Empress

Empress
Kusut (2)



"Bagaimana jika Putri melakukan hal tidak-tidak.," kata Ilena pada Putra Mahkota yang sedang berbaring di pangkuan nya sambil mengelus lembut rambut pria itu


"Ada Sean yang menjaga nya..," jawab Putra Mahkota


"Dia butuh waktu untuk menenangkan fikiran nya, kau tak perlu khawatir," sambung Putra Mahkota


"Kasihan Putri Ara, pasti dia sangat sedih," desis Ilena dengan sedih


"Itu lah kenapa aku sangat benci pada Istana ini," jawab Putra Mahkota


"Aku merasa sangat hancur di hari pengangkatan ayah menjadi Raja, dunia ku runtuh saat itu juga aku tak pernah mau menjadi ini," cerita Putra Mahkota


"Kenapa? bukan kah menyenangkan menjadi Putra dari Raja?" tanya Ilena sambil mengelus rambut ayah anak nya itu


"Tidak sama sekali.. Aku benci harus terkurung di sini bersama semua tipu Daya nya," kata Putra Mahkota


"Ilena..," panggil Putra Mahkota


"Eeemm..," jawab Ilena menoleh


"Aku sungguh tak sabar menanti nya lahir," kata Putra Mahkota mengelus perut Ilena penuh kasih


"Sabar tak lama lagi, hanya satu bulan lagi..," kata Ilena


"Dia pasti sangat lucu..," kata Putra Mahkota


"Tentu saja..," jawab Ilena


"Sayang, aku mau dia punya mata seindah mata mu ini," kata Putra Mahkota sambil mendongakan kepala nya untuk melihat wajah Ilena


"Eemm, dia akan punya kulit seputih ayah nya, bibir nya juga akan sebagus bibir ayah nya, hidung nya juga, hidung nya harus sebagus hidung ayah nya..," kata Ilena sambil menekan-nekan pipi Putra Mahkota dengan telunjuk nya


"Tapi dia harus punya kesabaran seperti ibu nya, sikap yang hangat seperti ibu nya dan hati yang tulus seperti ibu nya..," kata Putra Nahkota


"Sayang, ayo punya anak perempuan nanti..," kata Putra Mahkota


Ilena tertawa geli mendengar perkataan Putra Mahkota itu


"Bahkan yang pertama belum keluar..," desis Ilena


"Dan Yang Mulia sudah merencanakan yang kedua," sambung Ilena sambil tertawa


"Kenapa tertawa? Aku serius," kata Putra Mahkota


"Baik lah, tapi tunggu dia keluar dulu ya," jawab Ilena masih dengan cekikikan


"Sayang," kata Putra Mahkota sambil bangkit dari posisi berbaring nya dan duduk di samping Ilena dengan menyandarkan kepala nya ke pundak Ilena


"Ayo punya anak 8..," kata nya


Sekali lagi perkataan itu membuat Ilena tertawa


"Bukan kah itu sangat banyak?" kata Ilena


"Tak apa, rumah kita akan selalu ramai nanti," kata Putra Mahkota


"Setelah semua nya selesai mari tinggal di pinggir kota saja, kau dan anak-anak akan menunggu ku pulang bekerja di depan pintu setiap sore," kata Putra Mahkota mengajak Ilena berhayal


"Tak masalahkan jika kita harus tinggal di pinggir kota?" kata Putra Mahkota pada Ilena


"Dimana pun itu, di kutub utara sekali pun saya akan ikut kemana Yang Mulia membawa saya," jawab Ilena lalu mengecup pipi Putra Mahkota


"Kau sangat mencintai ku ya?" tanya Putra Mahkota


"Entah lah," jawab Ilena


"Yang Mulia sangat mencintai ku kan?  bahkan sejak awal pertemuan kita Yang Mulia sudah jatuh cinta pada ku kan?" goda Ilena


"Kenapa kau sangat percaya diri Nyonya.. " kata Putra Mahkota mengacak rambut Ilena


Setelah puas bercengkrama kedua nya akhir nya tertidur dengan posisi wajah Putra Mahkota yang sejajar dengan perut buncit Ilena


____________________


"Ini apertemen ku..," jawab Pangeran Sean


Kedua nya keluar Istana dengan penyamaran tampa seorang pun yang tau


Pihak istana juga membiarkan karena untuk memberi Putri Ara waktu untuk menenangkan diri dan pihak istana juga tak khawatir karena ada Pangeran Sean yang menemani Putri Ara tampa tau apa yang sebenar nya terjadi di antara kedua insan itu


"Apa kau sangat kaya? bahkan kau bisa membeli apertemen semewa ini?" kata Putri Ara dan di sambut tawa renyah dari Pangeran Sean


"Ini apertemen ibu ku," jawab Pangeran Sean


"Ibu sering kembali ke sini untuk ke makam ayah..," kata Pangeran Sean


"Dan aku tak pernah ikut?" tanya Putri Ara


"Todak" jawab Pangeran Sean


"Mau minum sesuatu?" tanya Pangeran Sean


"Tak usah" jawab Putri Ara


Kedua nya duduk di kursi secara berdampingan


"Ara.. Apa yang harus kita lakukan?" kata Pangeran Sean


"Bsakah kita melupakan semua nya dulu hari ini? aku hanya ingin bersama mu tampa memikirkan apapun hari ini..," kata Putri Ara sambil membelai wajah tampan itu


"Baik lah, ayo lupakan dulu..," setuju Pangeran Sean sambil menatap Putri Ara


Pangeran Sean menggenggam tangan mungil itu lalu di kecup nya dengan gemas


"Kau terlihat lebih seksi saat marah..," kata Pangeran Sean


"Kenapa kau sangat suka menggoda ku?" tanya Putri Ara


"Ara..," panggil Pangeran Sean sambil melingkarkan tangan nya pada pinggang Putri Ara


"Em?" jawab Putri Ara


Pangeran Sean mengecup bibir Putri Ara, dan langsung di balas olehP Putri Ara


Ciuam itu sungguh memabukan kedua nya hingga mereka berdua benar-benar hanyut dan melupakan semua yang terjadi


"Kau mengganti lipstik mu?" tanya Pangeran Sean


"Aroma nya berbeda..," sambung nya


"Kau suka?" tanya Putri Ara


"Aku sangat suka..," jawab Pangeran Sean dan melanjutkan lumatan nya


Tangan sang Pangeran mulai menyusuri lekuk tubuh itu lalu mulai melepas satu-persatu pakaian yang ada di tubuh itu


Dan mereka berakhir dengan bergulat penuh gairah di atas kursi itu hingga akhir nya mencapai puncak dari kegiatan itu


Pangeran Sean memopong tubuh Putri Ara yang masih lemas itu kedalam kamar, membringkan nya dengan lembut lalu menutupi tubuh itu dengan selimut


Pangeran Sean pun hilang di balik pintu kamar mandi


Setelah selesai membersihkan tubuh nya Pangeran Sean mendekati Putri Ara yang masih berbaring di atas ranjang


"Aku akan membeli makan malam..," bisik nya pada Putri Ara dan di respon dengan anggukan oleh Putri Ara


Setelah membeli makanan Pangeran Sean langsung menata nya di meja makan


Saat hendak mengajak Putri Ara makan, Pangeran Seaj melihat Putri Ara yang berdiri di balkon kamar masih dengan juba mandi dan rambut basah nya


Pangeran Sean memeluk tubuh itu dari belakang


"Semua nya akan baik-baik saja sayang, jangan khawatir" bisik Pangeran Sean sambil mengecup pundak Putri Ara