Empress

Empress
Pagi



Matahari mulai menyapa dengan hangat, sinarnya menyapa setiap mahluk yang ada di muka bumi ini. Ilena membuka matanya dan betapa kaget saat wajah rupawan itu tepat di depan wajahnya "Tampan," gumam Ilena dalam hari


Seketika senyum Ilena mengembang menyadari tangan pria itu melingkar di pinggangnya dan satu nya lagi jadi tumpuhan kepalanya sebagai bantal "Pantas saja tidur ku sangat nyaman," kata Ilena dalam hati sambil terus tersenyum


Ilena mengamati garis wajah yang luar biasa sempurnah itu "Sudah puas mengamati?" kata Neron tiba-tiba dan sudah membuka matanya dengan lebar


Sontak Ilena memejamkan matanya kembali, agar dikira masih tidur oleh Neron "Berhenti berpura-pura," kata Putra Mahkota melepas pelukannya dan mulai turun dari ranjang


"Kau, bersiap dan habiskan sarapan mu nanti," kata Putra Pahkota pada Ilena yang masih berbaring di ranjang "Yang Mulia akan sarapan dengan ku?" tanya Ilena


"Omong kosong apa itu!" kata Putra Mahkota sembil menjauh dari Ilena "Heis!," desis Ilena sambil cemberut. Putra mahkota ingin membuka pintu tapi terkunci


"Mana kunci pintu ini?" tanya Putra Mahkota "Mustahil, pintu kamar tak pernah di kunci, itu peraturan istana kan" jawab Ilena heran


"Jangan bercanda, sudah jam berapa ini," desis Neron dengan keaal "Tapi Yang Mulia saya bersumpah, pintu itu tak pernah di kunci," jawab Ilena jujur, lalu beranjak dan ikut memeriksa pintu itu


"Waahh, kenapa pintu nya terkunci," kata irene Ilena bingung


"Aaahh!," desis Neron lalu beranjak ke kamar mandi yang ada di sana lalu mencuci wajahnya. Setelah selesai Putra Mahkota keluar dan duduk di pinggir ranjang, Ilena pun bergegas untuk membersihkan diri nya juga


"Telpon pelayan mu, mungkin mereka yang mengunci nya," Neron saat Ilena keluar dari kamar mandi


"Baik lah" kata Ilena mengambil HP nya lalu menelpon, sudah hampir 5 kalai Ilena menelpon tapi tak ada respon dari kedua nya


"Maaf Tuan tapi tak ada jawaban" kata Ilena "Sarapan lah, tak baik untuk anakku jika kau melewatkan sarapanmu," kata Putra Mahkota tak acuh


"Ada roti dan susu yang ku bawa semalam kan, sarapan lah dengan itu dulu," sambung nya "Jadi tuan sudah mengakui nya anak," desis Ilena sinis masih mengingat perkataan jahat yang keluar dari mulut pria itu


"Bukan kah dia anak Pangeran Seann" sambung Ilena bertanya dengan nada ketus "Hentikan omong kosong mu! aku sudah minta maaf," desis Putra Mahkota tak acuh


Ilena pun mulai memakan roti yang di bawakan Putra Mahkota semalam, roti itu terasa begitu nikmat mungkin karena Neron yang membawa nya


"Yang Mulia juga harus makan" kata Ilena menyodorkan roti pada Putra Mahkota "Tidak, " jawab nya tak acuh sambil menepis tangan Ilena


"Aaaaaa.." rengek Ilena tak menyerah terus membujuk Neron "berhenti merengek seperti bayi!," desis Putra Mahkota lalu mengambil roti dari tangan Ilena dan memakan nya dengan kunyahan-kunyahan kasar. Kedua nya pun sarapan bersama dan hal itu membuat irene sangat bahagia


"Kau suka saat seperti ini ya," kata Ilena dengan suara berbisik sambil mengelus perutnya seakan mengajak jabang bayi itu berbicara "Siapa?" sahut Putra Mahkota


Ilena hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "kau sangat aneh," desis Putra Mahkota sungguh merasa aneh pada wanita itu


Saat mereka berdua sedang menikmati sarapan di kamar Ilena yang terkunci dari luae, di luar kamar sana sedang sangat kacau. Semua pelayan kebingungan dan panik menyadari calon Raja mereka tak ada di kamar, dan tak bisa di hubungi juga, bagaimana tidak HP Putra Mahkota ada di kamar nya sedangkan dia berada di kamar Ilena


Kedua pelayan itu belum bisa ke kamar Ilena karena keadaan yang tidak kondusif bisa-bisa semua nya menjadi kacau jika mereka berdua ke sana


"Pangeran," sapa mereka pada Pangeran Sean "Kenapa?" tanya Pangeran Sean "Sebenar nya Putra Mahkota tak hilang," kata pelayan berbisik "Lalu?" bingung Pangeran Sean


"Putra Mahkota ada di kamar Nyonya, akan ada masalah besar jika orang-orang istana menemukan kedua nya di dalam kamar yang sama" jelas pelayan pada Sean "Ya ampun," desis Sean merasa frustasi


"Kemarikan kunci kamar nya," kata Pangeran Sean "Kalian harus memastikan tak ada orang yang pergi ke area tempat tinggal Putra Nahkota" kata Pangeran Sean


"Baik lah Pangeran," jawab kedua nya. Pangeran Sean pun pergi ke kamar Putra Mahkota untuk mengambil baju Neron, lalu menyelinap ke lorong kamar Ilena dengan jantung yang hampir lepas menahan takut


"Kau tak merasa mual lagi?" tanya Putra Mahkota pada Ilena "Tidak pagi ini," jawab Ilena


Pangeran Sean membuka pintu itu dengan tergesah-gesah saat sadar akan ada orang yang datang


Baru saja masuk Pangeran Sean langsung mengisaratakan agar Putra Mahkota dan Ilena diam, lalu Sean menarik Putra Mahkota untuk bersembunyi di kamar mandi


"Adaa apa? kau ini kenapa?" tanya Putra Mahkota bingung saat diajak sembunyi oleh Sean "Diam kakak, atau kita akan ketauan" kata Pangeran Sean


Ilena terdiam saat rombongan sekertaris kerajaan tiba di kamarnya "Ada apa?" tanya Ilena begitu terkejut


"Maaf Nyonya apa anda melihat Putra Mahkota? beliau hilang sejak semalam," kata sekertaris dan membuat Ilena sangat terkejut menyadari betapa bahaya nya keadaan ini


"Maaf tapi saya tak melihat nya," kata Ilena gugup menutupi kebohongan nya


"Baik lah Myonya maafkan kami," kata sekertaris Han lalu meninggalkan ruangan itu


Saat merasa semua aman kedua Pangeran itu keluar dari persembunyian. Pangeran Sean terpingkal karena merasa semua ini sangat lucu "Kakak kau seperti remaja yang minggat dari rumah dan menginap di rumah pacarmu," kata Pangeran Sean terpingkal hebat


"Tutup mulut mu!" kata Putra Mahkota yang sudah terlihat rapih dengan setelan yang dia pakai "Jantung ku hampir lepas, karena kalian berdua" desis Pangeran Sean


"Kita harus segera keluar sebelum orang lain menemukan kita," kata Pangeran Sean. Putra Mahkota pun menuruti perkataan Pangeran Sean dan menyelinap keluar dari kamar itu dan meninggalkan Ilena yang masih tersenyum lucu dengan semua kejadiaan pagi ini


"Yang Mulia," kata sekertaris kang saat melihat calon Raja itu


"Aku baik-baik saja dan aku tak hilang aku ada di kamar Sean semalaman," bohong Putra Mahkota


"Bubar, " titah Putra Mahkota pada rombongan yang mencari nya