Empress

Empress
Perjuangan



Setelah keberangkatan Raa, Ratu, Ibu Suri, dan Putri Ara ke Thailan Istana bertambah kacau


Di tambah lagi di tetapkan nya Jiyan sebagai buronan intersional memperburuk keadaan negara


Semua orang tengah membicarakan kekacauan ini, bagaimana semua kejahatan itu di ungkap


Dan Istana tengah mendapatkan teror sekarang siap lagi yang bisa melakukan itu kecuali Jiyan, bahkan pagi ini seluruh penghuni Istana harus di ungsikan karena terdeteksi ada bom di istana


Semua orang merasa panik terlebih lagi kedua Pangeran itu yang terlihat sangat kacau tapi tak ada pilihan lain selain terus berusaha dan berjuang


"Kita pasti bisa kakak," semangat Pengeran Sean pada kakak nya itu


"Ya kita pasti bisa," kata Putra Mahkota


Keadaan semakin buruk saat rakyat tau bahwa tahta tengah kosong karena mundur nya Raja dari jabatan


Semua rakyat berkumpul di depan Istana berunjuk rasa menuntut penjelasan


"Kita harus segera melakukan upacara pengangkatan mu kakak," desis Pangeran Sean


"Tak ada jalan lain," sambung nya


Sedangkan Ilena dan semua orang di LA tengah berada di bandara untuk terbang ke Roma persembunyian mereka di ke tahui, untung saja orang-orang yang di kirim Putra Mahkota untuk menjaga mereka adalah orang-orang yang handal


Ilena berusaha menahan tangis nya sekarang, dia begitu takut dengan situasi ini, belum lagi melihat putra nya yang masih begitu kecil untuk terus berpergian dan berpindah tempat


"Sabar ya sayang" kata Ilena mengecup pipi anak nya


"Tak apa nak, semua akan baik-baik saja," kata ibu Ilena menenangkan putri nya


"Maaf karena ini kalian harus di tempatkan di posisi bahaya," desis Ilena pada kedua pelayan nya


"Apa yang Nyonya katakan, kami akan selalu berada bersama Nyonya," kata pelayan nya


Upacara pengangkatan Putra Mahkota pun di laksanakan dan membuat rakyat sedikit tenang, tapi keadaan belum juga membaik karena teror demi teror terus datang ke arah mereka


Jiyan mempunyai banyak orang hebat di belakang nya, tujuan mereka tak hanya ingin membuat industri obat terlarang legal pertama di dunia tapi juga ingin membuat negara mereka sendiri


Polisi internasional tengah bekerja keras untuk menangkap Jiyanndan komplotan nya


"Tujuan dia adalah kita," kata Neron


"Ayo, temui dia secara pribadi," sambung nya


"Apa maksud kakak?" tanya Pangeran Sean


"Aku akan menjadikan diri ku umpan untuk menangka nya, " kata Putra Mahkota


"Apa yang kau katakan! kau gila!" kata Pangeran Sean menolak keras ide itu


"Tak ada jalan lain," kata Neron


"Kau bisa saja mati," desis Pangeran Sean


"Aku tak peduli, jika itu di perlukan untuk keselamatan semua orang, maka ayo lakukan" kata Neron


Mereka mengadakan rapat tertutup dengan pihak keamanan negara dan keamanan internasional, untuk menjalankan ide berbahaya mereka


Semua orang setuju dengan itu, dengan lantang Neron melayangkan tantangan nya pada Jiyan untuk bertemu di bangunan proyek Mega Chuang yang sudah terbengkalai karena pembangunan nya yang di stop


Setelah melihat pernyataan Neron, Ilena langsung menelpon


Dengan menangis Ilena memohon untuk membatalkan ide itu


"Bagaimana dengan kami jika terjadi sesuatu pada mu," kata Ilena menangis tersedu


"Tidak sayang, tak akan terjadi apa-apa pada ku, jikapun terjadi hal buruk Kenan akan sangat bangga punya ayah seperti ku" kata Neron


"Aku mencintai mu," kata Ilena


"Aku tau!" kata Neron sambil tertawa


"Aku akan segera menjemput kalian," kata Neron memutus sambungan telpon nya


Sementara itu Pangeran Sean juga sedang menenagkan istri nya dan berkata semua akan baik-baik saja


"Dengar Ara, aku mencintai mu," kata Pangeran Sean


Semua orang merasa takut dengan semua yang akan terjadi


"Kita pasti bisa kakak!" kata Pangeran Sean memeluk Neron


Kedua nya menyelipakan pistol di pinggang masing-masing, hanya untuk persiapan


Kedua pria itu terlihat sangat gagah berdiri berdampingan di hadapan Jiyan dan puluahan orang-orang yang mengawal nya


Sedangkan semua pengamanan kedua Pangeran itu sudah bersiap di posisi mereka masing-masing


"Sudah ku duga kau pengecut!" kata Neron


"Aku bukan pengecut menantu, aku pintar..," kata Jiyan


"Kalian berdua berlaga keren di TV, tapi terlihat pucat saat berhadapan dengang puluahan senapan ini," kata Jiyan


"Waa, menantu ku sudah menjadi Raja sekarang," sambung Jiyan dengan meremehkan


Sementara Neron menarik perhatian Jiyan dengan berdialog dengan nya


Sean dengan gerakan pelan tapi pasti mendekati kwon jiyong, lalu mengarahkan pistol ke kepala nya


"turunkan senjata kalian" teriak Pangeran Sean


Semua orang menurunkan senjata nya karena merasa terancam bos mereka dalam dabahaya


Saat itu lah semua pengamanan keluar dari persembunyian dan menangkap semua orang-orang itu


"Dorrrrr!" suara ledakan pistol yang mengejutkan semua orang


Dengan cepat Pangeran Sean mengerahkan pistol nya pada orang yang melesatkan timah panas itu dan menembak orang itu tepat di kening nya


Orang itu menembak Neron


"Lihat Raja baru kalian mati!" teriak Jiyan yang meliahat Neron sudah tersungkur dengan tembakan tepat di dada nya


Semua orang yang awal nya tak menyadari siapa yang tertembak pun tersadar mendengar teriak Jiyan itu


Dengan refleks Pangeran Sean menembak kaki kanan Jiyan, lalu berlari kearah sang kakak


"Kakak..," teriak Pangeran Sean mengangkat kepala Neron ke pangkuan nya


Darah terus mengalir dari bekas tembakan itu


"Kakak..," teriak Pangeran Sean dengan takut sambil menangis


"Kata kan pada Ilena aku mencintai nya," kata Neronnlalu tak sadarkan diri


"Kau harus mengatakan nya sendiri bodoh!" kata Pangeran Sean berteriak


"Kakakk..," teriak nya sekali lagi


________