
Sementara Putra Nahkota mendapat tugas ke LA Pangeran Sean dan Putri Ara mendapat tugas ke pulau Sauja untuk proyek cagar budaya disana
Selama perjalanan kedua nya hanya diam tak banyak bicara sejak kejadian itu kedua nya menjadi sangat jauh
Mereka akan berada di Sauja selama 2 hari untuk meninaju proyek cagar budaya dan peresmian wisata baru di sana
Kedua nya menarik perhatian saat tiba di bandara seperti biasa dengan ramah mereka menegur orang-orang yang menyambut mereka
Dari bandar mereka langsung pergi ke proyek untuk meninjau
Setelah memastikan semua nya berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan mereka ke hotel tempat mereka dan rombongan menginap
Setelah makan malam semua orang kembali kemar masing-masing tersmasuk Pangeran Sean dan Putri Ara
Saat di kamar nya Pangeran Sean menatap ke arah laut, sejak kejadian ciuman nya dan Putri Ara di bioskop hati nya merasa tak tenang, dia merasa ada yang aneh dengan diri nya
Terlebih lagi karena Ara yang terkesan menjauh dari nya. Dengan tekat bulat Sean memberanikan diri mengetuk pintu kamar Ara
"Ada apa? ini sudah sangat malam," kata Putri Ara saat membuka pintu kamar nya
"Kenapa kau sangat aneh akhir-akhir ini?" tanya Sean pada Ara "Kau marah karena aku mencium mu?" tanya nya lagi
"Tutup mulut mu!" desis Ara "Kau marah kan" kata Sean "Iya! aku marah! kenapa? kenapa? kau menanggapku gadis kecil yang tak tau apapun oleh karena itu kau bisa mencium ku begitu saja lalu menjauh dari ku!" kata Ara "Kau mau mempermainkan persaan ku?" sambung nya
"Kau hanya menggapku adik kecil bodohmu kan? Lalu kenapa kau mempermainkan perasaan ku dengan ciuman itu?" tanya Ara dengan nada yang sedikit tinggi
Bukan nya menjawab Sean malah menarik pinggang Ara agas lebih dekat dengan nya dan mengunci tubuh itu, lalu mengecup bibi Ara, tak hanya sekedar mengecup tapi juga ******* dengan beberapa gigitan di bibir bawah gadis itu
Karena Ara tak membalas Sean melepaskan ciuman nya itu namun belum juga sempat menjauh tengkuk Sean di tarik oleh Putri Ara, dan Ara mulai ******* bibir seksi itu dengan cara menjinjit karena tinggi tubuh mereka yang jauh berbeda. Tanpa berfikir panjang Sean membalas ciuman itu
Dengan cepat Sean menysipkan lidahnya kedalam sana membelai setiap sudut yang ada di sana. Terdengar decakan-decakan yang berasal dari lumatan-lumatan mereka
Dan jangan lupakan tangan Sean yang sudah berani menyingkap gaun tidur Ara, tangan nya sudah membelai lembut kulit bagian punggung Ara dengan begitu menggoda
Masih dengan ciuman panas itu, tangan Sean sudah berada di bagaian depan tubuh Ara sudah membelai bagian yang harus nya tak boleh di belai nya
Kedua tangan Pangeran itu mencari pengait bra Ara dan dengan mudah melepas kaitan nya lalu menarik bra itu dan melempar nya ke sembarang tempat
Putri Ara hanya diam saat pria itu mulai melucuti semua pakaian nya
, pangeran sehun terpanah melihat tubuh polos yang belum pernah terjamah di depan nya ini
Pangeran sehun mendaratakn kecupan nya ke perut mulus itu lalu mulai naik ke bagian dada juga, memberikan kecupan-kecupan manja di kedua benda itu
"aaaaahhh" desah putri yerim tertahan
Pangeran sehun muali melepas pakaian nya sendiri, setelah selesai kembali memberikan lumatan dalam ke bibir wanita yang ada di bawah kuasa nya itu
Kedua nya sudah tak terkendali entah setan apa yang membuat kedua nya berani melakukan hal sejauh ini
"boleh ku lakukan sekarang?" bisik Sean dengan seksi
Otak Ara mengatkan tidak tapi tubuh nya malah mengiyakan ajakan itu. Tampa berfikir jernih Sean mulai menyatukan tubuh nya dan tubuh Ara
Putri Ara meringis menahan sakit di bawah nya. Pangeran Sean menatap wajah Putri Ara yang masih menahan sakit. Kedua semakin tak karuan atas penyatuan itu, sudah melayang entah kemana hingga kedua nya saling memiliki dan menyatu menjadi satu di iringi dengan melemas nya saraf-saraf yang ada pada tubuh kedua nya
Setelah itu Putri menangis sejadi-jadi nya Sean hanya menatap penuh bersalah punggung polos yang bergetar itu, Sean memeluknya dari belakang dan mengecup bahunta
"Ara, aku minta maaf," kata Sean gugup
"Pergi lah kita akan dapat masalah besar jika seseorang mendapati kita di sini," kata Ara
"Ara" panggil Sean "Pergi lah, atau aku akan mati sekarang juga," ancam Ar "Pergi lah" sambung nya
Pangeran Seanmengusap wajah nya kasar tak tau mau berbuat apa, dan akhir nya memutusakn untuk memkai pakaian nya
"kita akan bicara besok," kata Sean mengecup bahu putih itu "Maafkan aku Ara" kata pangeran sehun
"Pergi lah dulu," kata Ara mengusir
_______