
Malam ini begitu cerah, cahaya nya menenangkan setiap orang yang melihatnya, namun berbeda dengan Chelsea, sepertinya itu tidak berpengaruh kepadanya, oleh karena itu ia duduk sendiri di taman Cempaka.
Chelsea tampak sedang bingung dan tidak habis pikir karena Siska, Rey menjadi berubah.
"Gimana caranya biar kak Rey bisa percaya sama gua" Chelsea berpikir keras
Disaat Chelsea sedang duduk di taman sambil memikirkan tentang Rey, ada seseorang yang datang dan duduk disamping nya.
"Ngapain lu malem-malem duduk di sini?" tanya Kevin
"lo lagi Lo lagi, bisa gak sih gak usah ketemu gua sekali....aja" ketus Chelsea
Chelsea menatap Kevin dengan kesal, dengan tenang Kevin membalas tatapan Chelsea sambil tersenyum.
"Santai aja kali, gua gak bakal ganggu lu juga" Kevin tersenyum nakal
"Terserah lo dah" datar Chelsea
Kemudian Chelsea menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kayaknya lu lagi pusing ya?" tanya Kevin
"Ya" singkat Chelsea
Kevin tersenyum manis dan menatap Chelsea, namun Chelsea malah curiga dengan Kevin.
"Gua bisa bantu lu kok" senyum Kevin
"Lu bisa bantu gua?" ragu Chelsea
"Tapi tentang apa dulu nih?" tanya balik Kevin
Chelsea menatap Kevin dengan penuh kecurigaan dan berkata dalam hatinya.
"Kayaknya ni orang serius mau bantu gua" ucap Chelsea dalam hati.
Melihat Chelsea yang terdiam dengan raut wajah yang tidak mengenakkan membuat Kevin heran Dengan Chelsea.
"Woy! kok lu malah diem sih_-" kesal Kevin
"Enggak kok hehe, gua cuma mau bilang klo masalah gua tuh tentang kak Rey" ucap Chelsea
"Kenapa sama Rey?" tanya Kevin
"Kak Rey pacaran sama Siska" jawab Chelsea
"Terus??? bukannya malah bagus Rey udah gak playboy" ucap Kevin
"Masalah nya itu Siska matre" ketus Chelsea
"Masa iya?" ragu Kevin
"Iya gua serius, makanya gua kesel banget ama tuh cewe" kesal Chelsea
Kevin terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu.
Beberapa saat kemudian Kevin berteriak sehingga membuat Chelsea terkejut.
"Hah!" teriak Kevin
"Apaan sih lu bikin gua kaget aja" gerutu Chelsea
"Gua ada ide " ucap Kevin
"Ide apaan" datar Chelsea
Kevin pun membisikkan sesuatu ke telinga Chelsea, dan disaat Kevin membisikkan sesuatu Chelsea tersenyum mencurigakan.
"Bagus tuh ide haha" Chelsea tertawa kecil
"Iyalah gua yang ngasih ide" ucap Kevin dengan angkuh
"Kalo gitu gua balik yaa, udah malem juga" ucap Chelsea
"Mau gua anterin gak?" tanya Kevin
"Gak usah repot-repot" senyum terpaksa Chelsea
"Serius nih, gak baik loh cewe jalan sendirian malem-malem gini" ucap Kevin
"Gak apa-apa kok, gua bisa pulang sendiri" senyum Chelsea
"Oke lah, gua duluan ya" datar Kevin
Kevin pun pergi berjalan meninggalkan Chelsea, sementara itu Chelsea merasa ada yang aneh dengan Kevin.
"Kenapa tuh orang jadi baik gitu ya?_?" heran Chelsea
Kemudian Chelsea pun berjalan menuju rumah nya, namun tiba-tiba hujan turun begitu saja, tidak ada tanda-tanda hujan. Seperti hujan itu sedang merencanakan sesuatu.
"Loh kok tiba-tiba hujan sih" heran Chelsea
Ia pun berlari menuju halte yang berada didepan nya.
Di halte tersebut sudah ada seorang laki-laki yang memakai jaket abu-abu dan wajahnya tertutup oleh buku.
"Rumah masih jauh lagi" gumam Chelsea
Laki-laki disamping Chelsea terbangun dan melihat sudah ada Chelsea disampingnya.
"Kak Chelsea?" Reza terkejut melihat Chelsea
"M.G.O!" teriak Chelsea dalam hati
"Eh Reza.." Chelsea tersenyum
"Gilaaaaaa Reza cool banget" ucap Chelsea dalam hati
"Kok lu bisa ada di sini?" tanya Reza
"Rumah gua daerah sini dan kebetulan gua lagi keluar, eh tiba-tiba hujan, yaudah gua neduh disini deh" senyum Chelsea
"Owh....." Reza membalas senyuman Chelsea
Pipi Chelsea memerah karena melihat senyuman Reza yang begitu manis.
"Btw lu gak usah manggil gua kak, gua sama lu seumuran kok" jelas Chelsea
"Tapi lu kan kakak kelas gua" ucap Reza
"Kan udah gua bilang, gua seumuran kok sama lu" jawab Chelsea
"Oke deh Chelsea" senyum Reza
"Yaampunnnn" teriak Chelsea dalam hati
Disaat mereka sedang duduk di halte sambil melihat jalanan yang diterpa hujan yang deras, seketika angin pun berhembus kencang.
/Chelsea menggenggam tangannya sendiri/
"Lu kedinginan ya?" tanya Reza
"Enggak kok hehe" Chelsea tersenyum terpaksa
"Gak usah bohong" ucap Reza
Reza melepaskan jaketnya dan memakaikannya ke Chelsea.
"Deg...." jantung Chelsea berdebar.
"Makasih Za" senyum Chelsea
"Sama-sama" jawab Reza dengan cool
Beberapa jam kemudian hujan pun reda.
"Hujannya udah reda, gua pulang duluan ya" pamit Chelsea
Dengan spontan Reza menggenggam tangan Chelsea.
"Deg......" jantung Chelsea berdebar kencang
"Gak baik jalan sendirian, apalagi udah jam segini, bahaya" ucap Reza dengan penuh perhatian
Reza dan Chelsea pun berjalan bersama, sementara itu Reza masih menggenggam tangan Chelsea dengan erat.
Chelsea sangat gugup bahkan jantung nya berdebar kencang sepanjang jalan, sampai mereka pun tiba di depan rumah Chelsea.
"Makasih...ya...za.." gugup Chelsea
"Iya sama-sama" senyum Reza
"Lain kali lu gak usah gugup kayak tadi, gua duluan, dah" ucap Reza
Reza pergi meninggalkan Chelsea dengan senyuman manis, sementara itu jantung nya Chelsea seperti akan meletus.
...****************...
Chelsea masih membayangkan Reza yang membuat nya terbang ke angkasa.
"Huaaa....." teriak Chelsea
"Mimpi apa gua semalem"
/Ia pun masuk ke dalam rumah nya/
Saat Chelsea masuk kerumah, di ruang tamu sudah ada Rey yang duduk di sofa. Ia menatap Chelsea dengan sinis.
"Darimana aja lu?"
"Jam berapa sekarang?" tanya Rey dengan sinis
"Jam....10:30" polos Chelsea
Rey langsung berdiri...
"Lu gila ya!"
"Jam segini baru balik, lu tuh cewek!" bentak Rey
"Lu mau gua sakit?!" bentak balik Chelsea
Saat mereka bertengkar Laura dan Permana keluar dari kamarnya dan menghampiri Chelsea dan Rey.
"Ada apaansih, kok malah pada ribut malam-malam gini". ucap Laura
"Papah gak suka kalo kalian ribut kayak gini!" tegas Permana
Rey langsung mendekati kedua orang tuanya dan berkata...
"Nih pah, mah, masa Chelsea baru pulang jam segini"
"Udah tau dia kan cewe, malu-maluin aja" gertak Rey
Laura dan Permana kecewa terhadap Chelsea.
"Yaampun Chelsea kamu darimana aja?" tanya Laura
"Papah kecewa sama kamu, biasa nya kamu gak pernah pulang selarut ini" ketus Permana
Chelsea kesal, mengapa keluarga nya berasumsi sebelum mengetahui kebenaran nya.
"Ih...pada lebay banget" ucap Chelsea dalam hati
Ia pun menghampiri kedua orang tuanya...
"Pah, mah, di luar tuh hujan"
"Kalau aku pulang pas hujan, ntar aku bisa sakit"
"Kalo tau kayak gini, mending aku hujan-hujanan aja tadi!" kesal Chelsea
Chelsea pun masuk ke kamar nya dengan keadaan kesal, Laura dan Permana tercengang melihat Chelsea yang pergi begitu saja. Seketika Permana dan Laura menoleh ke arah Rey.
"Rey!" serentak Laura dan permana
"Maaf mah...pah...hehe" Rey tertawa malu
"Bikin ribut aja!" tegas Permana.
Laura dan permana masuk kamar mereka, sementara Rey merasa bersalah terhadap Chelsea.
keesokan harinya, Rey sudah siap dan rapi. Ia pun turun kebawah menghampiri Laura dan permana yang sedang sarapan di meja makan.
"Mah, pah...Chelsea mana?" tanya Rey
"Udah duluan" jawab Laura
"Chelsea ngambek tuh Rey" tambah Permana
"Yaudah mah, pah aku berangkat juga" ucap Rey
"Loh, sarapan dulu dong Rey" saran Laura
"Di sekolah aja, assalamualaikum" pamit Rey
"Wa'alaikum salam" serentak laura dan permana.
•Kelas XIB•
"Masa iya gua harus kayak gitu" ucap Nancy
"Please...Nans..." mohon Chelsea
"Tapi kalau gua gagal gimana?" tanya Nancy
"Coba aja dulu" Tambah Hani
"Iya deh️" Nancy terpaksa
Disaat Chelsea, Nancy dan Hani sedang merencanakan sesuatu dikelas, Rey datang ke kelas Chelsea lalu menghampirinya.
"Chels..." panggil Rey
"Kenapa lo manggil gua?" tanya Chelsea
"Gua....mau minta maaf" jawab Rey
"Untung gua adik lo, iya gua maafin" ucap Chelsea
Rey tersenyum karena Chelsea memaafkan nya.
"Thanks Chels" Rey tersenyum
Nancy melihat Rey dengan ragu, kemudian menghampiri nya.
"Kak Rey..." panggil Nancy
"Iya kenapa" jawab Rey
"Hehe, kak gua punya tiket date nih" tawar Nancy
Alis Rey terangkat sebelah, ia bingung untuk apa Nancy menawarkan nya tiket date.
"Tiket date? buat apa??" tanya Rey
"Kak Rey bisa ngedate sama tmn/pacar kakak" jelas Nancy
("Kode kah?") ucap Rey dalam hati.
"Kenapa gak lu aja yang pake" ucap Rey
"Hehe gua kan gak punya pacar" jawab Nancy dengan nada di tekan saat mengucapakan nya.
Dengan segera Chelsea mengambil tiket yang digenggam Nancy.
"Ah...lama lo kak Rey" rebut Chelsea
"Lu mau jalan sama siapa chels? haha" ledek Rey
"Gua kan mau pdkt haha" jawab Chelsea
Ia pun langsung pergi dari kelasnya.
Rey mulai penasaran, kemudian ia menatap tajam kepada Hani dan Nancy....
"Aduh....gua sakit perut..." ucap Hani
Hani melarikan diri, sekarang hanya tersisa Nancy dan Rey.
"Hehehe" Nancy tertawa terpaksa
"Lu pasti tau, siapa cowo yang di sukain sama Chelsea" To the point Rey
Rey menatap tajam kearah Nancy.
"Kurang tau deh kak hehe" elak Nancy
"Gak usah bohong deh_-" tegas Rey
"Kok bohong sih kak" kesal Nancy
Rey menatap Nancy dengan penuh rasa curiga, sedangkan Nancy mulai kesal dengan Rey.
"Lagian kalo kakak mau tau, ikutin aja Chelsea" ucap nancy
"Bener juga kata lu" jawab Rey
Rey terdiam sambil memikirkan sesuatu.
"Tapi....." ragu Rey
"Tapi kenapa kak?" tanya Nancy
"Gua gak tau tempatnya dimana" ucap Rey
Nancy memukul dahinya...
"Yaampun kak, lu kan ngikutin Chelsea"
"Otomatis pasti lu nanti tau tempatnya" Nancy berusaha sabar
"Oh iya haha" Rey tertawa malu
Kemudian Rey terdiam lagi.....
"Tapi gua gak punya tiket nya" datar Rey
"Soal itu tenang aja kak, gua punya tiketnya lagi"
"Dan berarti gua harus ikut lu" Nancy tersenyum
Rey merasa ada yang aneh pada Nancy, kenapa dia mempunyai tiket banyak, ditambah lagi mengapa ia harus ikut.
"Ntar dulu deh, kok lu punya banyak tiket?" curiga Rey
"Gua kan abis menang game online_-"
"Bagi gua mendingan dapet duit daripada tiket, tapi yaa gak apa-apa lah" jelas Nancy
Mendengar penjelasan Nancy, Rey pun percaya dan tidak curiga lagi.
"Gua boleh iku gak nih?" tanya lagi Nancy
"Gak apa-apa lah, yang penting gua bisa tau" ucap Rey dengan terpaksa
"Nah gitu dong hehehe" Nancy tertawa licik
Rey bicara dalam hatinya karena melihat sikap Nancy yang aneh.
"Kayak nya nih anak pengen jalan sama gua deh"
"Hahaha emang gini sih resiko jadi cogan"
Rey pun kembali ke kelasnya, sedangkan Nancy menghela nafasnya dan duduk di bangkunya.
...****************...