
ruangan osis masih dipenuhi dengan para anggota nya yang sedang rapat untuk keamanan study tour besok, dan beberapa diskusi lainnya.
"jadi besok keamanan standby yaa, kebersihan juga pada periksa tuh kebersihan anak-anak, jangan sampe disana mereka malah seenaknya pada buang sampah, atau ngtorin tempat". rey terlihat berbicara dengan bijak dan tegas, bukan seperti rey yang biasanya sangat tengil.
"terus yang lain gimana rey? selain keamanan sama kebersihan?". tanya elsa yang duduk disamping terry yang dari tadi malas mendengar rey.
"nah kalo soal itu, yang selain anggota keamanan sama kebersihan, bisa pilih mau gabung dan bertanggung jawab dimana". jawab rey dengan keputusan yang sudah dari tadi ia pikirkan.
anggota yang selain keamanan dan kebersihan mulai berfikir untuk masuk ke bagian mana. mereka tidak bisa asal pilih dikarenakan ada tanggung jawab yang harus mereka lakukan di dalam bagian itu.
"kalo pada bingung, biar rey aja yang milih, siapa yang cocok dibagian keamanan atau kebersihan, biar gak makan waktu". saran crish yang memegang pulpen untuk mencatat nama anggota yang ada di bagian keamanan dan juga kebersihan.
"setuju deh gua ama crish, bingung gila harus milih yang mana, apalagi ada tanggung jawab nya". ucap bam-bam yang takut tidak bisa melaksanakan tugas jika ia salah pilih, kalau dipilih kan setidak nya ada kepercayaan yang diberikan oleh ketua osis.
"yaudah gua langsung pilih aja, aurel sama terry bisa di kebersihan, kan enak tuh cewek semua, jadi bisa lebih nyaman dan kompak lah, nah bam-bam keamanan". ucap rey yang disetujui para anggota osis yang lainnya. bahkan terry juga setuju untuk keputusan rey kali ini.
mereka terus berdiskusi untuk keamanan dan juga pelaksanaan study tour. sebenarnya ketua osis sebelum nya adalah kevin, dan rey wakilnya. akan tetapi karena kevin pergi ke luar negeri dan juga kabar nya akan tinggal disana, jadi rey dipilih guru-guru untuk mengganti kan posisi kevin. sedangkan crish mendapatkan voting dari siswa-siswi smk 127.
di sisi lain chelsea sudah sampai dirumah nya dari tadi. sekarang dia sedang mengemas kan barang-barang untuk besok, sekalian juga merapihkan kamarnya yang terlanjur berantakan.
saat chelsea merapihkan meja belajar nya, ia menemukan selembar kertas, dan isi kertas tersebut adalah surat dari kevin sebelum kepergian nya ke singapore.
chelsea menghela nafasnya. ia perlahan membuka lembaran tersebut dan Membaca nya kembali. satu kalimat demi kalimat ia baca dengan serius dan setiap kalimat ekspresi chelsea berubah-ubah.
"oke...sekarang gua gak tau Harus gimana sama perasaan gua sendiri. jujur gua sebenernya masih belum move on dari kak kevin, tapi gua juga udah nyaman sama kak leo". gumam chelsea yang baru saja selesai Membaca isi selembar surat tersebut.
chelsea duduk sambil menunduk memikirkan perasaan nya yang menurut nya tidak jelas dan tak pasti benar atau tidak. telinga chelsea mendengar suara nada dering nya yang sedang berdering.
ia mengambil handphone nya dan Mengangkat telepon dari seseorang yang sedang ia pikirkan dari tadi.
"hallo chelsea, gua ganggu gak?". tanya leo
"enggak kok kak, hehe". senyum chelsea
entah Mengapa chelsea Senang leo menelphone nya, karena dari tadi ia sedang memikirkan leo.
"gua sebenernya dapet undangan buat nyanyi di cafe, jadi gua mau minta lu nemenin gua kesana, mau gak?". jawab leo dengan gugup dan juga mengajak chelsea ke cafe.
"eum...boleh sih, kebetulan gua udah selesai prepare buat besok, oh iya sekalian aja kifa ke minimarket, gua mau beli bawaan buat besok". senyum chelsea kearah kaca dihadapan dan juga mengedip matanya dengan bangga.
"iya sekalian aja, btw...kalo misalnya gua nyanyi lagu sesuatu buat lu, kira-kira lu bakal baper gak, kayak dulu gitu hehe, dulu lu kan suka banget kalo gua nyanyiin lagu romantis buat lu, eh ngomong apa sih gua, sorry chels gua cuma keinget doang hehe". leo menggigit bibir nya dengan gugup. oza yang berada di samping leo tersenyum puas karena kali ini leo tidak gagal mengikuti arahan nya.
raut wajah chelsea seketika berubah menjadi gugup dan teringat saat ia masih bersama dengan leo. pipi nya memerah karena tersipu malu mengingat ia dan leo yang sangat mesra dulu, leo juga sering membuat chelsea tersenyum malu karena tingkah leo yang sangat romantis.
"tenang aja chels gua gak bakal bikin lu baper kok hehe, soalnya kan gua nyanyi nya sesuai request dari sononya hehe, lagian tadi gua gak serius kok, hehe". ucapan leo dengan senyuman jail ke arah oza yang sedang menatap nya dengan kesal, sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
seketika raut wajah chelsea berubah lagi, kali ini ia menatap kaca dengan tatapan sinis dan ketus, seperti seorang pemanah yang tidak mengenai sasaran nya.
"hahaha santai aja kak, gua gak bawa serius kok, itu kan masa lalu juga, buat apa diinget ya gak, gak bakal ada yang berubah juga, oh iya gua prepare dulu ya, byee". ucap chelsea dengan ketus tapi nada nya seperti tidak apa-apa. ia langsung mematikan telphone tersebut.
chelsea menatap kaca dengan kesal. ia juga melempar handphone nya ke kasur.
"ish...ngeselin banget sih, gak jelas sumpah kak leo. dia sebenarnya kenapa sih". gerutu chelsea dan mumukuli kasur karena kesal dengan leo.
sementara itu leo merasa tak enak karena chelsea yang mematikan telephone nya sebelum ia melanjutkan pembicaraan nya. disisi lain oza sudah seperti hewan yang akan memakan mangsa nya.
"kok lu malah ngomong gitu sih bego, itukan gak ada di dialog lu yang gua arahin!!!!". oza kesal dan menatap leo dengan tajam. leo hanya melihat oza dengan malas.
"gua punya cara sendiri deh za, keknya cara dari lu tuh terlalu mencolok banget, mulai sekarang pake cara gua aja". jawab leo dengan penuh percaya diri.
"hahaha cara lu yaa? gua yakin sih sekarang chelsea lagi kesel karena lu yang bikin berharap eh tak tau nya cuma bercanda". tertawa sinis oza dan meledak leo.
"udah gua mau balik dulu baru jemput chelsea". datar leo dan beranjak keluar dari ruangan ekskul dance musik. sedangkan oza masih duduk sambil memainkan handphone nya.
leo merencanakan sesuatu untuk Pendekatan nya dengan chelsea, akan tetapi ada yang aneh dengan sikap dan cara leo yang terlihat seperti tak sesuai dengan harapan chelsea dan juga oza yang sudah memberi nya arahan. apa sebenarnya rencana leo, apakah dia akan berhasil mengambil hati chelsea kembali??
...****************...