
Keluarga kerajaan sudah mengumumkan pernikahan Putri Ara dan Pangeran Sean, dengan alasan untuk mempererat hubungan antara keluarga Raja dan keluarga mediang Raja terdahulu yang sudah di asingkan selama 20 tahun itu
Dan di luar dugaan rakyat menerima berita itu dengan penuh suka cita serta memberikan restu pada Royal Coupele itu
__________
"Selamat malam," sapa Putra Mahkota pada Ilena sambil memeluk pinggang ramping itu dan mendaratkan kecupan di pundak nya
"Malam," sahut Ilena sambil tersenyum
"Ken nakal hari ini?" tanya Putra Mahkota, yang penasaran karena seharian tak bertemu dengan putra kecil nya yang sekarang tengah tidur dengan pulas di atas ranjang bayi nya
Putra Mahkota sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga banyak menghabisakan waktu di luar istana
"Ken sedikit rewel hari ini" jawab Ilena jujur
"Pasti Melelahkan..," desis Putra Mahkota sambil menenggelamkan kepala nya ke pundak ibu anak nya itu
"Tidak sama sekali, aku sangat menikmati peran ku sebagai ibu," jelas Ilena sambil mengerus rambut hitam ayah putra nya itu
"Sayang..," panggil Putra Mahkota
"Emm," jawab Ilena
"Setelah pernikahan Ara dan Sean, aku akan mengirim mu dan Kenan ke LA kalian harus tinggal dengan ibu dan jeno untuk sementara waktu," kata Putra Mahkota
"Kenapa seperti itu?" tanya Ilena yang kaget
"Kalian akan aman disana, sekertaris ku akan mengatur semua nya, kalian juga tak akan tinggal di apertemen itu lagi," kata Putra Mahkota dan makin membuat Ilena bingung
"Tapi kenapa kami harus di kirim kesana?" tanya Ilena
"Aku akan segera melayangkan bukti-bukti kejahatan Jiyan pada pengadilan internasional," cerita Putra Mahkota
"Lalu apa hubungan nya dengan kepergian kami," protes Ilena
"Saya juga mau menemani anda berjuang, saya tak mau meninggalkan anda sendirian," sambung Ilena
"Akan bahaya untuk kalian, kalian adalah yang paling berharga buat ku, semua serangan balik dari lawan akan tertuju pada kalian," kata Putra Mahkota
"Jadi aku mohon percaya pada ku," sambung Putra Mahkota
"Jadi anda akan berjuang sendirian?" desis Ilena sedih
"Kau membantu ku dalam perjuangan ini, kau ku beri tanggung jawab besar untuk menjaga Ken" kata Putra Mahkota lalu mengecup punca kepala Ilena
"Bukan kah kau bilang akan pergi kemana pun ku ajak? jadi aku mohon turuti aku," sambung Putra Mahkota
"Baik lah..," jawab iIlena
"Terimakasih," kata Putra Mahkota
"Ilena..," bisik Putra Mahkota
"Emm," jawab Ilena
"Sudah berapa lama sejak terakhir kita melakukan itu..," kata Putra Mahkota
"Itu apa?" tanya Ilena berpura-pura padahal sudah biasa menangkap arah omongan pria itu
"Aku sangat menginginkan mu," kata Putra Mahkota mengecup leher putih itu
"Anak mu akan bangun nanti," kata irene
"Dia tidur dengan nyenyak mana mungkin dia bangun," kata Neron mulai membari cumbuhan di sekitaran leher Ilena
"Sudah lah," desis Ilena saat tangan itu malai membuai lekuk tubuh nya. Pelan-pelan tubuh mungil itu di bawa ke atas ranjang, Putra Mahkota mulai mengecup bibir Ilena dengan lembut dan penuh cinta
Dan berlahan membuka satu persatu pakaian yang di gunakan Ilena, setelah itu Ilena juga membantu Neron membuka kancing baju nya
Lalu dengan cepat irene memberikan kecupan pada dada bidang itu, setelah itu kecupan itu berpindah ke bibir Neron
Tangan Neron sudah menyusuri tiap jengkal kulit putih mulus itu
Lalu kedua nya menyatu memadu cinta dengan keringat yang membasahi tubuh mereka, memberikan kesempatan tubuh mereka saling merasakan, saling menyentuh penuh perhatjan
Saling menatap penuh cinta, hanya ada desisan dan desahan kecil di antara kedua nya
Kedua nya berpelukan erat saat berhasil mencapai puncak bersama-sama
"Aku mencintai mu," bisik Neron
"Benar kah?" tanya Ilena sambil mengelap keringat yang ada di kening Putra Mahkota
"Eemm..," kata Neron menganggukan kepala nya lalu memeluk Ilena sambil membetulkan posisi mereka
"Jangan pernah berfikir meninggalkan ku ya..," kata Putra Mahkota sambil memainkan tangan nya di tubuh Ilena
"Saya harus tidur," kata Ilena dengan lembut sambil menahan tangan putra Mahkota yang nakal
"Sekali lagi saja," kata Putra Mahkota lalu kembali ******* bibir Ilena dengan sedikit paksaan
kedua nya kembali hanyut dalam permainan itu
"Saya harus kekamar mandi" bisik Ilena pada Neron
"Mau ku temani," goda Putra Mahkota
"Tidak perlu!" desis Ilena sambil medorong kening Putra Mahkota dengan telunjuk nya
Ilena segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri nya
Entah kenap perasaan tak enak itu kembali hadir, bagaimana bisa mereka melakukan hal layak nya suami istri padahal tak ada ikatan apapun di antara kedua nya
Bukan kah tugas Ilena hanya memberikan keturunan pada Putra Mahkota, dan tugas nya sudah selesai Kenan sudah lahir di dunia
Ilena mentap tubuh nya yang penuh bercak kemerahan di cerimin, seketika air mata nya jatuh dan menghina diri nya sendiri, dia persis seperti ******
Setelah selesai membersihkan diri, Ilena keluar dengan kimono tidur nya, baru saja ingin membaringkan tubuh nya ke rajang putra kecil nya menangis
Dengan sigap Ilena mengangkat tubuh bayi tiga bulan itu
"Ken lapar?" tanya Ilena sambil menimang tubuh Kenan
"Dia bangun?" tanya Putra Mahkota
"Iya..," jawab Ilena
"Kemari aku akan menggendong nya, kau harus tidur," kata Putra Mahkota
"Tapi anda tak bisa menyusui nya kan," kata ailena sambil tertawa
"Ahh, benar juga..," kata Putra Mahkota tertawa
Ilena membawa putra nya naik keatas ranjang lalu memberikan susu pada putra nya, tak lama Ken tertidur, Putra mMhkota yang sedari tadi mengamati putra nya itu menyusu pun sudah ikut tertidur
Ilena tersenyum lebar melihat kedua pria nya sudah tidur dengan sangat lucu, bahkan ekspresi tidur kedua nya terlihat mirip
"Kenan benar-benar seperti duplikat ayah nya," desis Ilena sambil tersenyum
__________