Dear Chelsea

Dear Chelsea
14. Tercengang



jam istirahat telah tiba. para siswa-siswi SMK 127 berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing.?


Chelsea berjalan menuju perpustakaan, ia berjalan dengan santai, dan akhirnya Kevin muncul secara tiba-tiba dihadapan Chelsea.


"kak Kevin! ngagetin aja sih lu". Chelsea terkejut


"hehe... gua mau ngajak lu ke suatu tempat ". senyum Kevin


"sekarang??". tanya Chelsea


"entar malem, gua jemput lu ya..". jawab Kevin


"yaudah, minggir...gua mau ke perpus nih" . dingin Chelsea


"gua ikut dong, mau ikut baca buku". Kevin tersenyum


mereka pun berjalan menuju perpustakaan.


sepanjang jalan Kevin menjahili Chelsea, sedangkan Chelsea hanya bisa menahan emosinya.


setibanya di perpustakaan Chelsea langsung mencari buku yang ingin dibacanya.


"ish...tinggi banget sih". gerutu Chelsea


Chelsea jingkat untuk meraih buku tersebut, namun ia tetap tak sampai... ia terus berusaha sambil loncat-loncat, Kevin yang melihat Chelsea langsung menghampirinya... ia berdiri di belakang Chelsea, dan tangannya meraih buku yang diinginkan oleh Chelsea...


"deg...". jantung Chelsea berdebar


/Kevin memberikan buku tersebut kepada Chelsea/


"tuh bukunya...". ucap Kevin


"eee...makasih kak...". gugup Chelsea


karena Chelsea gugup ia tak sengaja menjatuhkan buku tersebut.


"bruk....".


Chelsea dan Kevin bersamaan mengambil buku yang terjatuh itu, namun Kevin malah memegang tangan Chelsea.


"deg...". jantung mereka berdua berdebar kencang


"Kok gua malah deg-degan gini sih". ucap Kevin dalam hati


"sorry...chels...gua gak sengaja...". Kevin mengangkat tangannya


"iya...kalo gitu gua duluan yaa...". Chelsea terbata-bata


Chelsea pergi meninggalkan Kevin , namun ia mendapatkan hal yang diinginkannya lagi, ia tak sadar menginjak tali sepatunya yang terlepas... dengan segera Kevin menangkap Chelsea.


"deg...". jantung mereka berdua semakin berdebar


"aduh...kacau deh kacau...". ucap Chelsea dalam hati


"lu gak kenapa-napa chels?". tanya Kevin


"hehe enggak kok..". pipi Chelsea memerah


Kevin menyadari pipi Chelsea yang memerah.


"chels...pipi lu kok merah?". tanya Kevin dengan polos


"merah? serius Lo!". Chelsea melotot


"iya...gua serius, kok bisa merah sih?". tanya Kevin


"hehe...gua juga gak tau". Chelsea terpaksa tertawa


"lu salting ya?". datar Kevin


"hah salting! gak mungkin lah..". Chelsea gemetar


"jangan-jangan lu sakit". panik Kevin


/Kevin memegang dahi Chelsea/


"deg...". Chelsea sangat berdebar, ditambah wajahnya semakin merah.


"tapi kok gak panas". datar Kevin


"gua gak kenapa-napa, pokoknya gua duluan bye...". Chelsea melarikan diri


Kevin melihat Chelsea dengan heran, ditambah lagi ia memegang dadanya yang berdebar saat tadi di dekat Chelsea.


"kenapa gua jadi deg-degan".


"gua boleh sampe suka sama Chelsea, inget tujuan lu Vin". gumam Kevin


sementara itu Chelsea berlari sampai di tepi lapangan utama SMK 127. kebetulan di lapangan sedang ada the cool boys yang sedang latihan bersama anak futsal SMK 127.


"aduh...kok gua jadi salting gini sih".


"kalo gini caranya sih gua bisa mati". kesal Chelsea


Oza Yang sedang latihan melihat Chelsea berjalan di tepi lapangan.


"kali-kali gua iseng ah..". Oza menendang bola kearah Chelsea


sepertinya hal buruk masih mengejar Chelsea... bahkan ia sampai terkena keisengan Oza.


"bruk.....".


"huaaa... sumpah kayaknya gua mati beneran". ucap Chelsea


Chelsea pingsan di tepi lapangan.


"gila...kok Ampe pingsan sih". Oza panik


semua Anak futsal langsung menghampiri Chelsea yang pingsan, termasuk Rey and friends dan juga the cool boys.


Rey segera membangunkan Chelsea.


"chels...bangun..chels...". Rey memukul-mukul pipi Chelsea


Kevin datang dengan panik, ia langsung menggeser Rey yang ada berada di samping Chelsea.


"chels...lu kenapa...". Kevin panik


"kok sih kevin Ampe panik begitu". bingung Rey


Tampa berpikir panjang Kevin pun memberi nafas buatan kepada Chelsea.


semua orang yang berada di situ tercengang melihat apa yang dilakukan oleh Kevin.


"uhuk-uhuk". Chelsea siuman


"lu gak kenapa-napa?". Kevin khawatir


"gua cuma pusing doang". Chelsea memegang kepalanya


sementara itu semua orang masih terpaku dengan apa yang baru saja terjadi, termasuk Rey dan the cool boys.


"kok lu semua malah pada melongo sih?". tanya Chelsea


/Kevin melihat keselilingnya/


"lah iya, kok pada kayak patung, oh iya mungkin gara-gara gua ngasih nafas buatan ke lu". polos Kevin


semua orang masih terpaku, dan Chelsea malah ikutan terdiam sejenak.


"..............".


"what! apa Lo bilang? Lo ngasih gua Nafas buatan?".


"tidak......gua tersolimi....huaaa...". teriak Chelsea


Rey merasa kupingnya akan pecah, dengan segera ia membungkam mulutnya.


"berisik chels, sakit nih dengernya". ucap Rey


"Taulah... itu suara apa toa musholla!". tambah Jack


"emmmmm...eum....mmmm"


"krek...". Chelsea menggigit tangan Rey


"aw...sakit gila...". Rey memegang tangannya


"oh...no...". teriak Chelsea


"lebay bat sih chels". ketus Nathan


"lebay Lo bilang! kak Kevin Udah ngambil first kiss gua..huaaa....". teriak Chelsea


"sorry...gua gak ada maksud kok" . ucap Kevin


"lagian ngapain sih Lo segala ngasih gua Nafas buatan?". tanya Chelsea


"gua..........". Kevin diam sejenak


"gua takut lu kenapa-napa chels". serius Kevin


"deg...". jantung Chelsea kembali berdebar


Oza yang dari tadi kebingungan, dengan percaya diri menghampiri kerumunan anak futsal ditepi lapangan.


"woy, bubar-bubar... ngapain sih segala pada cengo, norak tau gak". ketus Oza


"lu juga tadi cengo za". sahut oriyas dengan polos


"hust...udah diem, cepet pada bubar oy". ucap Oza


mereka pun bubar seketika dan hanya tersisa the cool boys,Rey,Chelsea, dan Nathan.


"Chelsea, sorry tadi gua gak sengaja". ucap Oza


"oh...jadi lu yang nendang bola, gua gak yakin sih kalo itu gak sengaja". ketus rey


"ish...kak Rey, kan kak Oza udah bilang kalo dia gak sengaja" ucap Chelsea


"gua tau dia tuh gak suka sama lu, lu mau bales dendam karena Leo sakit kan? asal lu tau aja... Leo sakit bukan karena Chelsea, tuh anak aja yang kepala batu!". tegas Rey


Oza terpancing emosi oleh Rey, ia mendekati Rey dengan sengaja.


"gua emang sengaja nendang bola ke arah Chelsea, trus lu mau apa". tantang Oza


"sialan lu!”. emosi Rey


"buk....".


Rey memukul wajah Oza, sedangkan Oza hanya tersenyum sambil memegang bibirnya yang terluka.


"brengsek!". Oza menarik Rey


"Rey Oza!". teriak Kevin


namun tidak satupun dari mereka berdua yang menghiraukan suara Kevin, mereka tetap berkelahi saling pukul memukul.


"buk....".


"buk!...".


"kak Rey...kak Oza! stop!". tegas Chelsea


dengan nekat Chelsea mendekati Rey dan Oza, kemudian menarik Rey.


"untung ada Chelsea, kalo kagak udah mati lu!". ketus rey


"bacot! sini lu..". Oza menantang Rey lagi


"udah Napa! bisa gak sih lu gak usah mancing-mancing kak Rey... kalo lu gak suka sama gua, gak ada urusan nya sama kak Rey!". tegas Chelsea


"bilang Ama kakak kesayangan lu, gak usah ikut campur". sinis Oza


"woi sadar diri dong lu gob*ok". emosi Rey


"kak Rey udah!". ucap Chelsea


Chelsea pun mengajak Rey pergi dari tepi lapangan SMK 127, sedangkan Kevin dan Nathan ikut pergi meninggalkan the cool boys, sebelum pergi Kevin menatap Oza dengan sinis.


...****************...