Empress

Empress
Tidak



"Nyonya anda harus segera tidur..," bujuk pelayan pada Ilena, malam sudah sangat larut tapi Ilena masih setia dengan lamunanny


"Apa aku terilihat sangat murahan?" desis Ilena sambil menangis pilu


"Apa dia menganggapku sangat rendah karena mau menjadi simpanan nya," tangis Ilena semakin jadi mengingat semua yang di katakan pria itu pada nya


"Tidak, tak begitu Nyonya. Itu hanya tuduhan tak mendasar," bujuk pelayan untuk meredam Ilena


"Nyonya ini sudah jam 3 pagi.. Nyonya belum tidur sama sekali..," kata pelayan nya yang takut melihat keadaan sang Nyonya yang terlihat begitu kacau


Sedangkan Putra Mahkota juga tak bisa di tidur di kamar nya dia menyesali setiap ucapan yang keluar dari mulut nya tadi. Bahkan dia berhak menerima lebih dari luka di kening nya itu


Neron membolak balik posisi tidur nya tapi nihil dia tak bisa walau hanya untuk memejamkan mata nya. Pelan-pelan dia Putra Mahkota berjalan kearah kamar Ilena, lalu melihat salah satu pelayan nya baru akan masuk kamar


"Yang mulia..," hormat pelayan itu


Putra Mahkota menepelkan terlunjuk nya di bibir, untuk mengisyaratkan agar pelayan itu tenang dan tak menguarkan suara, takut Irena tau dia ada disini


"Dia masih sudah tidur?" tanya Putra Mahkota


"Iya tuan ku.. nyonya baru saja tidur..," jawab pelayan itu


"Baru saja?" tanya Putra Mahkota lagi


"Iya tuan ku.. nyonya terus menangis tadi..," kata pelayan itu penuh ragu


"Baiklah, kau boleh masuk..," tukas Neron lalu meninggalkan tempat itu


____________


Pagi ini pemberitaan baik TV, media cetak ataupun media sosial di penuhi dengan foto-foto Putri Ara dan Pangeran Sean semalam


Semua orang menceritakan betapa baik nya Putri dan Pangeran itu dalam memperlakukan dan menghormati orang lain


"Bahakan mereka mengajak pelayan untuk makan satu meja dengan mereka 😍..," bunyi salah satu komentar


"Putri Ara sangat menggemaskan dan cantik 😘..," kata yang lain


"Apa dia Pangeran yang baru kembali setelah 20 tahun.. Wah, dia sangat luar biasa..," komentar lain nya


Dan banyak lagi komentar baik mengenai kedua nya, ada juga beberapa yang bertanya tentang Ilena


"Sudah jelas dua yang lain adalah pelayan istana, tapi siapa yang satu lagi..," komentar salah satu akun "Bahkan ku dengar Putri Ara memanggil nya Kakak..," sambung yang lain


___________


Ilena terkulai lemas di tempat tidur nya dan membuat pelayan nya merasa sangat khawatir karena keadaan Ilena yang terlihat begitu buruk


"Nyonya sangat pucat..," kata pelayan nya "Nyonya kami akan memanggil dokter untuk memeriksamu..," sambung nya


"Tak perlu, aku hanya harus tidur sebentar..," desis Ilena lalu memejamkan mata nya berusaha untuk tidur dan melupakan semua nya


Tiba-tiba Ilena menangis lagi saat teringat tuduhan jahat dari Putra Mahkota, Ilena merasa sangat terhina karena omongan nya itu


"Nyonya..," kata pelayan Ilena dengan khawatir sambil mengelus bahu ibu hamil itu


"Maaf sudah membuat kalian khawatir, aku sungguh tak bisa mengendalikan diri ku..," desis Ilena merasa tak enak


Ilena menghembus nafas nya kasar sekedar untuk menenangkan diri nya, mengelus perut nya, seakan ingin memberi kekuatan juga pada si jabang bayi


"Kakak..," teriak Putri Ara dengan semangat


"Tuan Putri..," hormat mereka


"Kalian sudah makan siang?" tanya Putri Ara bertanya pada Ilena dan yang lain nya


"Belum tuan Putri, bahkan Nyonya tidak sarapan juga..," lapor pelayan itu pada Ara, Ara melotot kearah Ilena tapi malah membuat wanita itu tertawa karena wajah lucu Ara


"Baik lah tuan Putri yang cerewet..," kata Ilena sambil berusaha tersenyum, dia selalu kalah berdebat saat berhadapan dengan Ara


"Kakak sangat pucat..," kata Putri Ara sambil menggangdeng tangan Ilena agar berjalan didekat nya


"Aaa, kak bagaimana kalau kita piknik..," saran Putri Ara dengan pemikiran nya yang luar biasa


"Maaf tuan Putri tapi Nyonya tak boleh bepergian..," kata pelayan mengingatkan Ilena


"Tidak, kita akan piknik di taman istana saja..," jelas Putri Ara


"Apa boleh?" tanya Ilena yang juga butuh hiburan


"Tentu saja..," kata Putri Ara yakin


Mereka menyiapkan piknik mereka dari membentang alas sampai menyiapkan makanan. Sebenar nya ini semua di lakukan Putri Ara untuk menghibur Ilena yang terlihat murung dan sedih


Mereka duduk di bawa pohon sambil memakan buah, dan mereka menjadi pusat perhatian para pelayan yang lain. Banyak juga yang merasa iri dengan kedua pelayan Ilena karena bisa bercengkrama dengan Putri Ara sesantai itu bahkan bisa makan es krim bersama Pangeran Sean yang tampan


"Kakak suka?" tanya Putri Ara pada Ilena yang terlihat sangat menikmati setiap gigigan yang ada


"Emm" jawab Iena mengangguk dengan mulut nya yng tersenyum ceria


"Aku merasa sedang berada di alam bebas..," kata Ilena cekikikan dan terlihat sengat renyah di maya ny


"Kakak ada apa dengan kening mu?" tanya Pangeran Sean pada Putra Mahkota


"Ah ini..," kata Putra Mahkota memegang perban di kening nya "Hanya kecelakan kecil..," jawab nya berbohong


Kedua pangeran itu baru saja menyelesaikan rapat untuk rencana pembangunan musium khusus Raja Sebelum nya yaitu mediang ayah Pangeran Sean


"Sedang apa mereka..," kata Pangeran Sean saat melihat Putri Ara dan yang lain nya duduk di bawah pohon


"Ayo kak..," kata Pangeran sehun menarik tangan Putra Mahkota


Putra Mahkota hanya menurut saja, lagi pula dia juga ingin melihat keadaan Irene, rasa bersalah masih menyelimuti nya


"Kalian bersenang-senang tampa ku?" desisi Pangeran Sean


"Yang mulia..," kata mereka memberi hormat pada kedua Pangeran yang baru saja datang. Ilena membuang muka saat sadar siapa yang datang


"Maaf yang mulia, saya undur diri..," kata Ilena


"Kak..," panggil Putri Yerim


Putra Mahkota hanya mengendus kasar saatΒ  melihat perubahan wajah Ilena yang drastis setelah melihat nya. Ya, tentu saja ibu hamil itu masih marah pada nya


Ilena tak memperdulikan semua orang itu hanya melangkahkan kaki nya dengan cepat


"brukkk" Ilena terjatuh karena tersandung batu


Semua orang berlari dengan panik kearah nya


Tapi Putra Mahkota tiba lebih dahulu


"Kau harus lebih berhati-hati!..," bentak Putra Mahkota sambil membantu Ilena


Tapi Ilena menepis tangan Putra Mahkota dengan kasar


"Jangan keras kepala! fikirkan anak ku..," bentak Putra Mahkota lagi


"Apa peduli mu! bukan kah dia anak Pangeran Sean" kata Ilena sambil terisak dan itu seperti tamparan keras untuk Putra Mahkota


Putri Ara dan Pangeran San terkejut dengan perkataan Ilena karena belum tau apa yang sebenar nya terjadi


__________