Dear Chelsea

Dear Chelsea
23. Kecewa



sepulang sekolah Chelsea berjalan menuju perpustakaan, ia berniat untuk membaca surat dari Kevin. langkahnya begitu cepat, sampai-sampai ia tak menyadari keberadaan Leo yang mengikutinya.


"tap...tap...". suara langkah Chelsea terdengar jelas oleh Leo


beberapa menit kemudian Chelsea menghentikan langkahnya di sebuah bangku di dalam perpustakaan. tampa ragu ia langsung membuka surat tersebut dan membaca nya.


Dear: Chelsea Permana


From: Kevin ardinegara


hai chels.....apa kabar? semoga kabar lu baik-baik aja yaa, gua sengaja nulis surat ini buat lu, gua harap lu gak marah yaa sama gua.


to the point aja, gua mau bilang kalo gua gak bisa balik lagi ke indo, gua gak tau pasti kapan gua bisa balik lagi kesana. gua harap bisa terima keputusan gua yaa chels.


sebenernya gua gak mau ngambil keputusan ini, Karana gua gak mau kehilangan lu, tapi takdir berkata lain, gua harus disini gak tau sampe kapan. makanya itu gua kabarin ke lu lewat surat ini, maaf gua gak bisa bahagiain lu chels, tapi gua berusaha untuk bisa balik ke indo, walaupun kemungkinan nya gak ada,.


gua mau lu bisa buka hati lu ke Leo, karna cuma dia yang bisa bikin lu bahagia, bukan gua, Leo lebih baik daripada gua. Lu harus tetep jalani hidup lu chels, lu gak perlu mikirin gua lagi, karna gua gak belum pasti bisa balik kesana, sedangkan Leo selalu ada di sisi lu, gua yakin kok dia pasti bisa bikin lu bahagia.


maafin gua yaa chels, gua cuma bisa bikin lu kecewa, gua gak pantes buat lu, dan gua pengen lu hidup bahagia, walaupun di hati gua cuma ada nama lu, tapi yaa gimana lagi? mungkin kita bukan jodoh. gua tau pasti berat buat lu ngelupain gua, tapi lu harus bisa, gua mau lu bahagia sama Leo.


Singapore 17.10.2022


setelah Chelsea membaca isi surat tersebut air matanya berlinang di pipinya, ia merasa telah kehilangan sosok orang yang diharapkannya, dan yang ia tunggu-tunggu, tapi kenyataannya orang tersebut tak akan pernah kembali, hanya sedikit kemungkinan Kevin kembali.


"kenapa lu jahat banget sama gua". ucap Chelsea dengan berlinang air mata, ia merobek kertas tersebut dan membuang nya.


"gua gak mau kehilangan lu kak Kevin". tangis Chelsea


"kenapa lu harus ambil keputusan kayak gini?". lanjut Chelsea dengan deraian air mata.


Leo yang melihat Chelsea menangis langsung menghampiri nya, ia membawa kan tisu untuk Chelsea.


"hapus air mata lu, gua gak bisa liat lu kayak gini". ucap Leo sambil memberikan tisu tersebut kepada Chelsea.


Chelsea pun menerima tisu yang diberikan oleh Leo, kemudian ia menghapus air matanya, seketika ia menatap Leo dengan perasaan yang bercampur aduk.


"makasih....". ucap Chelsea


Leo pun duduk disamping Chelsea, lalu ia bertanya kepada Chelsea, mengapa ia menangis.


Chelsea bingung harus menjawab apa, tapi tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya kepada Leo, yang ada ia hanya akan membuat Leo merasa kecewa.


"eum...kak Kevin bilang kalo dia gak bakal balik ke indo". ucap Chelsea


"loh, kok bisa?". terkejut Leo


"dia harus sering-sering berobat, makanya dia bakal tinggal disana". jawab Chelsea menahan tangisnya


Leo menjadi merasa tak pantas untuk berada di sisi Chelsea, ia tau di hati Chelsea hanya ada nama Kevin, tapi ia tak bisa membiarkan Chelsea berlarut-larut dalam kesedihan, ia tak mau melihat Chelsea bersedih.


"gua tau lu pasti gak Nerima ini semua, tapi gua gak mau liat lu sedih kayak gini chels, gua siap kok buat lu bahagia, walaupun hanya sebatas teman, gua ngerti perasaan lu". Leo berusaha menenangkan Chelsea yang sedang bersedih.


"gua gak nyangka aja, kenapa kak Kevin tega ngambil keputusan kayak gini". sedih Chelsea


"mungkin dia gak ada pilihan lagi chels, lu harus percaya Kevin gak mungkin mau liat lu sedih kayak gini". jawab Leo


Chelsea hanya bisa menerima kenyataan yang begitu berat baginya, ia tak tau bagaimana ia bisa menjalani hidup nya, sedangkan orang yang dicintainya tak akan pernah berada disisinya lagi. namun ia juga tak tega melihat Leo yang selalu ada untuknya.


kemudian Chelsea beranjak dan menghapus air matanya, ia juga tersenyum melihat Leo yang ada disampingnya.


"udahlah kak Leo, gua gak mau bahas ini lagi, gua mau pulang, lagian kita kan ntar mau pergi". ucap Chelsea dengan senyuman terpaksa


"lu yakin gak apa-apa?". tanya Leo


"gak apa-apa kok". senyum Chelsea


"yaudah, gua anterin lu ya". ucap Leo


"boleh, makasih ya kak". Chelsea tersenyum


Leo hanya bisa mengikuti apa yang diinginkan oleh Chelsea, ia tau senyuman Chelsea terhadapnya hanya sebuah senyuman palsu, namun Leo tau bahwa Chelsea pasti butuh waktu, tak mungkin secepat itu Chelsea melupakan semuanya.


mereka pun berjalan menuju parkiran smk 127, setelah tiba di parkiran Leo langsung mengantarkan Chelsea pulang ke rumahnya.


...****************...