Empress

Empress
Bayi



Hari ini Ibu Suri mengadakan pesta teh di taman dan mengundang Ibu Ratu, Putri Ayana, Putri Ara beserta Ilena juga. Sebenar nya Ilena ingin menolak undangan itu tapi apalah daya Ilena harus melakukan nya walau tak mau. Mereka mulai menyeruput teh sambil memperbincangkan semua program jerja yang di lakukan oleh semua wanita keluarga kerajaan


"Ilena, cara mu minum teh sangat baik," puji Ibu Suri saat Ilena minum teh dengan baik, sebaik para putri bangsawan. Ilena hanya menundukan kepalanya dan tersenyum sebagai tanda terimakasih nya atas pujian itu


"Iya Yang Muali, Ilene sangat cepat dalam belajar, oleh karena itu palajaran sikap untuk Putri Ara ku percayakan pada nya" jelas Ibu Ratu "Benar kah, ku kira Ilena hanya menangani sekolah Putri Ara saja" kata Ibu Suri


"Bagaimana kabar anak ku?" tanya Putri Ayana secara tiba-tiba, Ilena begitu terkejut dengan lertanyaan itu dan seketika mimik wajahnya berubah saat menyadari anak yang di maksut Ayana adalah bayi yang ada di kandungan nya "Baik yang mulia," jawab Ilena


"Bagaimana dengan tradisi cerita nya?" tanya Ibu Suri pada Ilena "Berjalan dengan baik Yang Mulia" jawab Ilena "Cerita apa yang di bacakan oleh Putra Mahkota?" tanya Ibu Ratu antusias "Putra Mahkota membacakan buku sejarah yang mulia," jawab Ilena dan mengundang gelak tawa Ibu Suri dan Ibu Ratu "Mungkin malam ini Putra Mahkota akan membacakan buku fisika untuk bayi nya" canda Ibu Suri


Setelah pesta teh nya selesai Ilena dan Putri Ayana berjalan bersama karena area kamar mereka yang berdekatan


"Pegang ini," kata Putri Ayan sambil memberikan tas nya pada Ilena. Ilena pun mengambil nya sambil tersenyum


"Yang Mulia, saya pelayan saya yang lebih pantas membawakan tas anda," kata pelayan Ilena pada Putri Ayana


"Kau benar-benar ingin mati!," desis Putri Ayana "Sama dia juga pelayan," kata Ayana sambil menunjuk Ilena "Bedanya dia pelayan yang di tiduri Putra Mahkota," sambung nya


Seketika tubuh Ilena bergetar mendengar omongan kasar itu, seribu pilu kembali mengacak hatinya, Ilena berusaha menahan air mata nya agar gak keluar di hadapan Putri Ayana "Kau harus berjalan di belakang ku," kata Putri Ayana pada Ilena


Kedua pelayan Ilena pun mengelus belakang Ilena untuk memberi Ilena kekuatan, Ilena pun tersenyum pada kedua nya seakan mengatakan dia baik-baik saja. Belum juga sampai ke area kediaman mereka rombongan mereka berpapasan dengan rombongan Putra Mahkota


"Yang Mulia," hormat mereka, Putra Mahkota hanya lewat begitu saja, tapi mata nya melirik ke tas yang di bawa Ilena, ingin rasa nya mengabaikan itu tapi belum juga jauh melangkah Putra Mahkota berbalik arah, lalu merebut tas itu dari tangan Ilena


"Yang Mulia.., " kaget Ilena dan semua orang disana "Aku akan membawakan tas ini untuk istriku," kata Putra Mahkota sambil memberikan tatapan marah pada Ayana,semua orang di sana bisa menangkap amarah calon Raja mereka itu, karena tak enak Putra Mahkota berjan ke arah Ayana lalu mengelus rambut nya


"Istri ku yang cantik masih cukup sehat untuk membawa tas nya sendiri," Neron sambil mengecup kening Ayana dan memberikan tas itu lalu meninggalkan nya begitu saja


"Dan kau, pergi ke kamar mu, jangan terlalu sering di luar," kata Neron pada Ilena lalu pergi


__________


"Nyonya bukan kah Putra Mahkota sangat keren tadi," kata pelayan Ilena "Putra Mahkota menyelamatkan Nyonta dari Putri angkuh itu," sabung yang lain "Berhenti mengatakan hal seperti itu tentang Putri Ayan," tegur Ilena "Maaf nyonya," kata pelayan nya


"Nyonya ingin makan apa malam ini?" tanya pelayan nya "Apa saja" jawab Ilena "Baiklah," kata pelayan nya


"YANG MULIA RATU SUDAH TIBA..," teriak dari luar "Yang Mulia" hormat mereka pada Ratu, Ibu Ratu tersenyum kearah Ilena


"Makan malam lah bersama kami malam ini, ini adalah undangan Raja," kata Ibu Ratu pada Ilena, Ilena pun langsung berlutut "Kehormatan untuk saya Yang Mulia" jawab Ilena. Kedua pelayan Ilena pun membantu Ileana bersiap untuk jamuan makan malam itu


"Kakak.." sapa Putri Ara dengan girang saat melihat Ilena yang baru saja tiba


Ilena duduk disamping Putri Ayana dan Putri Ara dengan perasaan gugup dan canggung. Ileba merasa mual saat mencium bau daging steak yang di saji kan, dengan cepat Putra Mahkota menangkap ketidak nyamanan itu


"Kau mual lagi?" tanya Neron, Ilena hanya diM sambil menggeleng kecil "Ini," kata Neron memberikan teh melatinya pada Ilena dan membuat semua orang menoleh karena hal itu "Minum lah, itu akan meredam rasa mualmu," kata Neron


"Aaa, adek bayi nya tak suka aroma danging?" Tanya Pangeran Seab lalu menjauh kan piring itu dari hadapan Ileanan"Makan ini saja," kata Sean memberikan puding cokelat pada Ilena


"ini, kakak makan ini saja," kata Putri Ara pada Ilena sambil memberikan puding cokelat nya juga


"Pelayan ambilkan makanan lain yang tak ada daging nya saja, bawa semua ini," titah Raja


Sungguh Ilena merasa tak enak karena dia semua makanan yang di hidangkan di tarik kembali dan di ganti dengan makanan lain. Sambil makan mereka menanyakan kandungan Ilena karena itu lah tujuan mereka mengundang Ilena dalam makan malam ini, setelah makan malam selesai mereka bubar dan hendak kembali ke kamar mereka masing-masing


"Brukk..," semua orang menoleh ke arah suara itu "Kau bahkan menendang kakimu sendiri saat berjalan," kesal Putra Mahkota membantu Ilena berdiri "Ada yang sakit?" tanya nya "Tidak Yang Mulia," jawab Ilena


"Kau bodoh atau bagaimana haa, aku bisa membunuh mu jika terjadi hal buruk pada anak kami," kata Putri Ayana berteriak ke arah Ilena, Ilena hanya menunduk


"Istriku, lebih baik kau kembali ke kamar mu," gumam Putra Mahkota dengan lembut tapi penuh penekanan setengah mengusir


"Sean antar Ara ke kamar nya, dia akan berkeliaran jika di biarkan sendiri," kata Putra Mahkota "Sesuai perintah Yang Mulia," kata Pangeran Sean, Pangeran Sean dan Putri Ara pun berjalan dengan sama-sama gugup


"Maafkan aku" kata Pangeran Sean


"Aa, tak masalah," jawab Putri Ara


___________________________________


"Tidur lah!" titah Putra Mahkota pada Ilena


"Tidak bercerita malam ini?" tanya Ilena dengan tatapan penuh harap "Aku harus bekerja" jawab Neron singkat "Tapi, bayi nya mau bersama ayah nya, " kata Ilena mengada-ngada "Tak bisa," jawab Putra Mahkota


Putra Mahkota melihat wajah Ilena dengan ekspresi hampir menangis "Kau ini benar-benar!," kata Neeon kehabisan kata-kata


"Jika tak bisa tak apa," kata Ilena dengan wajah hampir menangis nya "Tapi, jangan protes jika bayi nya nanti merajuk pada mu," sambung ilena setengah mengancam


"Aku akan mengganti baju ku dulu," kata Putra Mahkota putus asa dan membut Ilena begitu bahagia, setelah berganti baju Neron kembali ke kamar Ilena


"Peluk ya," kata Ilena sambil merengek "Tidak peluk, tidak bersenyuhan! hanya tidur!," kata Neron "Em, dua menit saja," rayu Ilena dengan manja "Aku mohon," sambung nya


"bayi nya yang mau," kata Ilena berharap pria itu mengerti dan memperbolehkan Ilena memeluk nya "Tidak!," tegas Putra Mahkota


"Baik lah," jawab irene dengan mata berkaca dan ekspresi wajah kecewa


"Sudah ku bilang jangan pasang wajah itu," desis putra mahkota saat mendapati ekspresi Ilena yang hampir menangis


"Hanya dua menit," kata Neron menarik ibu hamil itu ke pelukannya dan membuat Ilena tersenyum bahagia


Tak butuh waktu lama Ilena langsung terlelap dalam dekapan nyaman itu


_____________