Empress

Empress
Ragu



Jam sudah menunjukan pukul 6 sore pelayan istana tengah sibuk mencari keberadaan Putri Ara yang menghilang sejak siang tadi. Sedangkan Putri Ara masih tertidur di atas ranjang dan dalam dekapan Pangeran Sean


Mereka sudah tidur lenbih dari 4 jam tentu waktu yang cukup lama untuk tidur siang


Putri Ara membuka mata nya lalu melihat wajah tampan itu tepat berada di depan muka nya, dengan tangan pria itu melingkar di pinggang nya. Putri Ara beranjak duduk dan itu membangunkan tidur nyenyak Sean


"Kau sudah bangun," kata Sean "Ara, " panggil Sean yang melihat putri yerim terdiam "Iya?" jawab Ara menoleh


"Aku akan mempertanggung jawabkan perbuatan ku," kata Pangeran Sean "Apa maksud mu?" tanya Ara "Ayo mengakui semua nya pada Raja dan Ratu," ajak Pangeran Sean


"Itu sama saja kau menyerahkan leher mu untuk di pancung," desis Ara kesal "kita tak punya jalan lain," kata Sean


"Mari fikirkan dulu dengan benar..," kata Putri Ara lalu bergegas meninggalkan kamar Sean


Di tengah jalan Ara bertemu dengan rombongan Ibu Suri "Putri dari mana saja kau?" tanya Ibu Suri panik sambil memegang bahu Ara


"Ada apa Yang Mulia?" tanya Ara bingung "Kau menghilang kemana?" tanya Ibu Suri


"Aku tertidur di perpustakaan Yang Mulia," kata Putri Ara gemtar karena berbohong


__________


"Kakak" panggil Putri Ara pada Neron "Ada apa?" tanya Neron "Aku mau kaka memeriksa ini" kata Putri Ara menyerahkan sebuah memori card pada Neron


"Apa ini?" tanya Neron "Aku tak tau apa aku melakukan hal yang benar atau salah, tapi aku yakin kakak lebih faham untuk menilai," jelas Ara


"Periksa lah, aku akan kekamar kak Ilena sekarang," kata Ara lalu pergi dari kamar kakak nya itu


Putri Ara pergi dan segera menemui Ilena di kamar nya


"Kakak, " sapa Ara "Putri," hormat Ilena


Putri Ara segera memeluk tubuh Ilena lalu air mata nya mulai keluar "Putri ada apa? kenapa anda menangis?" tanya Ilena bertubi-tubi


"Tak apa," jawab Ara tapi dengan tersedu-sedu "Ada masalah? Pasti ada masalah kan?" tanya Ilena "Putri jawab saya," sambung Ilena sambil menghapus air mata Ara


"Aku akan bercerita saat aku sudah siap bercerita kak," jawab Ara sambil tersenyum


"Baik lah jika begitu," kata Ilena sambil menghapus air mata Ara


Sedangkan Pangeran Sean bergegas menuju ke kamar Putra Mahkota, karena mendapat pesan


"Kihat ini," kata Putra Mahkota menunjukan isi file yang di berikan oleh Ara pada nya tadi "Apa ini kakak?" kata Sean terkejut


"Rencana pembangunan pabrik di pulau Chuang," kata Putra Mahkota


"Proyerk ini di lakukan oleh Jiyan jauh sebelum ini, proyek ini di tentang mediang Raja mati-matian," jelas Neron


"Aku sungguh tak mengerti ini kakak," gumam Pangeran Sean "Apa ini ada hubungan dengan wafat nya ayahku kak?" tanya Pangeran Sean "Semua nya berhubungan" gumam Putra Mahkota


________


"Yang Mulia," hormat Ayana pada Neron "Ada apa kemari?" tanya Neron "Apa maksud anda, ini adalah jadwal saya mengunjungi kamar Yang Mulia" jawab Putri Ayana


"Oh benar kah," kata Putra Mahkota acuh "Iya Tuanku," kata Ayana sambil menarikan jari lentik nya di permukaan dada Neron


Putri Ayana masuk ke kamar itu lalu mengunci pintu nya


"Tuanku, apa anda tak merindukan saya Yang Mulia?" tanya Ayana sambil menggoda Neron


Neron hanya tersenyum kikuk. Ayana menghampiri Putra Mahkota lalu memeluk tubuh itu dan menyenderan kepala nya pada tubuh bidang yang yaman itu


"Betapa saya merindukan dekapan hangat ini," kata Putri Ayana dengan segala kemanjaan nya


Dan mereka melakukan hal yang harus mereka lakukan sebagai pasangan suami istri


Putra Mahkota hanya diam setelah kegiatan mereka selesai


"Terimakasih," kata Ayana sambil mengecup pipi Neron "Kenapa hanya diam?" tanya Ayana pada pada Neron


"Kau pasti lelah, tidur lah," kata Putra Mahkota sambil menarik selimut agar menutupi tubuh Ayana


Sedangkan Ilena tak bisa tidur di kamar nya dia menunggu ke datangan Putra Mahkota yang berjanji akan datang malam ini, tapi malam semakin larut dan Neron belum juga datang


Lalu Ilena mengendap-endap ke arah kamar Neron dan mendapati banyak pelayan yang berdiri di depan pintu kamar itu


"Kenapa sangat ramai di sana?" tanya Ilena pada kedua pelayan nya "Mungkin Putri Ayana ada di dalam Nyonya," jawab pelayan nya


"Oh.. ini malam yang harus mereka habisakan bersama?" tanya Ilena lagi "Iya Nyonya" jawab pelayan nya


Ilena menghela nafas nya dalam karena kecewa, bisa-bisa nya pria itu berjanji untuk datang padahal ada cara lain


Ilena berbaring sambil mengelus perut nya dan menatap langit-langit kamar nya dan membayangkan apa yang di lakukan pria dan istrinya di dalam sana


Membayangkan nya saja sudah membuat Ilena tak nyaman, Ilena berusaha memejamkan mata nya  agar bisa cepat tidur dan melupakan semua yang mengganggu fikiran nya


____


Tolong di Vote ya guys