Empress

Empress
Kusut



"Selamat pagi" kata Pangeran Sean mengecup pipi kanan Ara


"Yaa!! kau gila!," gumam Ara terkejut karena kelakuan pria itu "Kenapa? tak ada orang disini," kata Pangeran Sean "Pergi sana," usir Putri Ara melanjut kan lari pagi nya. Sedangkan Pangeran Sean hanya membuntut dari belakang


Sementara itu Putra Mahkota tengah mengamati wajah tenang Ilena yang masih nyaman tidur


"Jam berapa dia tidur semalam?" tanya Putra Mahkota pada pelayan Ilena "Hampir jam 11 malam Yang Mulia," jawab kedua nya


"Kenapa sangat malam? ada yang dia kerjakan?" tanya Putra Mahkota lagi "Entah lah Yang Mulia, tapi seperti nya Nyonya merasa tak nyaman semalam karena bayi nya terus menendang," jelas pelayan


"Benar kah?" tanya Putra Mahkota penasaran "Iya ayang Mulia" jawab pelayan itu


Putra Mahkota mengecup kening Ilena dan itu mengusik tidur nya "Emm," rengek Ilena sambil memalingkan wajah nya


"Kau tak suka di cium" goda Putra Mahkota "Hentikan!" desis Ilena "Tak rindu aku?" tanya Neron


Tapi tak mendapat jawaban karena Ilena masih saja memejamkan mat nya


"Kau harus bangun, kau harus menemui undangan Raja pagi ini," bisik Putra Mahkota


Sontak membuat Ilena langsung membuka mata nya lalu mendudukan tubuh nya


"Huaahh..," kata Ilenanmenguap dengan sangat lucu "Maaf" kata nya sambil menatap Putra Mahkotan"Tak masalah," jawab Putra Mahkota ikut tertawa


"Kau kesulitan tidur semalam?" tanya Putra Mahkota "Merindukan aku?" sambung nya


"Tisak sama sekali," jawab irene beranjak dari ranjang, dengan cepat Putra Mahkota menarik tubuh irene hingga duduk di pangkuan nya. Melihat itu kedua pelayan Ilena cepat-cepat membalik tubuh mereka


"Kau tak tau malu ya..," gumam Ilena "Kenapa? Lihat mereka membalik tubuh mereka" kata Putra Mahkota


"Aku ingin mandi dan segera bersiap," protes Ilena saat merasa Putra Mahkota mengeratkan pelukan nya


"Kalau begitu ayo mandi bersama..," kata p


Putra Mahkota


"Dasar mesum!" kata Ilena sambil melepaskan diri dari pelukan Neron dan langsung pergi ke kamar mandi


Semua orang sudah berkumpul untuk sarapan


Sambil makan Pangeran Sean dengan jahil menyenggol kaki Ara yang duduk di samping menggunakan kaki nya


Sekali dua kali Ara membiarkan kelakuan Pangeran itu, tapi sang Pangeran belum juga mau menghentikan aksi nakal nya


"Aaa..," teriak Pangeran Sean saat Putri Ara mencubit paha nya dengan kencang. Sontak semua orang menantap Pangeran Sean


"Maaf, saya tak apa," kata Pangeran Sean sambil mengelus bekas cubitan itu


Setelah itu semua orang sarapan dengan tenang dan sekarang sarapan merekapun sudah selesai tapi belum di bubarkan oleh Raja untuk membicarakan sesuatu


Semua orang menatap Putra Mahkota yang terlihat sangat serius membuka jeruk tersebut


"Putra Mahkota apa anda sudah selesai?" tegur Putri Ayana "Sedikit lagi" jawab nya enteng


"Ini," kata Putra Mahkota menyodorkan piring berisi jeruk itu pada Ilena


"Maaf.." kata Putra Mahkota pada semua orang "Mari mulai pembicaraan nya," sambung nya tak enak


"Dia Wong Yukhei anak dari konglomerat tiongkok, yang akan di nikahan dengan putri Ara, " kata Raja sambil menujukan foto


Dan sontak membuat Putri Ara dan pangeran Sean terkejut karena hanya mereka berdua yang belum tau tentang hal ini


"Tidak" sahut pangeran Sean dan sontak membuat semua orang melotot kearah nya


"Apa maksusd mu!" kata Ibu Ratu "Maaf yang mulia tapi saya tidak setuju," kata Pangeran Sean "Siapa yang memberi mu hak untuk setuju atau tak setuju," kata Ibu Ratu lagi


"Yang Mulia, Putri Ara masih terlalu muda, dan saya yakin Putri Ara juga tak bersedia," jelas Pangeran Sean


"Ini pernikahan Putri Ara bukan kau! lalu kenapa kau bicara demikian," kata Raja dan membuat Pangeran Sean terdiam


"Pernikahan nya akan di atur 4 bulan lagi," kata Raja "Tapi ayah, aku tak mau" desis Putri Ara


"Ini bukan masalah bisa atau tidak Putri, ini salah satu tugas mu sebagai Putri dari negri ini" kata Ibu Ratu


"Nenek tolong jelaskan kepada mereka! aku tak bisa, aku tak mau, " desis Putri Ara mencari pembelaan


"Pengumuman pernikahan mu akan di laksanakan minggu depan" tuntas Raja "Saya tidak mau!" kata Putri Ara meninggalkan semua orang


Melihat itu irene hendak bangkit dan mengejar Putri Ara tapi di tahan Putra Mahkota "Duduk saja," kata Putra Mahkota, hendak mengejar putri yerim


"Kakak biar aku saja," kata Pangeran Sean langsung berdiri dan mengejar Putri Ara


Putri yerim berlari kearah kamar nya, yang di ikuti oleh Pangeran Sean


"Tunggu," kata Pangeran Sean saat Putri Ara hendak menutup pintu kamar nya "Biarkan aku bersama mu" bujuk Pangeran Sean dan Putri Ara pun membiarkan Pangeran Sean masuk


"Aku harus bagaimana" kata kata Putri Ara mulai menangis "Aku harus bagai mana?" gumam Putri Ara takur


"Tak akan ada yang terjadi," kata Pangeran Sean "Mari akui semua nya," jelas nya


"Dengan begitu kita bisa saja mati" jawab Putri Ara "Apa saling mencintai adalah dosa?" kata P angeran sambil sambil menatap mata Ara


"Jika tidak ayo pergi saja," bisik Pangeran Sean "Tidak bisa kita tak boleh pergi banyak yang harus kita selesaikan," sambung Pangeran Sean mengkoreksi omongan nya barusan


"Tak ada jalan lain, ayo akui saja, " kata Pangeran Sean "Tapi aku takut," kata Putri Ara


"Ayo fikirkan sesuatu yang lain saja," sambung Putri Ara "Semua akan baik-baik saja, asal kita bersama, aku pastikan semua nya akan baik-baik saja," kata Pangeran Seanbsambil menghapus air mata Ara