
Sesampai nya di rumah sakit Putra Mahkota tak melepaskan gengaman nya pada Ilena yang sudah tak sadarkan diri itu, Neron terus mendampingi nya tanpa perlu khawatir mereka menggunakan jalur VVIP khusus keluarga kerajaan hingga terhindar dari penglihatan orang lain
Sesampai nya di ruang periksa Putra Mahkota juga tak melepasakan genggaman nya dari tangan dingin itu, masih setia menunggui wanita yang tengah di periksa dokter khusus kandungan itu
"Bertahan lah, semua akan baik-baik saja," bisik nya pada telinga Ilena yang sebenar nya tak bisa mendengar perkataan nya
Ilena tak sadarkan diri dan sekarang tengah di periksa oleh dokter dan itu membuat Neron sedikit ngeri bercampur takut menerka apa yang terjadi dentan wanita itu. Hampir setengah jam melakukan pemeriksaan akhir nya semua orang itu menghentikan kegiatan mereka
"Apa yang terjadi?" tanya Neron pada dokter yang memeriksa Ilena "Nyonya sudah melewati masa sulit nya yang mulia, dia pingsan karena tak sanggup menahan sakit yang dirasa nya, tekanan darah nya juga sangat rendah," jelas dokter
"Tapi, jangan khawatir Nyonya baik-baik saja," sambung dokter itu
"Aaaa," kata Putra Mahkota mengendus lalu memerosotkan tubuh nya kelantai, kaki nya serasa hilang kekuatan hingga tak mampu menahan beban tubuh nya lagi
Melihat calon Raja mereka berjongkok di laintai seisi ruangan itu ikut berjongkok untuk menghormati Neron dan stutus Putra Mahkota nya
Kaki Neron begitu lemas hingga rasa nya tak bisa menopang tubuh nya lagi karena begitu takut dan gugup saat melihat tubuh pucat Ilena tadi, sungguh tubuh wanita itu seperti ayam yang siap untuk di masak
"Yang Mulia," kata orang-orang di ruangan itu saat melihat calon Raja mereka itu terlihat aneh, Neron menyetabilkan deruh nafas nya hingga merasa tenang
"Ada yang bisa menjelaskan keadaan nya pada ku?" tanya Putra Mahkota pada semua orang di sana "Yang mulia saya akan menjelasakan nya" sahut dokter itu menberi tau Neron "Baik lah," kata sang Putra Mahkota
Lalu kedua nya pergi ke ruangan yang lebih tenang
"Terus temani dia," kata Neron pada kedua pelayan Ilena "Baik yang mulia," patuh ke dua nya pada perintah Neron
"Jadi bagaimana?" tanya Putra Mahkota
"Begini tuan ku.. kandungan Nyonya Ilena berada pada trismester pertama sangat dan sangat rentan dengan keguguran," jelas dokter pada Neron
"Seperti nya Nyonya sedang stres akhir-akhir ini, stres dapat memicu kontraksi rahim Yang Mulia," sambung dokter menjelaskan pada Neron
"Tapi, apa semua akan baik-baik saja?" tanya Neron
"Sejauh ini akan baik-baik saja tuan ku, kita hanya perlu menjaga suasana hati nya dan memperhatikan makan serta istirahat nya, " jelas dokter menutup penjelasan nya
Setelah mendengar penjelasan itu Putra Mahkota bergegas kembali ke istana karena tak akan aman untuk nya berada di rumah sakit dengan pengamanan yang minim
"Kakak bagaimana keadaan kaka Ilena?" tanya Putri Ara "Dia baik," jawab Putra Mahkota singkat "Hais," dengus Putri Ara kesal "Jawaban macam apa itu!" desis nya
_________
Putra Mahkota bergegas menemui Pangeran Sean untuk membicarakan tentang pembuat musium dalam rangka mengenang Raja sebelum nya yaitu mediang ayah Sean
"Bagaimana keadaan nya kakak?" tanya Pangeran Sean pada Putra Mahkota "Dia baik," jawab Neron
"Jadi apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Putra Mahkota
"Oh iya, kak aku menemukan sesuatu yang aneh," kata Pangeran Sean
"Ada apa?" tanya Putra Mahkota
"Bukankah ayah ku di nyatakan meninggal karena penyakit kronis yang di derita nya bertahun-tahun," kata Pangeran Sean
"Ya, aku mengingat nya sampai sekarang" jawab Putra Mahkota
"Tapi, ini kakak" kata Pangeran Sean memberikan sebuah jurnal pada Putra Mahkota "Apa ini?" tanya Neron
"Aku menemukan itu di ruangan rahasia ku dan ayah ku kak, itu adalah catatan pribadi ayah ku," jelas Pangeran Sean
Putra mahkota membaca kata demi kata yang ada di jurnal itu, dan benar saja apa yang di ceritakan Sean itu benar ada nya
"Dengan siapa lagi kau bercerita tentang hal ini?" tanya Putra Mahkota "Hanya pada mu" jawab Sean "Kalau begitu jangan ceritakan ke siapa pun, terutama tentang ruangan itu," kata Putra Mahkota
"Apa kakak juga memikirkan hal yang sama seperti ku?" tanya Pangeran Sean sambil menatap Neron penuh tanya
"Apa kakak juga berfikir bahwa ayah ku sengaja di lenyapkan?" sambung nya
"Apapun itu kita akan mencari tau nya, jangan katakan apupun pada orang lain, kita tak bisa percaya semua orang di istana ini," kata Putra Mahkota
"Baik lah kakak," jawab Sean singkat
___________
Sudah 2 jam sejak Ilena siuman, disana ada ibu suri yang mengunjungi nya "Yang Mulia tak perlu repot, maafkan saya yang mulia," kata Ilena
"Apa kau sudah merasa baikan?" tanya Ibu Suri "Iya Yang Mulia" jawab Ilena "Bagus lah kalau begitu," jawab Ibu Suri sambil mengelus kepala Ilena
Dan di sana juga ada Putri Ayan, istri dari Putra Mahkota itu menatap Ilena dengan tatapn remeh
"Harus nya kau lebih hati-hati bagaimana jika terjadi hal buruk pada bayi ku?" kata Putri Ayana dengan nada ketus
Ilena benar-benar tak bisa berkata apa-apa seakan leher nya tercekik mendengar perkatan Ayana yang mengatakan bahwa bayi yang di kandung nya adalah bayi Ayana
"Kau harus berhati-hati" kata Putri Ayana lalu mengikuti jejak Ibu Suri yang sudah meninggalkan ruangan itu
"Nyonya, ibu anda menlpon," kata pelayan
Ilena menarik nafas dalam lalu mengangkat telpon itu "Halo ibu," kata Ilena dengan nada yang di buat seceria mungkin
"Kau baik-baik saja nak?" tanya ibu Ilena seakan tau bahwa Ilena sedang tak baik-baik saja "Eem, aku sangat baik ibu, aku sedang berbaring di kasur karena sedang mendapat libur." bohong Ilena
"Apa kabar ibu dan jeno?" tanya Ilena "Kami baik-baik saja nak" kata ibu nya
Setelah panggilan itu berakhir Ilena kembali menetesakan air mata nya, Ilena begitu pilu saat mendengar suara yang di rindukan nya itu
Melihat sang Nyonya bersedih kedua pelayan nya yang setia menemani itu menenangkan Ilena dengan cara memeluk tubuh Ilena dengan hangat
"Terimakasih karena selalu ada," kata Ilena lalu menghapus air mata nya
"Nyonya mau makan sesuatu? Tanya pelayan nya "Berikan aku jeruk saja," jawab Ilena. Lalu Ilena memakan jeruk yang di berikan oleh pelayan nya itu
_______
Siang ini Ilena sudah di perbolehkan meninggalkan rumah sakit dan pulang ke istana
"Kak," sambut Putri Ara saat Ilena tiba di kamar nya. Ilena menyambut hangat pelukan yang di berikan Putri Ara itu
"Kakak tak apa kan?" tanya Putri Ara
"Saya baik-baik saja Tuan Putri" jawab Ilena
"Ayo, kakak harus beristirahat" kata Ara lalu membantu Ilena untuk berbaring
_________