
Rey berjalan di koridor sambil memainkan handphone nya. kebetulan sekali Hani yang daritadi di carinya muncul di hadapannya.
"kak Rey gua mau bilang sesuatu sama lu". ucap Hani
"bilang apa?". tanya Rey senyum
Hani tampak ragu mengatakan apa yang ingin ia katakan, namun dengan penuh keberanian ia pun mengatakannya.
"maaf kak, soal pertanyaan kakak yang kemarin, gua gak bisa". tak enak hati Hani.
Rey terkejut bukan main, karena selama hidupnya belum ada satu wanita pun yang menolak nya. ia memutar otaknya dengan cepat.
"kenapa? gua gak pantes kah?". tanya Rey
"bukan gitu kak, gua emang gak perasaan apapun sama lu". gugup Hani
Rey pun menganggukkan kepalanya, wajahnya tampak kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Hani.
"oke, gak apa-apa kok, lagian perasaan mana bisa dipaksa si". Rey tersenyum terpaksa.
"maaf kak". tak enak Hani.
Rey pun bergegas meninggalkan Hani yang dengan penuh kekecewaan. namun di hatinya yang paling dalam, seperti tak merasa kecewa sedikitpun.
sementara itu Hani menjadi merasa tak enak kepada Rey. karena salah satu masalah mengapa ia ragu menolak Rey, adalah karena dia kakak dari sahabat nya.
"toh gua juga gak ada perasaan, jadi mau gimana lagi". gumam Hani
ia pun berjalan menuju kelasnya. disisi lain Chelsea baru saja masuk ke dalam kelas dengan senyuman manis yang terukir di wajahnya. nancy juga masuk ke kelas dengan bahagia. Chelsea yang melihat kedatangan nancy yang tampak bahagia membuatnya bertanya-tanya.
"lu kenapa?". tanya Chelsea
"gak kenapa-napa". senyum nancy
Chelsea menatap nancy dengan tajam, kemudian ia membalikkan bangkunya ke arah nancy.
"tadi lu katanya galau, nah sekarang kayaknya lu lagi happy". ketus Chelsea
"oh tadi? itu ternyata cuma rintangan hehe". tertawa kecil nancy
"apaansih lu Nans gaje banget jadi manusia". kesal Chelsea
nancy hanya tersenyum manis kepada Chelsea, melihat nancy yang seperti itu Chelsea langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"aneh". celetuk Chelsea
"aneh-aneh gini juga sahabat lu". senyum nancy
"terserah lu deh". pasrah Chelsea
di waktu yang bersamaan Hani masuk ke kelas dengan raut wajahnya yang biasa saja. ia juga heran melihat nancy yang dari tadi senyum-senyum kepadanya.
"lu kenapa sih Nans?". tanya Hani
"kehabisan obat Han". sahut Chelsea
"owh...gua kira lu beneran kehabisan obat, abisan lu kayak orang gila Nans, cengar-cengir sendiri". datar Hani
"bener tuh, emang lagi gak waras dia Han haha". tambah Chelsea
Hani dan Chelsea pun tertawa, sedangkan nancy merasa tak peduli dengan omongan kedua sahabatnya. ia masih tersenyum mengingat Nathan yang kini menjadi kekasihnya.
sementara itu di kelas XIIA, the cool boys sedang kumpul sambil berbincang-bincang.
"zaa lu gimana?". tanya crish
"gimana apanya?". bingung Oza
"soal crush lu hehe". senyum crish
oriyas dan Leo langsung terkejut mendengar ucapan crish yang sangat langka di dengar oleh mereka.
"lu punya crush za?". tanya Leo terkejut
"siapa crush lu". tambah oriyas
Oza menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia menjitak kepala crish dengan keras.
"aduh sakit za!". crish memegang kepalanya
"lagian lu sembarangan kalo ngomong". ketus Oza
"lu beneran punya crush za". terkejut oriyas
"apaansih mana pernah gua suka Ama cewe disini, enggak menarik". ucap Oza dengan angkuh
"tapi kok crish bilang gitu". heran Leo
"ngarang ni anak". ucap Oza
"hehehe". crish tersenyum nakal
mereka bertiga pun menghela nafas karena sifat crish yang suka sembarangan kalo berbicara.
"crish-crish lama-lama gua makan juga lu". kesal oriyas
"emang lu doyan makan gua haha". tertawa crish
"-_-". oriyas kehabisan kata-kata
beberapa menit kemudian bel masuk pun berbunyi.
"kring......kring......"
semua siswa-siswi smk 127 memasuki kelas masing-masing, dan duduk dengan rapih menunggu wali kelas datang.
...****************...