Empress

Empress
MIMPI



hari ini Putra Mahkota beserta sekertaris nya keluar istana untuk menemui orang yang dulu nya bekerja untuk dokter Zeena. Mereka bertemu di rumah orang itu, orang itu bersih keras tak ingin menemui Putra Mahkota di istana karena banyak alasan dan Neron berspekulasi bahwa orang itu katuk untuk masuk ke istana


"Yang Mulia," sambut orang itu hormat pada Putra Mahkota Neron


Tampa basa-basi Neron menanyakan semua yang ingin di tanyakan nya dan dengan senang hati orang itu menjawab


Orang itu menjelasakan bahwa dokter Zeena meninggal bahkan sebelum pernikahan Putra Mahkota, dan aneh nya lagi seluruh staf yang bekerja pada doktet Zeena di istana di bebas tugaskan dengan banyak alsan dan sampai sekarang belum mengetahui alasan itu


Putra Mahkota merenung di dalam mobil pandangan nya lurus menatap kearah jendela mobil memikirkan keanehan-keanehan yang ada dalam deretan masalah ini. Sungguh semua nya makin pelik dan membingungkan


Putra Mahkota sangat yakin ada sesuatu yang janggal dan salah pada semua ini. Jangan lupakan fakta bahwa dia dan Pangeran Sean menemukan kemungkinan Raja sebelum nya wafat karena di lenyapkan dengan sengaja


_________________________________


Hari ini Putra Mahkota dan istri nya di undang ke salah satu acara TV, sebenar nya Putra Mahkota sangat malas melakukan semua ini tapi di desak oleh pihak istana. Sungguh semua ini membuat nya muak, dia harus berpura-pura di depan TV dan membohongi semua orang dengan tampang santai nya


Acara nya pun mulai dan acara ini di siarkan secara langsung


Putri Ayana tak melepaskan gandengan pada tangan Neron, sungguh pasangan ini terlihat sangat sempurnah, pasangan Putra Mahkota dan Putri Ayana banyak di kagumi karena di nilai sangat cocok dan sangat romantis saat berada di depan keramaian bahkan tak segan untuk saling membarikan sentuhan-sentuhan kecil, seperti menyecup pipi, merangkul dan menggandeng tangan


"Ya, dia sangat manja akhir-akhir ini," jawab Putra Mahkota dengan senyuman yang di buat-buat. Pembawa acara itu menanyakan masalah kehamilan Putri Ayana dan Putra Mahkota menjawab dengan cara menikirkan Ilena. Ya, Neron banyak mendapat cerita dari Ara tetang perubahan ibu hamil itu yang menjadi lebih manja


Sedangkan Ayana hanya tersenyum kikuk tak tau apa-apa, karena tak tau sama sekali apa yang di rasakan ibu hamil jadi apa yang bisa di katakan nya, bukan dia yang sedang hamil


"Ya, dia banyak makan es krim dan semua yang berkaitan dengan coklat, anakku sangat menyukai makanan manis nampak nya," jawab Putra Mahkota pada pembawa acara sambil tersenyum bahagia


Sungguh Neron ingin ini semua cepat berakhir sungguh jijik memikirkan semua ini, bahkan dia sudah menajdi aktor yang sangat handal


Setelah acara itu selesai Putra Mahkota melanjutkan perjalanan nya untuk menemui Pangeran Sean yang sedang berada di proyek pembangunan musium yang harus mereka kerjakan bersama


Kedua Pangeran tampan itu melihat dan memeriksa semua nya dengan teliti sambil berdiskusi mengenai apa saja yang masih kurang dan harus dibenahi


"Kau menemukan sesuatu lagi di ruangan rahasia itu?" tanya Putra Mahkota pada Pangeran Sean smabil duduk di tumpukan batu tepat di depan bangunan yang belum rampung itu


"Belum kakak..," jawab Sean singkat


Setelah semua nya selesai kedua Pangeran itu memutuskan untuk pulang bersama ke istana lalu beristirahat di kamar mereka masing-masing. Setelah itu mereka berkumpul untuk makan bersama Ibu Suri, Raja dan Ratu


Setalah makan malam kedua Pengeran itu berdiskusi bersama Raja dan melaporkan perkembangann beberapa proyek yang mereka pegang. Tak terasa malam sudah larut dan Raja harus segera beristirahat


Sean sudah kembali ke kamar nya.Putra Mahkota menuju kamar nya dengan berjalan pelan, dan berhenti tiba-tiba saat berada tepat di depan pintu kamar Ilena. Dia ragu-ragu tapi tetap mengetuk pelan pintu itu


"Iya Yang Mulia," jawab pelayan itu "Apa Aku boleh masuk?" kata Putra Mahkota


"Tentu yang mulia," kata nya lalu membangunkan pelayan satu nya lagi lalu keluar dari kamar dan membiarkan Putra Mahkota dan Nyonya mereka berdua saja di kamar itu. Putra Mahkota duduk di kursi samping ranjang Ilena yang sedang tertidur


Neron mengamati wajah tenang Ilena yang sedang tidur pulas, sungguh wanita itu terlihat begitu cantik dan menggemaskan


Sudah 15 menit Putra Mahkota hanya duduk dan menatap Ilena


Putra Mahota membenarkan selimut Ilena yang berantakan, lalu tiba-tiba Ilena membuka mata nya dan membuat Putra Mahkota terkejut, Irene menatap ke arah Putra Mahkota lalu tersenyum manis


"Aaah, kenapa mimpi ku terlihat sangat nyata," desis Ilena lalu menutup mata nya lagi. Putra Mahkota tersenyum melihat kelakukan itu dan sekaligus miris, pantas saja Ilena mengira ini mimpi dia bahkan tak pernah menemui Ilena, dia menemui Ilena hanya untuk membuat nya menangis


Setelah Ilena kembali pulas dalam tidur nya pelan-pelan Putra Mahkota mengelus rambut Ilena


"Maafkan aku," bisik nya pada Ilena yang tengah tertidur pulas, Nerom terlalu malu jika harus minta maaf langsung jadi lebih baik di lakukan seperti ini. Setelah selesai Neron meninggalkan kamar Ilena dan menuju kamar nya untuk beristirahat


___________


Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi tapi Ilena belum juga ingin bangun dari tidur nya, kedua pelan nya juga membiarkan itu karena akhir-akhir ini sang Nyonya sangat susah tidur dan ajaib hari ini Ilena bisa tidur sampai sesiang ini


Putra Mahkota lewat dari kamar Ilena dan melihat kedua pelayan nya sedang bersih-bersih "Yang Mulia," hormat kedua nya


"Dimana dia? " tanya Neron menanyakan keberadaan Ilena "!yonya masih tidur Yang Mulia" jawab sang pelayan


"Nangunkan dan suruh untuk sarapan dulu," kata Nerom lalu pergi meninggalakan tempat itu


Kedua pelayan Ilena pun membangunkan irene karena benar juga ibu hamil itu harus makan dulu. Ilena bangun lalu membersihkan diri nya, setelah itu langsung makan sarapan yang sudah di siapkan


"Nyonya terlihat sangat bahagia ada apa?" tanya pelayan pada Ilena karena senyum sumringah belum juga menghilang dari wajah itu sejak tadi


"Tak apa.. Aku mimpin sangat indah semalam," jelas Ilena sambil tersenyum lagi "Kenapa bertemu dengan Putra Mahkota?" kata pelayan itu menebak, Ilena tak menjawab hanya diam


"Itu bukan mimpi, semalam Putra Mahkota benar-benar kemari Nyonya," jelas pelayan itu "Benarkan?" tanya Ilena ragu


"Iya Nyonya," jawab pelayan nya sambil mengangguk


Ilena kembali diam tapi kali ini sambil tersenyum dengan girang, Ilena tak tau alasan nya hanya saja dia merasa sangat bahagia sekarang


_________________