Empress

Empress
Pagi (2)



Senyum Ilena mengembang dengan begitu cantik saat menyadari dia terbangun masih dalam pelukan ayah bayi nya itu, sungguh wajah tampan itu sangat mempersona dengan garis tegasnya


"Pagi," sapa Ilena saat menlihat Neron membuka matanya "Pagi," jawab Neron "Bersiap lah, pelayan ku akan mengantar mu," sambung Neron "Baik lah," jawab Ilena


"Eem," kata Ilena sambil membekap mulutnya dan berlari ke arah kamar mandi dan segera di ikuti oleh Neron


"Hoekk." Ilena muntah saat merasakan mual di perutnya "Muntahkan saja," kata Neron sambil memijat lembut leher bagian belakang Ilena "Sudah merasa baik?" tanya Neron, Ilena masih berjongkok di depan wastafel karena mual itu belum juga hilang


Neron membantu Ilena untuk kembali keatas ranajng, Ilena mendudukan tubuhnya di pinggir ranjang. Neron membantu untuk mengikat rambup panjang Ilena lalu mengoles minya aroma terapi yang akan memberikan sensasi hangat pada bagian leher Ilena "Kau akan lebih baik setelah ini," kata Neron sambil terus mengelus leher Ilena


"Berbaring lah, aku akan membantu mengoles minyak di perutmu juga," kata Neron sambil membantu Ilena membaringkan tubuh nya, berlahan Neron menyingkap baju Ilena lalu berlahan mengoleskan minyak aroma terapi itu "Pagi nak, sedang apa di dalam?" kata Neron mengajak jabang bayi itu bicara "Anak ayah sangat pintar," sambung nya "Apa yang Tuan lakukan?" tanya Ilena "Mengajak nya bicara dan kau juga harus rajin mengajak nya bicara seperti ini," kata Neron "Tapi dia lebih suka jika ayahnya yang mengajak bicara, seperti ini," kata Ilena


"Ya, aku akan lebih sering menemui nya mulai sekarang," kata Neron "Beri tau aku saat ingin melakukan pemeriksaan, aku akan menemani mu," kata Neron dan Ilena hanya mengangguk tanda faham


"Sudah mendingan?" tanya Neron "Emm," kata Ilena mengangguk "Jika sudah merasa baik mari ku antar ke kamarmu, akan ada masalah jika pihak istana tau kau bermalam di kamarku," kata Neron


___________________________________


"MEGA CHUANG PROYEK," kata Putra Mahkota pada Pangeran Sean


"Apa kakak?" tanya Sean bingung "Arti dari simbol yang ada pada lukisan itu," jawab Neron "Bagaimana kakak bisa tau?" tanya Sean


"Ilena bisa menterjemahkan simbol itu," jawab Neron "Ayah Ilena bekerja dengan mediang Raja dan meninggal tak lama setelah mediang Raja wafat" cerita Putra Mahkota


"Maksut kakak semua nya berhungan? dan Ilena adalah kunci dari semua ini?" kata Sean serius "Eemm, bisa jadi seperti itu" jawab Putra Mahkota sambil mengangguk


"Karena itu jangan sampai seorang pun tau tentang lukisan itu dan kemampuan Ilena memahami simbol nya karena akan berbahaya untuk wanita itu," jelas Putra Mahkota


"Ilena dalam bahaya kakak," kata Pangeran Sean "Oleh karena itu tak boleh ada yang tau tentang semua ini, ingat yang aku katakan kita tak bisa mempercayai siapa pun di istana," jelas Putra Mahkota "Baik lah kakak, aku faham" jawab Pangeran Sean


____________


"Salam Putri Mahkota," kata pria yang terlihat sangat angkuh itu pada Ayana "Ayah," sambut Ayana dengan senang


"Ayah.. kau bisa memanggil ku kerumah, kenapa repot-repot kemari?" kata Putri Ayana "kau harus bersembunyi kan, jadi ayah yang kemari," kata pria itu


"Ada masalah apa yang membawa ayah ke mari?" tanya Ayana


"Kita sudah harus mempersiapkan peraturan yang akan mempermudah perusahaan mengambil alih pulau Chuang, dan saat kau telah resmi di angkat menjadi Ratu, kau bisa segera melegalkan semua peraturan nya tri " jelas pria pada putrinya


"Sebagai balasan atas apa yang sudah ayah berikan pada ku, akan ku lakukan semu nya ayah," jawab Putri Ayana "Saat aku menjadi Ratu, akan ku jadikan ayahku sebagai orang yang paling berpengaruh di negri ini," sambung nya


"Kau sangat berbakti," puji pria itu sambil tersenyum bangga


_________________________


"Nenek yang memberi izin," rengek Putri Ara "Tapi kenapa harus aku?" tanya Sean sedikit kesal "Karena hanya kau yang bisa, aku mohon" pinta Ara "Tapi bagaimana cara nya?" desis Sean "Kita akan menonton pada jam yang paling malam, tak ada orang yang menonton film selarut itu," jelas Putri Ara


"Terima kasih" riang Ara penuh rasa bahagia


Mereka berdua pergi dengan topi dan masker, lalu masuk ke salah satu bioskop dan mengambil tempat duduk paling sudut agar tak menarik perhatian


"kau sering melakukan ini?" tanya Sean "Ya, jika tidak begini akan sangat sulit nonton di bioskop," jelas Putri Ara


"Bahkan aku sering bertemu dengan orang peting yang sedang berkencan secara rahasia," cerita Ara sambil cekikikan


"Suttt..! film yang sudah mulai," kata Sean


Mereka menonton dengan tenang saat film nya mulai di putar. Kedua nya hanyut ke dalam film tersebut. Film yang mereka tonton benar-benar romantis di tambah dengan beberapa adegan erotis


Pangeran Sean tak masalah dengan adegan-adegan itu berbeda dengan Ara yang sedikit tak nyaman


"Hei! untuk apa menonton jika kau menutup matamu," bisik Pangeran Sean pada Putri Ara


"Kenapa mereka berciuman di tempat umum" kata Ara mengomentari film itu


"Kau belum pernah betciuman?" tanya Pangeran Sean "Apa pertanyaan macam itu pantas untuk di jawab!" desis Ara


"Aku hanya bertanya" kata Pangeran Sean "Tonton saja film nya," kata Ara pada Pangeran Sean yang masih menatap nya.Tak terasa film yang mereka tonton pun hampir selesai


Muka Putri Ara memerah dan terasa panas saat mendapati pasangan yang duduk di set bawah mereka tengah berciuam mesra


"Kau tak pernah melakukan hal itu?" tanya Sean "Tentu saja belum," gumam Ara


"Mau melakukan nya?" tanya Sean sambil meraup kedua pipi Ara lalu tiba-tiba menempelkan bibir nya ke bibir kecil dan beraroma melon itu, Ara sangat terkejut tapi tak menolak juga, dia membiarkan Pangeran Sean melumat bibirnya dan sekarang tangan Ara sudah melingkar dileher Sean untuk mempererat ciuman itu


Ini ciuman pertama Putri Ara jadi dia hanya diam tak tau apa yang harus di lakukan, jadi dia hanya menuruti yang di lakukan Pangeran Sean. Ciuman itu semakin dalam bahkan Pangeran Sean sudah menyusuri rongga mulut Ara dengan lidah nya, mengabsen tiap gigi dan membelai tiap sudut yang ada di dalam sana


Mereka hilang kendali sampai melupakan semua nya, kedua nya sama-sama menikmati ciuman itu, Putri Ara pun sudah bisa mengimbangi permainan mahir Pangeran Sean itu


Mereka tersadar saat merasa sama-sama kehabisan nafas dan memlepas ciuam panas mereka


Mereka sama-sama melengoskan wajah mereka karena terkejut dengan yang mereka lakukan


"Ini sudah larut ayo pulang," ajak Ara sambil berdiri dengan gugup


Pangeran Sean yang tak kalah gugup pun ikut berdiri mengikuti langkah kecil Putri Ara.Selama di mobil kedua nya hanya diam bahkan tak saling menoleh hingga sampai di Istana


____________


Hai guys, makasih udah setia nunguin upan novel ini jangan lupa komen, like dan vote ya taman-teman