Empress

Empress
Bersama



"Kenapa sangat murung?" tanya Neron pada Ilena "Tak apa," kata Ilena menjawab sambil memotong daun-daun kering di mawar tanaman nya "Katakan, ada apa?" tanya Neron lagi


Ilena diam sambil menghela nafas "Bukankah besok Yang Mulia akan berangkat ke LA?" tanya Ilena "Apa bisa aku ikut, aku rindu pada ibu dan adik ku," kata Ilena meminta, Neron hanya diam dan tak menjawab lalu pergi dari sana


__________________________


Hari ini Ilena berangkat ke LA bersama rombongan Putra Mahkota, tentu saja dengan perdebatan panjang dengan pihak Istana dan karena kegigihan Neron Ilena mendapatkan izin untuk berangkat ke LA bersama nya


Putra Mahkota dan sekertaris nya duduk di first class, sedangkan staf lain termasuk Ilena duduk di kelas ekonomi


"Ini penerbangan pertama Ilena, bagaimana keadaan nya?" tanya Neron pada sekertaris nya di tengah diskusi serius mereka


Sekertaris itu tersenyum mendengar pertanyaan Neron "Tuan sangat menghawatirkan nyonya ya" goda sekertaris Neron "Berhenti menggoda aku, hanya bertanya" desis Putra Mahkota


"Bagaimana jika nyonya yang duduk di sini dan saya yang duduk di sana?" tanya sekertaris itu sambil berdiri


"Terserah kau saja," desis Neron "Apa sulit nya mengatakan iya.. Aku ingin dekat dengan nya," kata sekertaris menggoda sambil beranjak dari sana


Tak lama Neron melihat Ilena yang di antar sekertaris ke tempat duduk nya "Silakan duduk Nyonya," kata sekertaris Neron mempersilakan Ilena duduk di samping Putra Mahkota


"Terimakasih," jawab Ilena


Sekertari kang pun meninggalkan kedua nya


"Ini penerbangan pertama mu?" tanya Neron "Iya" jawab Ilena sambil tertawa


"Jantungku mau copot saat pesawatnya mulai bergerak" cerita Ilena sambil tertawa dan membuat Neron ikut tertawa mendengar pernyataan polos itu


"Terimakasih," kata Ilen "Untuk apa?" tanya Neron "Karena Yang Mulia sudah memperjuangkan keberangkatan ku" kata Ilena


"Tak masalah, ini imbalan karena kau sudah tak keras kepala lagi dan tidak nakal lagi" kata Neron "Berapa lama lagi kita akan sampai?" tanya Ilena


Ilena menyenderkan kepala nya ke bahu Putra Mahkota


"Pejam kan mata mu," kata Neron sambil memasangkan selimut pada tubuh Ilena. 11 jam berlalu dengan begitu cepat, mereka sudah sampai LA


"Kau tak mengabari ibu mu jika datang?" tanya Neron "Tidak," jawab Ilena


"Dengarkan aku, disini sangat dingin jadi pastikan kau memakai baju yang tebal," kata Neron membenarkan jeket yang di gunakan Ilena


"Sini HP-mu" kata Neron dan Ilena pun memberikan HP-nya


"Telpon aku saat terjadi sesuatu, jangan lupakan itu, aku meletakan nomer HP-ku pada panggilan cepat," jelas Neron


"Makan dengan benar, istirahat dengan benar, jangan lupakan susu dan vitaminmu juga," sambung Neron cerewet


Sekertasi Neron tersenyum geli melihat tingkah Putra Mahkota itu, sekertaris nya merasa Pangeran Neron yang hangat sudah kembali dan Pangeran Neron yang dingin, acuh dan angkuh berlahan mulai hilang karena kehadiran Ilena


Setelah semua urusan di bandara selesai mereka mengantar Ilena terlebih dahulu ke apertemen tempat tinggal ibu dan adiknya.Ilena turun dari mobil di ikuti dengan Neron


"Kau harus berhati-hati.. Perhatikan langkah mu saat berjalan," sambung nya


"Baik lah.. Cepat pergi aku sudah tak sabar bertemu ibu dan adikku," usir Ilena


"Lihat kau mengusir ku sekarang," desis Neron sambil mengelus kepala Ilena


"Apertemen mereka ada di lantai 7 nomer 90" jelas Nero "Baik lah," jawab Ilena


Irene pun bergegas naik. Irene menekab bel pintu apertem itu, dan muncul sosok malaikat yang di rindukan nya beberapa bulan ini


"Ibu, l" teriak Ilena sambil menangis "Yaampun, anak ibu.." kata ibu Ilena dengan tangis haru "Ayo masuk nak," kata ibu nya


Mereka berpelukan lagi seperti tak mau saling melepaskan, meluapkan segala kerinduan yang ada


"Sayang bagaimana bisa kau ada disini?" tanya ibunya pada Ilena "Akuu mendapat libur ibu.. Janya dua hari," kata Ilena


"Tapi tiket kemari pasti sangat mahal sayang," desis ibu nya "Ibu tak suka aku datang?" tanya Ilena "Tidak bukan begitu sayang," jawab ibu Ilena


Ilena sangat bahagia saat ini dia bisa melepas kerinduan nya pada ibu serta adik nya, mereka sedang makan malam sekarang


"Kakak, kenapa kakak mentranfer sangat banyak tiap bulan nya bahkan kau mentransfer 3 kali dalam sebulan," kata Jeno


Ilena terkejut 3 kali? yang dua adalah transferan dia dan transferan pihak istana lalu siapa orang ke tiga


"Biaya hidup di sini mahal kan," kata Ilena


"Kakak mu ini punya gajih yang besar di Istana sana" canda Ilena pada adiknya itu


"karena itu itu badan mu menjadi sangat gendut," desis Jeno karena badan Irene yany terlihat lebih berisi dari sebelum nya


"Iya, badanmu terlihat sangat berisi," kata ibunya pada Ilena dan membuat Ilena begitu gugup, Ilena sengaja memakai baju besar untuk menutupi perutnya namun tak berjalan dengan baik


"Ahh, benar kah ibu?" kata Ilena gugup bagaimana tidak dia terlihat berisi dia sedang hamil sekarang. Ilena takut bagaimana jika ibu dan adik nya tau jika dia hamil dan membuat kedua orang itu merasa kecewa


Malam semakin larut merekapun tidur bertiga di atas ranjang yang sama untuk sekedar menghilangkan rasa rindu satu sama lain


HP Ileba berdering dan Neron yang menelpon "Halo, kau sudah makan malam?" tanya Neron "Sudah," bisik Ikena tak mau membangunkan ibu dan adiknya


"Baiklah tidur lah sekarang", kata Putra Mahkota


"Em, selamat malam" jawab Ilena


___________


Update lagi guys semoga terhibur