
Bu liyvi memasuki kelas XIB, dengan cepat ia langsung memulai pelajaran.
"oke sekarang buka LKS b.inggris halaman 10". ucap Bu liyvi
nancy mencari-cari bukunya di tas, Chelsea melihat nancy yang sedang panik sambil membongkar isi tasnya.
"Nans...kenapa?". bisik Chelsea
"buku gua gak ada!". panik nancy
"ketinggalan kali". tebak Chelsea
"ish...orang tadi udah gua masukin ke tas kok". jawab nancy
ia kembali mengeluarkan isi tas nya lagi, ia berharap bukunya ada di dalam tas.
Bu liyvi melihat nancy yang mengotak-atik tasnya.
"nancy kamu cari apa sih?". tanya Bu liyvi
"i'm sorry Miss, my book are lost". ucap nancy
"why are lost?". tanya lagi Bu liyvi
"i dot now". nancy memelas
"oke...by all means, out from in class...look for your book!". tegas Bu liyvi
nancy pun keluar dari kelasnya dan mencari bukunya yang hilang, nancy terus berjalan di sepanjang koridor.
"kenapa bisa gak ada sih". nancy menggaruk kepalanya yang tidak gatal
disaat nancy berjalan ia melihat seseorang yang memegang bukunya, orang itu sedang berdiri di Deket tangga sekolah.
nancy pun langsung menghampiri orang itu.
"itu buku gua". sahut nancy
"oh..ini buku lu". ucap Nathan
/nathan menunjukkan buku tersebut/
"iya kak". nancy tersenyum lega
"yaudah nih...". beri Nathan
Nathan pun memberikan buku tersebut kepada nancy.
"btw kok bisa ada di lu?". tanya nancy
"kebetulan gua lewat sini, terus buku itu ada di dekat tangga...gua ambil deh". jelas Nathan
nancy tersenyum mendengar penjelasan Nathan.
"thanks banget yaa". ucap nancy
"your Wellcome". jawab Nathan
/Nathan tersenyum/
"ya Allah senyum nya cool banget". ucap nancy dalam hati
Nathan pun melambaikan tangannya di depan mata nancy.
"woy...lu kenapa?". tanya Nathan
"eh...gak apa-apa kok". nancy tersenyum
"yaudah gua ke kelas dulu yaa". ucap Nathan
"makasih lagi ya kak...". teriak nancy
Nathan menjawab nancy dengan melambaikan tangannya sambil berjalan menuju kelasnya.
"aduh...mimpi apa gua semalem". gumam nancy
kemudian nancy kembali ke kelasnya.
"Bu..saya sudah menemukan bukunya". ucap nancy
"bagus...tapi sayangnya pelajaran sudah selesai". ketus Bu liyvi
Bu liyvi pergi meninggalkan kelas, dan bel pun berbunyi.
"kring......kring...".
"ya ampun sial banget sih gua". ucap nancy
"udah lupain aja...entar gua kasih tau materi tadi apa aja". sambar Hani
"serius Lo Han? u....makasih". nancy tersenyum
"eh btw Chelsea kemana?". tanya Hani
"eh iya kemana tuh anak?_?". mata nancy memutar
diwaktu yang bersamaan Nathan memegang bahu nancy.
"oy..". ucap Nathan
"kak Nathan". ucap nancy
kemudian ia melihat ke arah Kevin dan Rio yang berada di sebelah Nathan.
"kok lu malah bengong sih". tegas Nathan
"hehe enggak kok, ya kan Hani". nancy menyenggol tangan Hani
"eh...iya kali". spontan Hani
Kevin menatap Hani dan nancy yang tampak kebingungan dengan hadir nya the boys di depan mereka.
"Chelsea mana?". to the point Kevin
"kurang tau deh kak". polos nancy
"kita juga lagi nyari dari tadi". tambah Hani
Hani merasa kesal dengan ucapan Rio, yang menurutnya terlalu menyalahkan mereka.
"tapi kita beneran gak tau kak". sinis Hani
"yodah sih biasa ae dong". ucap Rio dengan angkuh
"hahaha iya maaf". Hani senyum terpaksa
"udah udah, ngapa jadi ribut sih". tegas Kevin
"Taulah". tambah Nathan
Hani dan Rio sama-sama kesal dan membuang muka.
"mending kita cari Chelsea sekarang, gua Punya feel gak enak soalnya". ucap Kevin
"iya bener tuh ". jawab nancy
"nancy sama Nathan lu cari Chelsea ke lantai atas, dan Rio sama Hani, lu berdua cari Chelsea ke taman sekolah, sedangkan gua nyari Chelsea kesemua kelas". jelas Kevin
mereka pun berjalan ke arah tujuan mereka masing-masing.
...****************...
...✨ Kelas XIIA ✨...
Kevin masuk ke kelas dan menghampiri Rey yang sedang mengerjakan tugas Bu Kiki yang belum selesai.
"Rey..". panggil Kevin
"papan?". ucap Rey
Rey tetap fokus mengerjakan tugasnya.
"lu liat Chelsea gak?". tanya Kevin
"gua dari tadi disini, mana gua tau Chelsea dimana". jawab Rey
"Rey lu tau kagak sih". tegas Kevin
"kagak ilah..". Rey masih fokus
"Chelsea gak ada dimana-mana Rey". tegas Kevin
seketika Rey langsung berhenti dan melihat raut wajah Kevin.
"serius lu Vin!". tegas Rey
"dari tadi gua juga serius kali". Kevin mulai kesal
"yaudah nunggu apa lagi...ayo cari". panik Rey
Rey dan Kevin pun langsung mencari-cari Chelsea kesana kemari.
sedangkan di taman sekolah Hani dan Rio masih mencari Chelsea yang belum mereka temukan.
"disini juga gak ada kak". ucap Hani
"cari dulu makanya". ucap Rio dengan angkuh
"mata Lo sebenarnya berfungsi gak sih!". kesal Hani
"yaa berfungsi lah". ketus Rio
"kalo berfungsi seharusnya lu liat dong, gua dari tadi nyari kesana ke sono, gimana sih". tegas Hani
"lah...kok lu malah ngegas sih". ketus Rio
"lu nya yang duluan!". tatap Hani Dengan sinis
Rio malah mendekati Hani, dan Hani mundur setiap Rio mendekatinya, Hani tidak sadar bahwa dibelakang nya ada kolam ikan, sekali lagi dia mundur, dia pasti akan terjatuh ke kolam ikan tersebut.
akan tetapi Rio tetap mendekati Hani, Hani pun tetap mundur Tampa melihat ke belakang.
"hah.....". teriak Hani
Hani hampir saja terjatuh, untung saja Rio memegang erat tangan Hani.
"lu gak kenapa-napa?". tanya Rio
"deg...".
seketika jantung Hani berdebar kencang
"woy!". teriak Rio
dengan spontan Hani langsung berdiri dan melepaskan tangan Rio.
"sumpah! lu gila ya? kalo lu gak deketin gua pasti gua bakal jatoh". ketus Hani
"emang lu jatoh?". tanya Rio dengan angkuh
"eee...enggak sih, tapikan kalo gua tadi jatoh gimana?". kesal Hani
"intinya lu kagak jatoh". jawab Rio santai
"tapikan.....".
Rio langsung menaruh jari telunjuknya di mata Hani.
"hust....".
"gak usah banyak cincong, mending buruan kita cari Chelsea". tegas Rio
Hani hanya bisa terdiam dengan apa yang dilakukan oleh Rio.
"woy gc!". teriak Rio
"iyaa". sahut Hani
ia menyusul Rio yang sudah jauh di depannya.
mereka pun melanjutkan pencarian.
...****************...