Empress

Empress
Manis



Berita keributan yang terjadi antara Putra Mahkota dan Ilena menyebar dengan cepat di lingkungan istana hingga berita itu sampai di telinga Ibu Ratu. Masih dengan menggunakan juba tidurnya Ibu Ratu bergegas menuju kamar Ilena untuk menuntut penjelasan apa yang terjadi sebenar nya


Ratu terkejut melihat kedua pelayan Ilena tidur di luar kamar dan lebih terkejut lagi saat putranya calon Raja itu tidur di atas ranjang Ilena dengan posisi memeluk tubuh mungil ibu hamil itu


"Putra Mahkota..," teriak Ibu Ratu dengan amarah nya dan sontak membangunkan Neron dan Ilena, Ilena membulatkan matanya saat sadar siapa yang ada di hadapan nya itu


"Yang Mulia..," kata Ilena sambil berlutut dengan raut wajah takut "Berdiri lah," kata Neron membantu Ilena


"Ibu butuh penjelasan Putra Mahkota," kata Ibu Ratu "Apa pantas kau tidur di kamar nya seperti ini!" teriak Ibu Ratu dengan penuh amarah dan membuat tubuh Ilena bergetar takut


"Aku membacakan bayiku cerita semalam dan tak sengaja tertidur," bohong Neron "Kau kira ibu bodoh, apa yang terjadi dengan mu dan Ilena semalam?" tanya Ibu Ratu


"Wanita ini berani memaki mu di hadapan pelayan istana," kata Ibu Ratu sambil menunjuk ke arah Ilena


"Itu masalah kami, kami akan menyelesaikan nya," jawab Putra Mahkota tak acuh "Ini masih sangat pagi ibu, ini jam 5 pagi, kembali ke kamar Ibu" kata Neron sambil memapa tubuh ibunya itu kearah pintu


"Pelayan, bawa Ibu Ratu ke kamar nya," titah Neron. Ilena hanya diam melihat Ibu Ratu keluar dari kamar nya


"Ayo kembali tidur, ini masih sangat pagi untuk bangun," ajak Neron pada Ilena, Ilena mengikuti Neron dengan berbaring di samping nya


Mereka berbaring saling berhadapan, Ilena menatap wajah rupawan itu dan menemukan bekas luka di kening ayah bayi nya itu


"Yang Mulia apa ini bekas lemparan ku waktu itu?" tanya Ilena "Emm," jawab Putra Mahkota sambil mengangguk


"Apa sakit? Aaa, pasti sangat sakit," kata Ilena "Maaf ya," sambung nya


"Ya sangat sakit, darah nya juga banyak, " kata Neron "Bahkan harus dijahit," sambung nya


"Maaf," desis Ilena sambil mengelus bekas luka itu


"Saat kau meneriakan namaku tadi tadi malam, ku fikir kau ingin melempar ku dengan meja," canda Putra Mahkota "Jika saja saya bisa, ingin rasa nya melempar Tuan dengan lemari," jawab Ilena sambil memicingkan mata nya


"Apa kita terkena masalah?" tanya Ilena "Masalah apa?" tanya Putra Mahkota


"Ibu Ratu," jawab Ilena "Aa, tak usah kau fikirkan semua akan baik-baik saja," kata Neron menyakinkan Ilena


"Besok ulang tahun Putri Ara," kata Ilena "Benar kah?" tanya Putra Mahkota "Bahkan yang mulia tak tau itu," kata Ilena menggelengkan kepala nya


____________________________________


Hari ini adalah hari ulang tahun Putri Ara dan di rayakan dengan meriah karena sang putri sudah melewati umur remaja nya dan sudah menginjak umur dewasa sekarang. Semua menyambut pesta perayaan itu penuh suka cita


"Ini kado untuk mu Tuan Puttri" kata Ilena pada Putri Ara "Terimakasih kakak," jawab Ara sambil memeluk tubuh Ilena


"Ini untuk mu," kata Pangeran Sean pada Putri Ara "Terima kasih," kata Putri Ara dengan gugup saat mengingat ciuam mereka beberapa hari yang lalu


"Kau marah pada ku?" tanya Pangeran Sean pada Putri Ara "Tidak..," jawab Putri Ara "Kalau begitu mau berdansa?" ajak Pangeran Sean, Putri Ara pun menerima ajakan itu meski dengan sedikit gugup


Pandangan semua orang tertuju pada mereka berdua. Ilena menatap dengan takjub melihat putri dan pangeran itu berdansa persis seperti adegan yang sering di tonton Ilena pada film kerajaan


Putra Mahkota memperhatikan Ilena yang sedari tadi takjub dengan dansa yang di lakukan Putri Ara dan pangeran Sean. Pesta itu pun selesai semua orang sudah kembali ke rumah masing-masing begitu juga dengan penghuni istana yang sudah kembali ke kamar nya masing-masing


Putra Mahkota sedang berada di kamar Ilena untuk membacakan cerita pada bayinya


"Yang Mulia mari berdansa," ajak Ilean pada Neron yang langsung menoleh dengan tatapan aneh


"Tidak," jawab Putra Mahkota "Aku mohon pinta Ilena sambil menyatukan kedua telapak tangan nya


"Aku kemari untuk bercerita bukan untuk berdansa Ilena," jawab Putra Magkota


"Tapi, saya ingin melakukan nya sekarang juga" kata Ilena dengan suara lesu "Kau bisa berdansa?" tanya Putra Mahkota "Tidak," kata Ilena sambil menggelengkan kepala nya


"Kemari," ajak Putra Mahkota "Letakan tangan mu di sini," kata Putra Mahkota mulai mengajarkan Ilena "Ikuti saja gerakan ku," kata Putra Magkota "Tunggu dulu," kata Ilena


"Apa lagi?" desis Putra Mahkota "Musik nya, harus ada musik untuk berdansa," kata Ilena sambil memutar musik dari HP-nya


Putra mahkota tersenyum melihat tingkah Ilena itu. Mereka berdua berdansa dan di iringi dengan alunan suara musik dari HP yang ada di genggaman Ilena


"Sudah saya lelah," bisik Ilena pada Putra Mahkota "Ayo tidur kalau begitu lagi," kata Putra Mahkota


"Malam ini tidur dengan kami ya," bisik Ilena pada telinga Putra Mahkota "Asal tidak aneh-aneh" jawab Putra Mahkota


"Baik lah," kata Ilena memeluk Neron dengan erat. Neron memeluk Ilena sambil membcakan dongeng dengan terus mengelus perut Ilena penuh sayang


__________________


"Semua ini begitu berhabaya untuk Ilena, bahkan dia tak tau bahwa dia berada dalam bahaya," kata Neron pada Sean "Aku takut tak bisa menjaga nya," kata Neron


"Kak apa status Ilena dalam istana ini?" tanya Sean "Tak ada, dia hanya mendapat anugrah dengan status nya itu," kata Neron menjawab pertanyaan Sean


"Kak, jika Ilena resmi mendapat status selir Putra Mahkota, maka dia juga akan mendapat jaminan dan perlindungan sama seperti keluarga kerajaan lain," kata Sean


"Jadi maksud mu aku harus menjadikan nya selirku?" tanya Neron "Itu hanya saranku, tapi ku fikir ini adalah cara paling aman untuk melindungi nya," kata Sean


"Ada yang kau temukan lagi di dalam kamar rahasia itu," tanya Neron pada Sean "Belum kak, akan ku perikasa lagi setelah ini," jawab Sean


"Aku sungguh penasaran, hal besar apa yang di sembunyikan oleh tembok istana ini, kenapa orang-orang begitu kejam untuk sebuah kedudukan dan kemenangan sendiri," gumam Neron serius


"Ku harap semua nya cepat terungkap dan kita tak perlu berbohong lagi pada semua orang, mengenai semua yang terjadi di dalam istana yang terlibat sangat sempurna ini."