Dear Chelsea

Dear Chelsea
54. Pemeriksaan di bis satu #2



Aurel berjalan untuk memeriksa tas bawaan kelompok dua. Ia memeriksa tas leo untuk yang pertama ia periksa. Aurel pun memeriksa tas leo dengan raut wajah datar.


Setelah memeriksa dengan teliti aurel tak menemukan apapun yang berbahaya dan mencurigakan. ia pun memberikan tas leo kembali.


"Gak ada yang melanggar aturan, Nih gua balikin". Ucap aurel dengan ekspresi datar dan seperti orang yang malas berbicara.


"Gak mungkin juga gua bawa yang melanggar aturan kali, Gua bukan murid yang suka bikin onar". Ucap leo sambil tersenyum. Namun aurel malah menghela nafasnya karena harus bicara lagi (si paling mager ngomong).


"Yaa harusnya murid kayak lu yang jadi ketua osis". Datar aurel dan pergi menuju orang selanjutnya yang akan ia periksa tas nya.


"Hahaha, gua jadi ketua osis? Maaf keknya aurel salah deh, Gua gak setegas dan seteliti rey". Gumam leo yang merapihkan tasnya.


Aurel lanjut memeriksa bawaan stevi, Teman sekelas nya yang paling ribet dan juga si paling good looking. Aurel memeriksa teman sebangku nya itu. Dan sungguh terkejut nya aurel.


"Lu mau study tour atau mau lomba kecantikan sih stev?". Heran aurel yang melihat satu tas yang berisi alat kecantikan dan beberapa make up dan juga lipstik yang berbeda-beda.


"Hehehe, Gua kan harus selalu good looking rel, Kalo nanti kita sekamar terus lu mau minjem gak apa-apa kok". Stevi tersenyum tenang bahkan ia menawarkan make up nya ke aurel.


"Enggak deh, Makasih". Senyum terpaksa aurel yang sudah selesai memeriksa tas bawaan stevi.


Orang selanjutnya yang akan di periksa oleh aurel adalah cinta. Ia menghampiri nya, Tampa disuruh cinta langsung menyerah kan tas nya, Setelah itu duduk melihat ke arah jendela. Cahaya yang duduk di samping nya sedikit bingung dengan mereka berdua yang tak banyak bicara.


Aurel langsung memeriksa tas cinta. Ia tak heran melihat cinta yang tak bicara sebelum memberikan tas nya. Malah ia lega karena tak harus banyak bicara.


Isi tas cinta tersusun sangat rapih. Dan dia tak terlalu banyak membawa barang bawaan. Aurel selesai memeriksa tas cinta yang tak ada benda mencurigakan. Ia juga merapihkan kembali isi tas nya seperti semula, Aurel tau bahwa cinta tak kan marah jika tas nya menjadi berantakan, Tapi aurel tak enak melihat tas cinta yang tadinya sangat rapih jadi berantakan.


"Ini tas lu, Gak ada yang aneh". Datar aurel sambil memberikan kembali tas nya cinta.


"Makasih". Dingin cinta.


Aurel menuju jingga yang duduk di samping akmal. Mereka duduk berdua karena di dalam bis satu tidak ada dekat dengan mereka berdua.


Jingga memberikan tas nya sambil tersenyum ke arah aurel. Dengan terpaksa aurel membalas senyuman jingga.


Aurel pun memeriksa tas jingga dan menemukan novel world real. Ia langsung membuka mulut nya karena terkejut. Jingga sedikit bingung melihat aurel yang terkejut melihat novel tersebut.


"Lu baca ni novel?". Tanya aurel dengan penuh antusias. Jingga melihat novel yang dipegang aurel dan mengangguk mengiyakan pertanyaan aurel.


"Gua suka banget ama ni novel, Gua kira cuma gua doang yang suka sama nih novel, Soalnya setau gua ini novel yang baru terbit, Berarti lu emang suka baca novel dong?". Aurel seketika menjadi banyak bicara dan penuh dengan rasa tertarik.


"Iya kak, Gua suka baca novel hehe, Isi novel nya juga seru, Apalagi pas tau kebenaran nya". Jingga ikut tertarik dan berbicara dengan asik dengan aurel yang satu frekuensi.


"Bener banget tuh, Sumpah sih gua gak nyangka banget". Ucap aurel yang lupa dengan tugas nya itu. Rey yang mendengar kebisingan itu langsung menghampiri sumber suara.


Dan ternyata rey melihat aurel yang asik mengobrol dengan jingga. Disitu rey langsung menghadap aurel dan juga jingga.


Aurel tersenyum malu melihat rey dan mendengar sindiran nya. Yang tadinya aurel tersenyum penuh ketertarikan sekarang kembali seperti semula dengan wajah datar nya.


"Rey gak usah, itu kan tugas gua. Jingga nanti kita lanjutin yaa". Datar aurel di depan rey yang mengawasi nya. Rey pun kembali ke depan bis.


Aurel sedikit kesal karena rey yang mengganggu obrolan nya itu, Tapi itu memang salahnya. Ia pun kembali fokus memeriksa tas bawaan yang selanjutnya. Yaitu tas milik rehan (anak kelas sepuluh), Ia duduk di samping risky teman sekelas nya.


"Kak tolong periksa yang teliti yaa, Sekalian liat ada earphone bluetooth gua gak, Hehe". Ucap rehan yang sedang mencari earphone bluetooth nya.


Aurel mengambil tas rehan dan memeriksa nya. Ia juga sedikit kesal karena rehan memanfaatkan nya untuk mencari barang nya.


Setelah beberapa menit aurel memeriksa tas rehan, Ia tak menemukan apapun yang melanggar aturan. Dia juga tak sekalian mencari earphone bluetooth milik rehan.


"Nih tas lu, Gak yang melanggar". Ketus aurel sambil memberikan tas milik rehan.


"Earphone gua ketemu gak kak?". Tanya rehan yang mengira aurel sekalian mencari earphone bluetooth nya.


"Gak tau deh, Gak gua cari soalnya!". Sinis aurel dan pergi meninggalkan rehan.


"Hahaha, Cari sendiri makanya han, Kakak kelas lu suruh". Risky tertawa meledek rehan.


Rehan hanya bisa mencari earphone bluetooth nya dengan tangan nya sendiri. Sedangkan aurel menuju orang terakhir yang akan ia periksa tas nya.


Revan memberikan tas nya untuk di periksa oleh aurel. Revan duduk di samping farel teman sekelas nya. Mereka berdua adalah murid dari kelas sebelas A.


Aurel memeriksa tas nya dan menemukan benda yang sama seperti milik queen. Namun benda tersebut ada perbedaan nya. Aurel langsung terkejut melihat benda tersebut.


"Ini maksud apa nih?". Tanya aurel kesal ke revan yang menyimpan benda tersebut.


"Itu...eum...jangan kasih tau siapa-siapa ya kak. Kalo ada yang tau pasti gua di ledekin". Mohon revan dengan mata berbinar-binar.


"Lagian lu ngapain sih nyimpen foto nya terry, Dia temen gua loh, Jangan-jangan lu mau macem-macem ya?". Aurel malah menduga hal yang di luar logika.


"Enggak kok kak, Gua cuma ngefans aja ama kak terry. Secara dia itu jago ngedance and ngerap udah gitu dia swag lagi". Revan malah memuji-muji terry. yang merupakan member the cute girls.


"Awas aja yaa kalo lu macem-macem, Gua yang bakal turun tangan". Ancam aurel dan memberikan kembali foto tersebut.


Akhirnya aurel sudah selesai dengan tugasnya memeriksa barang bawaan kelompok dua. Ia langsung memberikan catatan laporan ke rey.


Kemudian ia duduk kembali di samping stevi. Dalam pikiran nya ia masih memikirkan tentang foto terry yang disimpan oleh revan. Ia bertanya-tanya, Apa benar revan hanya sekedar mengagumi terry?


...****************...