
hari ini Chelsea sudah berada di kelasnya. ia sedang menunggu kedatangan kedua sahabatnya. namun yang datang malah kakak nya.
"kak Rey, ngapain kesini?". tanya Chelsea
"Hani mana?". celingak-celinguk Rey
"belum Dateng". jawab Chelsea
"oh". singkat Rey
Rey pun keluar dari kelas XIB, karena Hani tidak ada di dalam kelasnya. Chelsea merasa aneh dengan Rey yang datang ke kelasnya hanya untuk menanyakan Hani.
"tumben....gak biasanya kak Rey nanyain Hani?_?". bingung Chelsea
tak lama kemudian setelah kepergian Rey, kelas XIB sudah mulai ramai. nancy juga baru saja tiba ke kelas dengan raut wajah lesu. ia langsung duduk di bangkunya tanpa menyapa Chelsea. karena kesal Chelsea pun menghampiri nancy yang daritadi tidak menyapanya.
"pagi.....nancy!". kesal Chelsea
"pagi chels". lemas nancy
Chelsea menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung.
"lu sakit Nans?". tanya Chelsea. memegang dahi nancy.
"iya gua sakit". datar nancy
"tapi gak panas kok Nans, emang lu sakit apa?". tanya Chelsea dengan polos
"SAKIT HATI". sesal nancy
Chelsea mengangkat alisnya, ia tak tau kenapa sahabatnya yang satu ini menjadi seperti ini.
"huaaaa galau parah". rengek nancy
mendengar nancy yang sedang galau, Chelsea beranjak pergi ke tempat duduknya. ia tidak mau terlibat dengan nancy yang sedang patah hati. padahal ia tak tau siapa orang yang membuat nancy sampai seperti itu.
beberapa menit kemudian Hani baru saja masuk ke dalam kelas. dari raut wajahnya ia tampak kebingungan. ia melewati bangku nancy dan Chelsea Tampa menyapa mereka.
"nih anak kenapa lagi_-". kesal Chelsea
Chelsea melempar Hani dengan pulpen dan mengenai lengan nya.
"aduh...apaan sih chels". ketus Hani
"lu kenapa? sakit hati juga?". tanya Chelsea
"enggak tuh, gua cuma lagi dilema aja". datar Hani
(yang satu dilema, yang satunya lagi sakit hati, mereka kenapa sih) ucap Chelsea dalam hati.
"tadi kak Rey nanyain lu". ucap Chelsea
"nanya apa?". tanya balik Hani
"orang cuma nanya ada lu enggak". jawab Chelsea
(jangan-jangan kak Rey masih nunggu jawaban kemarin lagi huaaa) ucap Hani dalam hati.
beberapa saat kemudian bel jam pelajaran dimulai pun berbunyi
"kring.....kring....".
seluruh siswa dan siswi smk 127 memasuki kelas mereka masing-masing.
...✨Kelas XIIA ✨...
murid-murid kelas XIIA sudah memulai pelajaran. Bu Kiki memberikan mereka tugas untuk dikerjakan hari ini.
"buka LKS bahasa Indonesia, halaman 54".
"kerjakan dan kalau sudah selesai kumpulkan kepada oriyas". perintah Bu Kiki
Bu Kiki keluar kelas untuk mengikuti rapat guru kelas XII, sedangkan di kelas tetap disiplin walaupun tidak ada guru yang mengawasi.
"Rey....no 10 apaan dah?". tanya Andre
"gua kira lu tau_-". ketus Andre
oriyas yang mendengar kebisingan tersebut langsung menegur mereka.
"ngerjainnya jangan pake mulut, kalo udah selesai baru terserah mau ngapain aja". dingin oriyas
Rey dan Andre terpaksa diam, kalo tidak pasti oriyas akan mencatat nama mereka di catatan keamanan kelas.
"untung lu ketua kelas". gerutu Rey
"hust....nanti dia denger beg*". bisik Andre
bel istirahat berbunyi, semua murid-murid kelas XIIA langsung mengumpulkan tugas mereka ke oriyas. setelah itu mereka pun berhamburan menuju kantin.
Nathan sedang menunggu nancy di depan kelas XIB. di dalam nancy sedang galau parah.
"Nans...yok ke kantin". ajak Chelsea
"enggak ah, gua lagi gak mood". datar nancy
Chelsea melihat ke arah Hani yang sedang berdiri ingin keluar kelas.
"lu mau kemana Han?". tanya Chelsea
"keluar kelas, tapi gak ke kantin". ucap Hani dan pergi begitu saja
"gak jelas banget sih lu berdua". kesal Chelsea
Chelsea pun berjalan keluar kelas. di depan kelas Nathan menghentikan langkah Chelsea.
"kenapa kak?". ketus Chelsea
"nancy ada di dalem?". tanya Nathan
"gak tau! liat aja sendiri". ketus Chelsea
Chelsea ikut kesal. ia langsung pergi ke kantin. Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. setelah itu Nathan memberanikan diri masuk ke kelas XIB. ia pun menghampiri nancy yang tengah menyandarkan kepalanya di atas meja belajarnya.
"Nans lu lagi sibuk gak?". tanya Nathan
nancy terkejut mendengar suara Nathan. ketika ia menoleh ternyata memang ada Nathan yang berdiri di hadapannya.
"kak Nathan, ngapain disini kak?". tanya nancy
"mau ngajak lu ke kantin bareng". senyum Nathan
"lu emang gak sama Hani, katanya mau nembak Hani". sinis nancy
"eee soal itu gua belum berani". gugup Nathan
"gimana sih, masa gak berani, aneh_-". gerutu nancy
"udahlah gak usah ngomongin itu, mending kita ke kantin". alihkan Nathan
"males makan". ketus nancy
"yaudah temenin gua makan aja". senyum Nathan
nancy diam sejenak dan menatap Nathan dengan tatapan sinis.
(ni orang ngeselin banget sih, masa dia gak ngerasa bersalah sih, gak banget jelas jadi cowo, kalo gak suka yaa jangan ngasih harapan palsu dong) gerutu nancy dalam hati.
"mau gak?". tanya Nathan dengan mata berbinar-binar
"yaudah deh, gua minum aja". datar nancy
nancy dan Nathan pun keluar kelas dan berjalan menuju kantin smk 127.
padahal nancy masih sangat kesal dengan Nathan. akan tetapi ia tak tega melihat Nathan yang sudah bela-belain untuk datang menemuinya ke kelas. lagipula perasaan kan tidak bisa di paksa.
...****************...