
waktu pun berganti malam. Chelsea sedang menonton film di ruang keluarga, Rey yang membawa kopi menghampiri Chelsea yang sedang asyik itu.
"sumpah, lu tau gak tadi gua ketemu siapa?". tanya Rey sambil duduk disamping Chelsea
"gak tau lah, gua kan gak ikut". jawab Chelsea
"Terry, gua ketemu sama tuh cewe, dan ternyata dia itu anaknya Tante Maya". ketus Rey
"Tante Maya yang suka mamah ceritain, berarti kak Terry itu temen masa kecil lu dong". Chelsea terkejut
"yaa katanya sih gitu, tapi gua sih gak pernah ngerasa dia itu temen masa kecil gua". senyum angkuh Rey
"terserah deh". malas Chelsea
Rey meminum kopinya sambil ikut menonton film yang di tonton oleh Chelsea, ia masih berpikir kenapa harus Terry teman masa kecilnya. dalam hati Rey yang paling dalam sebenarnya ia sangat merindukan dan ingin bertemu dengan temen masa kecilnya, walaupun ia tidak ingat masa-masa mereka waktu kecil.
ketika Chelsea melihat adegan perpisahan di dalam film tersebut, ia jadi teringat saat ia dan Kevin berpisah di bandara. di situ Kevin meyakinkan Chelsea bahwa ia akan kembali lagi, tapi kenyataannya ia tak akan kembali lagi.
"gua jadi males nonton". ketus Chelsea
"Napa lu? masih mikirin dia?". tanya Rey
"enggak, males aja gua liat yang kayak gini, nanti ujung-ujungnya juga cowo nya gak bakal balik lagi". malas Chelsea
"itukan cerita lu, di film ini mah kagak kaya cerita lu". ucap Rey
Chelsea memindahkan saluran tv tersebut. ia tak ingin melihat suatu hal yang malah membuat nya mengingat Kevin. dia sudah bertekad akan melupakan Kevin dalam hidupnya.
"mendingan lu sama Leo aja". celetuk Rey
"hah? dulu bukannya lu yang ngelarang gua sama dia, terus kenapa sekarang lu nyuruh gua sama dia?". tanya Chelsea dengan kesal
Rey mengangguk-angguk, setelah itu ia menjawab pertanyaan Chelsea.
"sekarang setelah gua liat, Leo lebih baik daripada Kevin". ucap Rey
"tapi ini soal hati kak, gua gak bisa semudah itu buat ngebuka hati gua". jawab Chelsea sambil memakan cemilan
Rey beranjak dari tempat duduk tersebut, kemudian ia berjalan sambil mengatakan sesuatu kepada Chelsea.
"yaudah lu dengerin aja tuh lagu secret love song, biar lu tenang". ketus Rey
Chelsea menatap Rey sedang berjalan dengan tatapan kesal.
"tenang apanya coba? yang ada makin sad". ketus Chelsea
ia kembali menonton film setelah Rey pergi. namun di pikirannya masih bingung dengan perasaannya sendiri. entah bagaimana caranya agar dia bisa melupakan Kevin, dan bagaimana juga caranya agar hatinya terbuka untuk Leo yang selalu setia kepadanya.
di tempat lain Leo sedang menginap di rumah Oza. mereka berdua duduk di teras kamar Oza.
Leo terus memainkan gitarnya sambil menatap langit dengan tatapan penuh harapan. Oza yang melihat Leo menjadi ikut menatap langit malam yang cerah di sinari oleh cahaya bulan dan bintang.
"moon and sun in the same sky, but I never saw them together or united". ucap Oza begitu saja
"what do you mean?". tanya Leo sambil melihat ke arah Oza
Oza pun melihat Leo dan kemudian ia menjelaskan nya kepada leo
"yaa bulan sama matahari di langit yang sama kan, tapi mereka gak pernah bersama atau bersatu, yaa berdampingan gitu". ucap Oza dengan hati-hati
Leo tersenyum ketus kepada Oza, karena ia tau bahwa itu bukan yang di maksud oleh Oza.
"I know that's not what you mean by what you said". ketus Leo
"gini loh bro, lu itu kan Deket sama Chelsea, tapi kenapa sih lu gak coba gitu buat ungkapin perasaan lu, jangan lu malah kayak bulan sama matahari, ngerti kan maksud gua?". Oza menjelaskan kepada Leo
"gua ngerasa dia itu cuma anggep gua temen, lagian pasti susah buat Chelsea lupain Kevin". ucap Leo tak semangat
"yaa lu Jangan mau friendzone, lu harus buktiin dong kalo lu itu lebih baik daripada si Kevin". ucap Oza
Leo terdiam. kemudian ia kembali menatap langit yang di isi oleh para bintang dan bulan.
Oza mengambil gitar yang di pegang oleh Leo, kemudian dia memainkannya Dengan Nada yang sedih.
"lu bebas buat meratapi apa yang lu rasain". ucap Oza
Leo hanya terdiam menatap langit malam yang cerah sambil mendengarkan musik gitar yang dimainkan oleh Oza, sedangkan Oza ia malah jadi teringat seorang wanita yang sangat ingin ia gapai.
sementara itu Chelsea naik ke kamarnya setelah ia tadi menonton film yang malah membuat dirinya ingat kepada Kevin. Chelsea pun ke balkon kamarnya dan duduk sambil melihat langit malam ini.
"kalo gua liat langit, gua jadi inget kak Leo". gumam Chelsea
"apa gua telpon kak Leo aja yaa?". pikir Chelsea
ia pun mengambil handphone nya dan mencari nomor Leo, kemudian ia menelpon Leo
"tring...tring...". handphone Leo berdering
"siapa ley?". tanya oza
"Chelsea". datar Leo
"angkat lah bro, gua masuk deh". senyum Oza
Leo pun mengangkat telepon dari Chelsea.
"halo...kenapa chels?". tanya Leo gugup
Chelsea malah memukul dahinya. ia bingung harus menjawab apa.
"halo..". bingung Leo
"eh halo kak, sorry tadi gua abis nonton jadi gak denger deh". gugup Chelsea
(ngomong apaan sih gua, gaje banget). ucap Chelsea dalam hati.
"owh...btw tumben lu nelpon gua, ada apa chels?". tanya lagi leo
"eum...gua lagi liat langit, terus gua liat bintang, entah kenapa gua jadi inget lu deh, hehe". gugup Chelsea
"sama dong, gua juga lagi liat langit, gua liat bulan jadi inget lu". senyum Leo
Chelsea tersenyum sambil melihat bulan dan bintang yang sedang bersinar terang. namun Leo teringat akan sesuatu.
"tapi gua gak lihat ada gua disana". ucap Leo
"eh?_? kok bisa sih, lu liat bulan inget gua, tapi lu gak liat lu diantara para bintang gitu". ucap ragu Chelsea
"gua kan matahari chels, mana bisa sih gua ada di samping bulan". celetuk Leo
seketika Chelsea terdiam mendengar ucapan Leo yang seperti kecewa kepada dirinya, sedangkan Leo menjadi tak enak telah mengatakan hal yang tak seharusnya ia katakan.
"maaf kak, kalo gua bikin lu kecewa, gua juga gak ngerti sama diri gua sendiri". ucap Chelsea
"apa sih chels, gua kan cuma ngomong kayak gitu, bukan berarti gua kecewa sama lu, gua cuma meyakinkan diri gua sendiri aja". senyum Leo
"oke kalo gitu gua juga bakal berusaha meyakinkan diri gua". senyum Chelsea
"oh iya udah malem nih, lu harus tidur dong, jangan tidur malem-malem". ucap Leo
"eum...iya sih". datar Chelsea
"yaudah gua matiin yaa, good night". Leo mematikan telphone nya
"tit...".
Chelsea merasa ada yang aneh dengan Leo. apa benar Leo tak kecewa kepada nya? Chelsea terus berfikir bagaimana dengan ini semua apa yang harus ia lakukan, ia tak ingin membuat satu hati terluka.
ia pun masuk ke kamarnya setelah sekian lama melamun di balkon kamarnya.
...****************...