Empress

Empress
Ketahuan



"Kenapa kau sangat cantik," kata Pangeran Sean mengecup pipi Putri Ara


"Karena aku di lahirkan dengan wajah sempurna," kata Putri Ara sambil tertawa


"Mau melakukan sesuatu?" kata Pangeran Sean menggoda


"Kau selalu mengatakan hal kurang ajar!" desis Putri Ara kesal


"Beri aku ciuman," kata Pwngeran Sean


Putri Ara segera mengecup bibir sang Pangeran singkat


"Aku tak suka ciuman yang singkat," kata Pangeran Sean ******* bibir Putri Ara


Lalu membawa tubuh Putri Ara untuk bercumbu di atas kursi kamar nya itu


Mereka terus bercumu mesra tampa sadar ada sepesang mata yang mengintai mereka dari luar


Awal nya Ibu Suri menyangka bahwa Pangeran Sean bersenang-senang dengan wanita dan dengan nakal membawa nya ke Istana


Betapa terkejut nya Ibu Suri saat sadar bawa yang sedang di cumbu oleh Pangeran Sean itu adalah Putri Ara


"Kalian pergi lah dari sini," perinta Ibu Suri pada pelayan nya, seluruh pelayan nya pun meninggalkan tempat itu


Ibu Suri pun membuka pintu kamar itu


Sontak membuat Pangeran Sean dan Putri Ara terkejut dan segera melepas tautan mereka


"Nenek..," kata kedua nya terkejut


Ibu Suri pun memberi tatapan mematikan untuk kedua cucu nya itu


Sedangkan Putri Ara sibuk membetulkan kancing baju nya yang sudah tak karuan


"Apa yang kalian lakukan!" teriak Ibu Suri


"Nenek kami bisa menjelaskan nya..," kata Pangeran Sean


"Apa yang bisa kalian jelaskan!" teriak Ibu Suri penuh amarah


"Nenek..," kata kedua nya saat melihat Ibu Suri memegangi kepala nya karena merasakan pening


"Nenek duduk dulu..," kata Putri Ara


"Lepaskan aku..," kata ibu suri menghempas tangan Putri Ara


"Apa yang kalian lakukan!" kata Ibu Suri


"Kami menjalani hubungan nenek," kata Pangeran Sean sambil bersimpuh di lantai


"Hubungan?" tanya Ibu Suri menghela nafas putus asa


"Sudah sejauh apa?" tanya Ibu Suri


Putri Ara menatap Pangeran Sean degan tatapan takut dan khawatir, ya mungkin ini adalah hari terakhir kedua nya hidup


"Sudang sangat jauh nenek," jawab Pangeran Sean lagi berani


"Berpelukan?" tanya Ibu Suri


"Iya..," jawab Pangeran Sean


"Berciuman?" tanya Ibu Suri


"Iya..," jawab Pangeran Sean


"Hubungan badan?" tanya Ibu Suri dengan suara yang gemetar


"Iya.," jawab Pangeran Sean takut, sedangkan Putri Ara hanya bisa menangis sedari tadi


"Yaampun...," desis Ibu Suri sambil memegang kening nya


"Hanya sekali kan?" tanya Ibu Suri berharap


"Tidak" jawab Pangeran Sean jujur


"Kalau begitu sesering apa kalian melakukan itu?" tanya Ibu Suri dengan amarah nya


"Jawab aku Sean!" benatak Ibu Suri


"Kau jangan hanya menangis jawab aku!" kata nya memukul pundak Putri Ara


"Sering nenek dan kami saling mencintai," kata Pangeran Sean sedikit lancang


"Sean!" teriak Ibu Suri sambil melempar Sean dengan bantal


"Kalian berdua gila! kalian tak memikirkan kami! kalian benar-benar gila," kata Ibu Suri memukul kedua cucu nya itu


Lalu pergi dengan amarah nya


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Putri Ara dengan khawatir


"Kita hanya bisa menerima hukuman kita," kata Pangeran Sean putus asa


________


Hari ini Ibu asuri mengumpulkan semua orang di kamar nya termasuk Ibu Pangeran Sehun yang baru saja sampai tadi pagi karena panggilan Ibu Suri


Pangeran Sean dan Putri Ara terlihat sangat gugup dan gelisah


"Asa apa Ibu Suri memanggil kami semua?" tanya Raja


"Bahkan kakak ipar juga ada," sambung Raja


"Aku mengumpulkan kalian untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting," kata Ibu Suri


"Rencana pernikahan Pangeran Sean" sambung ibu suri


"Nenek," desis Pangeran Sean setengah protes


"Kau diam!" kata Ibu Suri menunjuk muka Pangeran Sean dan membuat semua orang terjut


"Nikahkan Pangeran Sean dengan Putri Ara, " kata Ibu Suri


Sontak membuat semua orang terkejut dan tidak mengerti


"Ibu apa-apaan ini!" kata Raja mulai tak mengerti


"Putrimu, putrimu yang gila itu," kata Ibu Suri menunjuk kearah Putri Ara


"Sudah memberikan hidup nya pada orang gila itu," sambung Ibu Suri menunjuk Pngeran Sean


"Yang Mulia ada apa ini?" tanya ibu Pangeran Sean bingung


Semua orang bingung terlebih lagi melihat Putri Ara yang mulai menangis


"Mereka berdua tidur bersama!" teriak Ibu Suri


"Mereka berdua melakukan hal yang tak pantas mereka lakukan," sambung nya


Semua orang terkejut dan menatap kearah dua orang yang menjadi bahan perdebatan itu dan menanti penjelasan dari kedua nya


"Saya akan menerima hukuman apapun, yang di katakan Ibu Suri itu benar, aku dan Putri Ara menjalani hubungan," kata Pangeran Sean sambil menundukan tubuh nya


"Ayah, ibu, saya mencintai nya," kata Putri Ara buka suara


"Putri Ara!" teriak Ibu Ratu


"Apa yang kalian lakukan," desis Raja


"Apa yang harus kita lakukan jika begini?" kata Raja putus asa dengan ledakan amarah nya


"Tak ada pilihan lain jika kalian tak mau putra dan putri kalian di asingkan maka nikahkan mereka," kata Ibu Suri


"Bagaimana bisa kita mengatakan nya pada rakyat ibu," desis Raja


"Tapi kita juga tak bisa menikahkan putri mu dengan orang lain lagi!" jelas Ibu Suri


"Berikan saya waktu untuk berfikir," kata Raja meninggalkan tempat itu lalu di ikuti oleh semua orang kecuali Putra Mahkota yang menatap kedua adik nya itu dengan tatapan mematikan


"Waahh kalian berdua luar biasa..," kata Putra Mahkota


"Jadi ini alasan mu menolak perjodohan, kalian berdua sangat luar bias," kata Putra m


Mahkota menahan amarah nya


"Kakak, aku sungguh minta maaf" kata Pangeran Sean


"Tak masalah, jika kalian saling suka atau bahkan berencana menikah atau apapun itu, tapi cara kalian sedikit berlebihan," kata Putra Mahkota


"Seharus nya kalian melakukan nya di luar Istana saja agar tak ketahuan," desis Putra Mahkota


"Kakak tak marah?" tanya Pangeran Sean


"Apa yang salah dengan saling mencintai, tapi kalian harus siap dengan resiko dari tindakan berani kalian ini," kata Neron pada kedua orang itu lalu meninggalkan kedu adik nya itu


_________