia bilang mencintai mu" kata Sean menahan tangis nya


"Aaaaaaa!" teriak Ilena histeris


"Kau harus mengatakan nya sendiri! aku mohon," kata Ilena menangis pilu


"Izin kan aku masuk, izin kan Putra nya masuk, aku mohon," kata Ilena berlutut


"Kau tau kan dia sangat dekat dengan putra nya, dia akan kembali saat tau putra nya ada di samping nya, aku mohon," kata Ilena


Dokter pun mengizinkan Ilena dan Kenan masuk


Ilena tak dapat membendung tangis nya lagi, saat melihat tubuh itu terbaring tak bersaya dengan selang di mana-mana


"Haii ayah..," sapa Ilena menahan tangis nya


"Kenannsudah sampai," sambung nya


Ilena duduk di kursi samping ranjang itu, menggigit bibir nya untuk meredam tangis nya, sementara Ken mentap ayah nya dengan tatapan sendu seakan tau bahwa semua nya tak baik-baik saja


"Kau harus bangun..," kata Ilena


"Kau sudah berjanji untuk membesarkan Kenan bersama, aku mohon bangun lah," lirih Ilena


Ilena menyentuhkan tangan mungil putra nya itu pada tangan ayah nya


Seketika Ilena berteriak memanggil dokter saat tangan ayah dari putra nya itu mulai merespon dengan menggerakan jari nya


Dokter langsung masuk dan menyuruh Ilena keluar, saat di luar kaki irene kembali melemas


Kenan di ambil alih oleh kakek nya untuk di gendong, sedangkan Ilena tengah duduk di lantai dengan tatapan kosong, berharap keajaiban datang pada kisah pilu nya


"Yang Mulia Raja Neron sudah melewati masa kritis nya," kata dokter saat keluar dari kamar itu


Ibu Neron mendekati Ibu nya Ilena lalu memeluk tubuh nya


"Maaf kita harus bertemu dalam keadaan seperti ini," kata ibu Nerom


"Harus nya kami yang terlebih dahulu menemui mu, aku yakin kau sudah tau dengan apa yang terjadi pada keluarga kerajaan dan putrimu," sambung ibu Neron


"Kau berhak marah pada kami, tapi aku mohon, hubungan kita tak bisa di pisahkan lagi sekarang, sudah ada Kenan di antara kita," kata ibu Neron


"Saya merasa sangat terhormat, di perlakukan sebaik ini Yang Mulia, bahkan Yang Mulia memeluk saya" kata ibu Ilena


"Dari semua yang terjadi, saya hanya percaya pada kenyataan bahwa putra anda begitu mencintai putri saya," jawab ibu Ilena sambil tersenyum


________


Tiga hari sudah berlalu, ibu Ilena sudah harus kembali ke LA karena Jeno tinggal di sendiri disana


Sedikit demi sedikit keada berangsur membaik, dengan rakyat yang sudah mulai tenang dengan berita penangkapan Jiyan


Sedangkan keadaan Neron masih saja di tutupi hingga sekarang, agar tak terjadi keributan di kalangan rakyat lagi


"Kau tak rindu Kenan" kata Ilena sambil membersihkan tubuh yang masih terbaring itu


"Kau sudah terlalu lama tidur sayang..," sambung Ilena sambil mengelus surai pria itu


Keadaan Neron sudah jauh lebih baik, bahkan semua selang sudah di lepas dari tubuh nya hanya masih ada infus yang berfungsi untuk memberi nya asupan makanan


Ilena memilih untuk mengurus Neron, dan Ken di istana bersama kakek dan nenek nya yang di bantu dengan kedua pelayan nya


"Dokter!" teriak Ilena saat pria itu membuka mata nya


Dokter segera datang dan memeriksa


"Yang Mulia anda mendengar saya," tanya dokter


"Ya," jawab Neron


"Ini berapa?" tanya dokter sambil mengacungkan jari nya


"4," jawab nya lagi


Lalu dokter menggerakan kaki dan tangan Neron untuk memastikan semua syaraf nya berfungsi dengan benar


"Kau tau siapa dia?" tanya Neron sambil menunjuk ke arah Ilena


Seketika ruangan itu menjadi hening


"Dia wanita yang ku cinta," sambung Neron sambil tertawa


"Kau membuat ku takut..," kata Ilena menangis


Semua orang mendadak tersenyum dengan lega, tak ada yang perlu di khawatirkan dari keadaan Neron


Melihat Ilena yang menghambur kepelukan pria nya itu, seluruh petugas rumah sakit yang ada di ruangan itu memutuskan untuk keluar


"Kau membuat ku taku!" desis Ilena


"Lihat aku," kata Putra Mahkota memandangi wajah Ilena


"Ku fikir aku tak bisa melihat wajah cantik mu lagi," kata Neron


"Aku takut tak bisa mengatakan, bahwa aku mencintai mu," sambung nya


"Mulai hari ini, aku akan mengatakan nya setiap hari" kata Neron pada ibu anak nya itu


"Jangan berfikir untuk meninggalkan kami lagi, aku tak akan memaafkan mu jika kau seperti ini lagi" kata Ilena mengecup kening Neron


"Aku sangat mencintai mu..," kata Ilena