Empress

Empress
Penerus



Hari ini semua orang di negri ini bersuka cita menyambut penerus kerajaan


Diadakan pesta besar-besaran di Istana seluruh penjuru negri menyambut nya dengan penuh kebahagiaan, semua orang berkumpul di depan Istana untuk melihat langsung wajah calon pewaris kerajaan selanjut nya itu


Semua orang bersiap termasuk Ilena yang mempersiapkan Kenan


"Jangan rewel ya nak, Ken hanya akan bersama ayah di sana jadi jangan repotkan ayah," kata Ilena pada bayi kecil itu


Ilena menggendong Ken lalu menysui nya karena dia tak akan ada di dekat Ken beberapa waktu saat acara pengenalan itu berlangsung


"Sayang sudah siap?" tanya Putra Mahkota memeluk iIlena


"Itu asi nya jika dia lapar nanti," kata Ilena menunjuk botol susu yang ada di atas atas nakas itu


"Baik lah..," kata Putra Mahkota


"Aku sangat tak enak untuk ini, hari ini anak yang kau lahirkan akan di perkenalkan sebagai anak orang lain. Untuk itu ampuni aku..," kata Putra Mahkota


"Tapi aku berjanji ini hanya untuk sebentar, percaya pada ku," sambung Putra Mahkota


"Saya percaya pada apa-apa yang anda katakan Tuanku," kata Ilena sambil tersenyum


"Bibik, gendong Ken ya dan antar ke tempat acara," kata Ilena pada salah satu pelayan nya


"Tidak, biar ayah yang menggendong Ken" kata Neron mengambil alih Ken kegendongan nya


"Ibu kami pergi ya..," kata Putra Mahkota dengan suara yang di buat lucu


"Jangan nakal yang sayang," kata Ilena mengecup pipi putra nya itu


Sebenar nya hati Ilena sangat berat membiarkan putra kecil nya itu jauh dari nya, tapi apa yang bisa di buat Ilena hanya bisa mempercayai perkataan ayah anak nya itu


Putra mahkota tiba di tempat dengan menggendong Kenan


"Yang Mulia biar saya yang menggendong" kata Putri Ayana


Putra Mahkota tak yakin tapi masih memberikan Ken pada Putri Ayana karena tak enak di lihat semua orang


Belum lama berada di pangkuan Putri Ayana, Ken terus menangis tersedu-sedu


"Lenapa dia tak mau diam..," kata Putri Ayana panik


"Haii tenang lah..," sambung Putri Ayana


Putra Mahkota segera mengambil alih putra nya itu tapi sama saja putra nya itu masih terus menangis


Bahkan Neron sudah berusaha menenangkan nya dengan memberi susu pada bayi nya itu tapi sama sakali Ken belum juga mau tenang


"Ada apa?" tanya ibu Ratu


"Entah lah ibu, Ken tak mau diam," kata Putra Mahkota


Ibu Ratu menggendong Ken lalu menimang nya tapi tetap saja bayi itu belum berhenti menangis


"Pelayan, panggilkan Ilena kemari," bisik ibu Ratu pada pelayan


Karena Ibu Ratu tau Ken terlihat tak nyaman berada di depan orang banyak, hanya ibu nya yang bisa menenangkan nya


"Tapi Ibu Ratu," kata Putri Ayana khawatir


"Kau tak bisa menenagkan nya kan!" kata Ibu Ratu melotot ke arah Putri Ayana


Ilena pun berjalan dengan cepat saat mendengar putra nya itu terus menangis


"Yang Mulia" hormat Ilena saat sampai di hadapan keluarga kerajaan


"Ilena, Pangeran Kenan terus menangis," kata Ibu Ratu


"Iya Yang Mulia ini yang pertama untuk Ken, mungkin tak nyaman di hadapan orang banyak." Ilena segera mengembil alih putra nya itu


Putra Mahkota tersenyum melihat kehadiaran wanita mungil itu disana


"Duduk lah di belakang Putra Mahkota," perintah Ibu Ratu pada Ilena karena hanya bangku itu saja yang masih kosong


"Suttt, sayang..," kata Ilena menenangkan putra nya itu tak butuh waktu lama Ken pun kembali tenang


"Bahkan anak kecil tau mana malaikat mana penyihir," desis Putri Ara yang duduk di samping Ilena dan sontak mendapat tatapan tajam dari Putri Ayana


Putri Ara sudah pulang setelah mendengar berita kelahiran Kenan


Acara pun berjalan dengan Kenan yang selalu di pelukan Ilena bahkan saat Raja memperkenalkan Ken secara resmi Ilena lah yang menggendong nya bukan Putri Ayana


Semua orang berdebat karena itu, tapi mau bagaimana lagi bayi itu terus menangis saat di berikan pada Putri Ayana


Dan banyak yang menyorot kehadiran Ilena disana, bahkan ada yang bertanya kenapa anak Putri Ayan lebih nyaman dengan orang lain ketimbang dengan ibu nya sendiri


Mengetahui respon rakyat mengenai itu Putri Ayana merasa tak enak hati


Setelah acara selesai semua orang beristirahat karena kelelahan


Begitu juga dengan Ilena yang tengah berbaring di ranjang nya bersama Ken yang sudah tertidur sedari tadi


________


"Kenapa ibu ratu melakukan itu pada ku?" tanya Putri Ayana pada Ibu Ratu


"Semua rakyat mempersalahkan aku karena hal ini," sambung nya


"Itu karena kau yang tak bisa menengkan nya," jawab Ratu sinis


"Aku sudah berusaha hanya saja bayi itu yang terus rewel," desis Putri Yana


"Kau harus berusaha dekat dengan bayi nya, bayi lebih sensitif dari apapun, kau tak akan bisa mendekati nya jika tak di sertai dengan ketulusan," kata Ratu pada menantu sekaligus keponakan nya itu


"Kalu begitu beri aku kesempatan untuk bersama nya," pinta Putri Ayana


"Dia harus tidur dengan ku," sambung Putri Ayana


"Baiklah kalau begitu," kata Ibu Ratu setuju


_______


Malam ini Putri Ayana dan rombongan nya menjemput Kenan di kamar Ilena untuk di bawa ke kamar nya


Ilena tak berdaya, Putra Mahkota sedang tak ada di Istana, jadi tak ada yang bisa membela nya


Ileha terus merasa khawatir pada putra nya yang sudah di bawa oleh Putri Ayana itu


Sedangkan Ken terus menangis di kamar Putri Ayana


"Sayang kenapa menangis, aku ibu mu," kata Putri Ayana


"Ibu akan marah jika kau terus menangis seperti ini Ken! ibu tak suka," kata nya mulai kesal


Sedangkan Ilena merasa nyeri di bagian dada nya dan Ilena yakin bahwa Putra nya itu merasa lapar sekarang


Ilenabbergegas menuju kamar Putri Ayana karena merasa tak enak


"Yang Mulia, biar saya menengkan nya," kata Ilena mengetuk pintu kamar Putri Ayana


"Aku bisa menenangkan nya! pergi lah!" usir Putri Ayan pada Ilena


"Yang Mulia Ken merasa lapar, dia ingin minum susu," kata Ilena putus asa


Ilena menangis di depan pintu itu mendengar tangisan putra kecil nya itu, pasti Ken sangat merasa lapar hingga menangis sekencang itu


Kerumunan di depan pintu kamar Putri Yana menarik perhatian Raja yang tak sengaja lewat


"Yang Mulia," hormat semua orang


"Dengan siapa pangeran Ken di dalam?" tanya Raja


"Yang Mulia Ken lapar, saya mohon izinkan saya memberi nya susu dahulu," kata Ilena bersimpuh di hadapan raja sambil menangis


"Putri Ayana! buka pintu nya!" teriak Raja


Mendengar teriakan Raja Putri Ayana bergegas membukan pintu


Saat pintu nya terbuka Ilena berlari kedalam dan segera mengangkat tubuh Putra nya yang ada di atas ranjang dan tampa permisi membawa putra nya pergi dari sana


Semua orang pun hanya diam dan tak berusaha menghentikan


"Tak apa sayang ini ibu," kata Ilena memeluk tubuh putra nya


"Kunci pintu nya," kata Ilena pada pelayan nya, kedua pelayan nya pun menuruti perintah sang Nyonya dan mengunci pintu kamar itu


Ilena segera memberi susu pada Ken sambil menghapus air mata nya yang terus keluar, entah kenapa tangisan Ken menjadi sesuatu yang paling pilu untuk Ilena saat ini


"Maaf kan ibu ya..," kata Ilena mengecup pipi putra nya yang sudah tenang dan sudah mulai lelap dalam tidur nya


___________


Mungkin beberpa part lagi bakal rampung ni cerita