
Leo hendak mengantar Chelsea ke rumahnya.
saat Chelsea mau masuk ke dalam mobilnya...Kevin datang dan menghampiri mereka berdua.
"chels...lu kemana aja? lu gak kenapa-napa kan?". panik Kevin
"lu gak waras ya?". sinis Chelsea
"lu kenapa sih chels?". bingung Kevin
"wow...setelah semua yang lu lakuin, sekarang lu pura-pura gak tau?". Chelsea tak habis pikir
/Chelsea bertepuk tangan/
"lu cocok jadi aktor". ketus Chelsea
Chelsea langsung masuk ke dalam mobil Leo, sesekali ia meneteskan air matanya.
"Chelsea tunggu chels...". teriak Kevin
di mobil Leo mengendarai sambil memegang tangan Chelsea.
"gua gak tau sepenuhnya apa yang terjadi sama lu chels,
tapi lu gak usah sungkan untuk cerita sama gua". jelas Leo
beberapa menit kemudian mereka telah Sampai di depan rumah Chelsea, Leo langsung membuka kan pintu mobil untuk Chelsea.
"lu jangan banyak pikiran yaa, gua takut lu sakit". saran Leo
"iya... makasih lu udah nolongin gua". datar Chelsea
"yaudah gua balik yaa". senyum Leo
Leo masuk ke dalam mobilnya, ia pun langsung mengendarai mobil nya, dan perlahan pergi hilang jangkauan mata Chelsea.
sementara itu Rey keluar rumah dan melihat Chelsea dengan keadaan yang sangat berantakan ditambah lagi wajah nya pucat dan banyak memar.
"lu kemana aja chels...terus ini kenapa kok muka lu pada memar?". khawatir Rey
"enggak kok kak". jawab Chelsea
"siapa yang bikin lu kayak gini, bilang sama gua! biar gua habisin tuh orang". emosi Rey
"kak...gua butuh waktu sendiri...gua belum bisa ngejelasin semuanya". jelas Chelsea
"sumpah gua gak bakal biarin tuh orang tenang, dia udah bikin lu kayak gini...gua bakal terima gitu aja, yaudah sekarang lu istirahat aja dulu". ucap Rey
Chelsea pun berjalan menuju kamarnya, sedangkan Rey tampak kesal karena baginya Chelsea sangatlah berharga di dalam hidupnya.
...****************...
malam ini Chelsea sedang duduk di balkon kamarnya. ia membayangkan saat Kevin di jemur dan juga disaat ia dan Kevin di perpustakaan.
"kenapa kak Kevin sejahat ini sama gua, selama ini dia anggap gua apa sih, padahal gua ada perasaan sama dia...tapi bisa-bisanya di nyakitin gua". gumam Chelsea
"tring....tring....".
/Kevin menelpon Chelsea/
"kak Kevin! ngapain coba dia nelpon gua". kesal Chelsea
Chelsea pun mematikan telphone nya, tiba-tiba Chelsea dapat pesan chat dari Kevin.
kak kevin 127°
-chels...gua mohon temuin gua
di taman Cempaka.. please...
...✨Taman Cempaka ✨...
Chelsea ke taman Cempaka dan melihat sudah ada Kevin yang duduk di bangku taman, ia pun menghampiri Kevin.
"chels...tolong jelasin sama gua". ucap Kevin
"entar dulu gua lagi nunggu kak Leo". jawab Chelsea
"Leo? urusannya apa sama Leo?". tanya Kevin
"gua mau kak Leo ada disini biar dia juga tau apa yang terjadi sama gua". ketus Chelsea
Chelsea tak berani menatap mata Kevin, mereka duduk di bangku dengan jarak yang jauh.
"kak Rey?". bingung Chelsea
"gua sengaja ajak Rey biar dia gak salah paham". jelas Leo
Rey bingung sebenarnya apa yang terjadi, mengapa ada Kevin dan juga Leo.
"to the point chels, apa yang sebenarnya terjadi sama lu?". tanya Rey
Chelsea melihat kearah Kevin, dan kemudian ia kembali menatap ke arah Rey.
"gua gak tau kenapa gua tiba-tiba ada di gudang, dan ternyata Reza sama Siska nyulik gua... yang lebih bikin gua gak habis pikir....kak Kevin yang nyuruh mereka buat nyulik gua". jelas Chelsea
seketika Rey langsung menatap Kevin dengan emosi, sedangkan Kevin ia tampak tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Chelsea.
"jadi ini ulah lu Vin!". gertak Rey
"gua nyangka sama lu Vin". tambah Leo
Kevin hanya bisa terdiam, ia bingung sebenarnya apa yang terjadi mengapa ia dituduh menculik Chelsea.
"apa-apaan sih, gua gak ngerti". bingung Kevin
"gak usah drama dah". ketus rey
"setau gua kan lu emang gak suka sama Rey, apa jangan-jangan lu sengaja lakuin ini, biar lu bisa nyakitin Rey". tebak Leo
Kevin menarik nafas nya, ia tak tega melihat Chelsea yang matanya mulai berkaca-kaca.
"gua jelasin Ama lu pada, gua dulu emang gak suka sama Rey, yaa bahkan gua sempat berpikir buat ngehancurin Rey lewat Chelsea... tapi gua sadar Chelsea gak ada sangkut pautnya sama Rey, dan soal Chelsea bilang gua yang nyuruh Siska buat nyulik lu? gak masuk akal". tegas Kevin
Chelsea berusaha untuk menahan rasa sedihnya terhadap Kevin.
"tapi jelas-jelas Siska bilang kalo lu yang nyuruh dia". tegas Chelsea
"lu percaya sama dia chels? yang selalu lu bilang ular?". tanya Kevin
kali ini Chelsea hanya bisa terdiam, ia tak tau harus berbuat apa dan apa yang harus ia katakan.
"kalo lu percaya sama Siska, gua gak habis pikir..". ucap Kevin
"kok malah lu yang gak habis pikir...". heran Chelsea
"ya iyalah...gua....".
"..............".
".........."
/Kevin terdiam sejenak/
"gua....".
"gua tuh cinta sama lu chels..gua selalu khawatir kalo lu kenapa-napa, Bahkan gua rela jagain lu, disaat lu gak ada dimana-mana...gua yang pertama kali khawatir, gua gak mau sampe lu kenapa-napa". Kevin menunduk
"yaa...mungkin percuma juga gua suka sama lu, Karna di hati lu cuma terukir nama Leo, dan asalkan lu tau... walaupun gua tau lu masih ada perasaan sama Leo, gua gak akan pernah berhenti buat bikin lu tertawa, dan gua selalu berusaha ada disamping lu". tegas Kevin
Chelsea,Leo dan Rey tercengang dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Kevin...bahkan Chelsea mulai meneteskan air matanya.
"mungkin emang sebaiknya gua pergi aja dari kehidupan lu, gua titip Chelsea ley...cukup disini pertemuan kita...maafin gua kalo gua belum bisa jagain lu chels, soal Siska gua bener-bener gak tau apa-apa, makasih karna lu udah pernah ada di hidup gua...sorry....". haru Kevin
Kevin perlahan pergi meninggalkan taman Cempaka, sedangkan Chelsea ia hanya bisa meneteskan air matanya, ia benar-benar merasa terpukul.
"kak Kevin...jadi selama ini dia...". tangis Chelsea
Rey menghampiri Chelsea, kemudian ia memeluk adik kesayangannya itu.
"sekarang gua baru sadar, kalo Kevin lebih baik daripada gua". sedih Leo
"gua gak nyangka kalo Kevin bener-bener suka sama lu". tambah Rey
Chelsea semakin merasa bersalah kepada Kevin, bagi Kevin Chelsea adalah seorang wanita yang selalu ingin ia jaga, dan ia tidak ingin melihat ada air mata di pipinya, oleh sebab itu Chelsea merasa tak pantas baginya untuk menyakiti perasaan Kevin.
"gua mau pulang...". sedih Chelsea
"ley...lu pulang aja... Chelsea biar gua aja yang urus". saran Rey
"oke Rey...gua titip Chelsea". ucap Leo
Leo pun pergi meninggalkan Chelsea dan Rey, sedangkan Rey ia langsung mengajak Chelsea pulang.
...****************...