
Ibu Ilena bangun pagi untuk menyiapkan makanan khas ulang tahun Ilena, karena hari ini adalah ulang tahun nya. Saat ibu Ilena bangun dia tak melihat Ilena dan Jeno jadi di fikir ibu bae adik kakak itu tengah pergi mungkin untuk berolah raga
Ibu Ilenabmemasak dengan riang dan berbahagia karena bisa merayakan ulang tahun putri tercinta nya di kota yang sangat indah ini dia hampir selesai memasak saat Jeno pulang dengan keringat yang membasahi tubuh nya
"Nak mana kakak mu?" tanya ibunya pada Jeno "Kakak? kenapa ibu bertanya pada ku?" tanya Jeno "Dia tak pergi berolah raga bersama mu?" tanya ibu nya Tidak ibu" jawab Jeno
"Baik mandi lah, setelah itu tolong bangunkan Putra Mahkota" kata ibu nya
"Baik lah ibu," jawab Jeno
"Kemana gadis itu" fikir ibu Ilena
Setelah membersihkan diri nya dengan pelan-pelan Jeno mengetuk pintu kamar nya yang di pakai oleh Putra Mahkota
Mendengar ketukan itu tampa sadar Neron bagun dari ranjang lalu memakai celana nya dan dengan enteng nye membuka pintu, tanpa ingat Ilena yang masih terlelap dengan tubuh yang hanya di tutupi selimut
"Ya" kata Putra Mahkota membuka pintu
Jeno terkejut saat Putra Mahkota keluar kamar dengan tubuh bagian atas nya telanjang, tapi yang membuat Jeno lebih terkejut adalah mendapati kakak nya berada di atas ranajang itu
"Kau apa kan kakak ku!" kata Jeno berteriak sambil memukul wajah Putra Mahkota dan sontak menyadarkan Neron
Ilena yang tadi tidur terbangun, ibu Ilena yang tengah menata meja makan pun berlari kearah keributan itu
"Kau akan mati!" teriak Jeno sambil memukul Neron "Jeno.." teriak Ilena pada adik nya itu "Jeno kakak akan menjelaskan semua nya" kata Ilena
"Jeno nak.. apa yang kau lakukan," kata ibu nya panik saat mendapati putra nya itu memukul orang yang paling tinggi derajat nya itu
Tapi ibu Ilena lebih panik saat melihat Putri nya hanya berbalut selimut di dalam kamar yang di tempati Putra Mahkota
"Ilena.." desis ibu nya melemas lalu berlajan dengan lesu menjauh dari sana
"Ibu" panggil Ilena sambil mengejar ibu nya yang di bantu oleh Jeno untuk duduk
Putra Mahkota bergegas memakai baju nya
Dan menyusul Ilena yang tengah berlutut di hadapan ibu nya
"Udara sangat dingin" kata Putra Mahkota sambil menyelimuti tubuh Ilena dengan satu selimut lagi. Sontak Neron mendapat tatapan tajam dari ibu Ilena karena itu
"Jelasakan pada ibu Ilena!" desak ibu nya pada Ilena
"Ibu aku.." kata Ilena mulai menangis
"jangan hanya menangis! jawab! apa yang ibu lihat tadi" kata ibu nya sambil memukul bahu putri nya itu
"Nyonya kenapa anda memukul nya" bela Putra Mahkota tapi dengan suara yang hampir tak terdengar
"Ayahmu mengirim mu keistana tidak untuk menjadi pelayan ranjang Putra Mahkota Ilena!" teriak ibu nya kesal
Ibu Ilena merosotkan tubuh nya dan ikut berlutut seperti Ilena, lalu memegang perut Ilena saat datang ibu nya tak bisa melihat perut buncit Ilena karena di tutupi jaket tebal, tapi sekarang tubuh Ilena hanya di balut satu lembar kain dan perut nya terlihat dengan jelas
"Ibu.. maafkan aku ibu" kata Ilena sambil menangis juga
"Aku tidak sudi kau menjadi istri simpanan nya!" teriak ibu nya histeris
"Kau mau mati! kau memaksa kakak ku!" Jeno ikut tersulut emosi
"Nyonya aku bisa menjelaskan semua nya" kata Putra Mahkota ikut berlutut
"Apa yang bisa anda jelaskan yang mulia" kata ibu Ilena tersedu-sedu
"Apa kau menjual diri mu pada nya untuk membiayai aku kakak?" kata Jeno dengan mata berkaca
"Tidak sayang tidak seperti itu dik," jawab Ilena dengan gemetar
"Jeno dengarkan aku," kata Neron
"Nyonya.. aku bersimpuh di hadapan mu bukan sebagai Putra Mahkota tapi sebagai ayah cucu mu" kata Nerom
"Aku tau aku salah dalam hal ini, tapi Nyonya aku berjanji akan menjaga putrimu, aku akan merelakan nyawa ku untuk nya" sambung Putra Mahkota
"Kau mencintai putriku?" tanya ibu Ilena "Iya" jawab Putra Mahkota yakin "Kau bisa meninggalkan istana untuk putri ku?" desak ibu Ilena "Aku akan menjawab tidak sebagai Putra Mahkota, tapi dengan lantang ku katakan iya aku sanggup sebagai ayah dari cucu mu" jawab Neron
Sontak membuat Ilena terkejut
"Aku akan melindungi nya Nyonya.. aku mohon percaya pada ku," kata Neron memegang kaki ibu Ilena
"Ilena, apa kau mencintai pria ini?" tanya ibu nya "Ya, aku mencintai nya ibu" jawab Ilena liri
"Kau gila kau hamil di luar nikah kakak! kau menjadi simpanan nya!" desis Jeno emosi
"Aku akan membunuh mu jika terjadi sesuatu pada kakak ku! ku jamin kau akan mati di tangan ku, aku tak peduli kedudukan mu" kata Jeno pada Neron
"Aku melepasakan mu hari ini hanya karena kakakku bilang mencintai mu!" sambung nya lalu pergi dengan membanting pintu
"Ilena pergi ke kamar.. aku akan bicara dengan ibu mu" kata Neron
"Yang Mulia" kata Ilena "Tak apa" jawab Neron sambil tersenyum. Ilena pun menurut dan masuk ke kamar meninggalkan Putra Mahkota dan ibu nya
Setelah Ilena pergi Putra Mahkota berlutut di hadapan ibu Ilena dan memohon maaf pada wanita yang sudah melahirkan Ilena itu
Lalu menceritakan semua yang terjadi pada ibu Ilena, dan mendapat dua tamparan di pipi kiri nya
"Aku berlutut dan memohon bukan sebagai Putra Mahkota, tapi sebagai seorang manusia biasa nyonya" kata Neron
"Aku tak bisa menjanjikan jalan berbunga untuk putrimu, tapi ku pastikan aku akan selalu membuat nya bahagia dan menjaga nya" kata Putra Mahkota pada ibu wanita yang di cintainya itu
________