
para siswa-siswi smk 127 sedang berkumpul di depan mading, yang baru saja ada berita terbaru.
chelsea dan rey pun Menghampiri kerumunan tersebut. namun mereka tak bisa melihat karena terlalu penuh.
kebetulan nancy dan hani baru saja keluar dari kerumunan tersebut dengan susah payah, chelsea pun memanggil mereka.
"nans...han...come here". chelsea memanggil hani dan nancy yang sedang mengatur nafas mereka, tanpa ragu mereka berdua menghampiri chelsea dan rey.
"ada apaan sih tuh?". tanya rey yang sambil melihat kerumunan tersebut.
"itu loh berita terbaru". jawab nancy
"berita apa?". tanya chelsea
"sekolah bakal ngadain study tour". ucap hani
"owh...study tour". ucap rey dan chelsea bersamaan, chelsea langsung senyum-senyum sendiri mendengar kabar tersebut.
"ngapa lu senyum-senyum sendiri". bingung nancy
"kehabisan obat dia, haha". ejek rey
"hahaha, bisa aja kak rey". ikut tertawa nancy
chelsea tak peduli dengan omongan rey, ia tetap tersenyum. seperti biasa hani terlihat canggung setiap bertemu dengan rey.
"gua ke kelas duluan yaa". ucap rey sambil berjalan meninggal kan mereka bertiga. hani melihat rey yang pergi dengan perasaan lega.
seketika senyum chelsea hilang, ia melihat raut wajah hani yang tampak tenang melihat rey pergi, padahal tadi saat rey masih ada, hani terlihat seperti tak nyaman.
"wait...wait...". chelsea menghentikan langkah kedua temannya yang hendak berjalan menuju kelas. ia menatap hani dengan curiga.
"han...gua mau nanya deh sama lu". ucap chelsea
"nanya apa chels". tanya hani
"sebenarnya lu kenapa sih sama kak rey?". tanya chelsea. nancy ikut menyimak pertanyaan chelsea.
terlihat sekali hani tak nyaman dengan pertanyaan chelsea. seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh hani, sesuatu yang tak diketahui oleh nancy dan chelsea.
"oke...lu bisa jawab kapan aja". senyum chelsea, ia menyadari bahwa hani tak nyaman dengan pertanyaan nya.
namun nancy justru sebaliknya, ia juga merasa ada yang aneh dengan hani setiap kali bertemu dengan rey.
"kayak nya lu harus jawab sih han, soalnya gua ngerasa lu tuh aneh banget kalo ketemu sama kak rey, kayak canggung gitu gak sih". terus terang nancy yang penasaran dengan hani
"yaa bener sih kata nancy, gua juga heran aja gitu, dan yang bikin gua tambah heran, kak rey juga kayak gak respon gitu ke lu". tambah chelsea yang ikut penasaran sama seperti nancy.
"aduh...males sebenernya bahas ini, tapi karena lu berdua yang minta, yaa okelah". hani mulai berbicara.
hani mengajak chelsea dan nancy ke tempat duduk terdekat. setelah itu hani langsung menjelaskan semua nya kepada mereka berdua.
"waktu itu pas di festival, yang gua ke rumah hantu sama kak rey, disitu kak rey nembak gua". ucap hani
"hah!". serentak chelsea dan nancy. mereka berdua sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh nancy, terutama chelsea.
"lu serius, kak rey nembak lu? kok kak rey gak ngomong sama gua sih". heran chelsea
"terus lu terima?". tanya nancy
"kalo gua terima gak bakal juga gua canggung". ucap hani, ia menghela nafasnya.
"jadi lu tolak?". terkejut nancy, ia tak habis pikir seorang rey permana cintanya di tolak oleh hani.
"sekarang udah jelas kan". ucap hani
"ya jelas sih hehe". senyum nancy
"udah yuk ke kelas". ajak chelsea
mereka bertiga pun berjalan menuju kelas mereka. chelsea dan nancy sudah mengetahui alasan hani dan rey saling canggung dan tak bertegur sapa.
di sisi lain wall magazine (mading) sekolah sudah sepi, hanya tertinggal beberapa orang yang baru melihat. leo dan oza berdiri di depan mading sambil membaca pengumuman tentang study tour seluruh murid-murid smk 127.
"gila gak sih, semua murid study tour? berapa bis kira-kira ya? kelas XII isinya 65 murid". bingung leo, ia memikirkan betapa ramainya nanti saat mereka study tour.
"lagian gak semuanya juga kali ikut, kan gak wajib juga, gua sih males ikutan kek gini, mending gua main game seharian". ucap oza yang tidak tertarik dengan study tour tersebut.
"serius lu gak mau ikut za?". tanya leo
"serius lah, males rame banget". jawab oza
"gua yakin sih crish sama oriyas pasti ikut, masa lu gak ikut sih za". bujuk leo yang mengharapkan oza ikut serta study tour yang diadakan sekolah.
oza terdiam sambil memikirkan lagi apakah dia harus ikut atau tidak. sebenarnya dia malas ikut, karena ozan tak suka dengan keramaina. namun ketiga sahabatnya ikut, pasti mereka sangat ingin oza ikut.
"yaa udah deh, gua ikut". ketus oza
"gitu dong bro, kan jadi nya kita lengkap". senyum leo
"yaa iya". senyum malas oza
setelah berbincang-bincang leo dan oza berjalan meninggalkan wall magazine. setelah itu terry dan elsa yang baru saja datang melihat orang yang baru saja melihat pengumuman di mading.
elsa menghampiri orang tersebut dan menanyakan nya, setelah itu ia langsung menghampiri terry yang sedang menunggu nya mendapatkan info.
"gimana...gimana? info apaan?". tanya terry sambil menatap elsa dengan serius, ia menunggu elsa mengatakan sesuatu tentang apa yang tertulis di mading.
"sekolah ngadain study tour ry, lu bakal ikut gak? kan lumayan the cute girls bisa kompak, ya gak?". tanya elsa dengan penuh harapan terry ikut.
akan tetapi yang ada di pikirannya adalah rey, pasti dia akan sering bertemu dengan rey, padahal dia sangat malas bertemu rey yang baginya seperti virus. dia juga berfikir tak mungkin ia bertengkar dengan rey di tengah keramaian, ada guru pula yang mengawasi para murid-murid.
elsa bingung melihat terry yang terdiam dengan raut wajah yang berubah-ubah, dan juga ia begitu fokus dengan apa yang ia pikirkan.
"lu mikirin apaansih ry?". tanya elsa sambil memukul pundak terry yang larut dengan pikirannya sendiri.
"eumm...gua bingung ikut apa enggak, pengen sih ikut, tapi...ada beberapa hal yang harus gua pertimbangkan". terry menjawab pertanyaan elsa dengan ragu tapi serius.
"apa sih yang lu pikirin, segala di pertimbangkan. kita ini mau study tour ry, bukan mau ngelakuin yang aneh-aneh". ucap elsa dengan ketus dan meyakinkan terry.
"yaudah deh, gua bakal usahain jauhin masalah gua". ucap terry
"emang lu punya masalah apaan?". tanya elsa
"masalah yang gak bisa diselesaikan dengan baik-baik, dan bakal terus jadi masalah". jawab terry
"terserah deh, yang penting lu ikut". ucap elsa sambil tersenyum manis kepada terry yang melihatnya dengan julid.
setelah diskusi yang panjang dan tidak jelas, mereka berdua pun berjala. menuju lantai atas, tepatnya kelas mereka, kelas XIIB.
seperti nya akan ada hal-hal seru yang akan terjadi saat study tour tiba. karena untuk pertama kalinya smk 127 mengadakan study tour untuk seluruh murid-murid, bukan hanya perkelas.
...****************...