Dear Chelsea

Dear Chelsea
31. Membuka hati



disebuah ruang tamu Chelsea sedang bingung dengan hadirnya seorang wanita yang tak pernah ia kenal, Rey yang berada di situ juga merasa aneh dengan tamu Chelsea.


"maaf mungkin lu gak kenal sama gua, nama gua Giselle gua sepupu nya Kevin". Giselle mengulurkan tangannya


Chelsea dan Rey langsung terkejut mendengar kata Kevin, sampai-sampai Chelsea mengabaikan uluran tangan Giselle.


"eee, gua kesini cuma mau ngasih tau kalo orang tua Kevin udah mengubah kewarganegaraan nya, dan mungkin Kevin juga. jadi gua kesini mau sampaikan pesan nyokap Kevin". jelas Giselle


tiba-tiba alis Chelsea naik sebelah, ia bingung kenapa pesan dari nyokap Kevin, bukan dari Kevin?.


"nyokap kak Kevin?". tanya Chelsea


"iyaa, nyokap nya udah tau soal hubungan kalian berdua". jawab Giselle


Chelsea menarik nafasnya dalam-dalam. entah hubungan apa yang diketahui oleh nyokap Kevin, karena sampai saat ini hubungan nya dengan Kevin belum jelas.


"jadi nyokap Kevin pengen lu gak usah hubungin kevin lagi, karena dia pengen Kevin fokus terapi dan gak mikirin orang-orang yang cuma memperlambat kesehatan nya". ucap Giselle dengan hati-hati


Rey dan Chelsea tak menyangka Dengan apa yang dipikirkan oleh nyokap Kevin, Chelsea menggeleng-gelengkan kepalanya menandakan ia tak habis pikir dengan semua yang terjadi.


"gua cuma memperlambat kesehatan nya kak Kevin? cukup tau aja sih, disini gua selalu berharap dan menunggu kak Kevin, tapi apa yang gua denger? gua udah korbanin perasaan gua". Chelsea kecewa


"gua gak terima sih sama apa yang diucapkan nyokap Kevin, bilang lagi aja ke nyokap Kevin. Chelsea gak bakal pernah hubungi Kevin lagi dan gak akan ganggu Kevin, walaupun kenyataannya Chelsea gak pernah ganggu Kevin". Rey menahan emosi


Giselle menjadi tak enak hati dengan Chelsea dan Rey, sebenarnya ia tau bagaimana perasaan Kevin mendengar ini semua, jadi ia juga tau bagaimana kecewa nya Chelsea mendengar ucapan nyokap Kevin.


"maaf gua cuma memberi tau kalian apa yang disuruh sama nyokap Kevin, maaf kalo kata-kata tadi menyinggung kalian". mohon maaf Giselle


"gak apa-apa kok". senyum terpaksa Chelsea


"yaudah gua balik aja, maaf udah ganggu waktu kalian". pamit Giselle


Giselle pun pergi meninggalkan rumah keluarga Permana, sementara itu Rey dan Chelsea langsung menunjukkan raut wajah kecewa.


"gila tuh nyokap nya Kevin, dia gak mikir apa perasaan lu kayak gimana?". kesal Rey


"gak tau deh, gua juga bingung kok kak Kevin gak ngejelasin gitu ke nyokap nya". Chelsea menjadi emosi


Chelsea pun masuk ke kamarnya dan membanting pintu tersebut dengan kencang.


"brak!". suara pintu kamar Chelsea


Rey terkejut dan langsung mengelus-elus dadanya, ia juga melihat pintu kamar Chelsea dengan tatapan kasihan.


"kasian amat tuh pintu gak salah apa-apa dibanting". datar Rey


......................


malam ini Chelsea lagi-lagi duduk di balkon kamarnya sambil menatap sedih ke ribuan bintang yang bersinar terang di malam ini. ia sangat kecewa dengan apa yang diucapkan oleh nyokap Kevin.


"sekarang gua harus gimana? apa udah saatnya gua harus lupain kak Kevin?". Chelsea bertanya kepada dirinya sendiri.


diwaktu yang bersamaan Leo melempar batu ke arah Chelsea yang duduk di balkon kamarnya. batu tersebut mengenai kaki Chelsea.


"aduh....batu dari mana sih itu". kesal Chelsea


Chelsea pun menengok ke bawah. dan ternyata di bawah ada Leo yang sedang melambai-lambaikan tangannya.


"kak Leo??". gumam Chelsea


Chelsea pun keluar dari kamarnya dan turun kebawah untuk menemui Leo yang berada di luar rumahnya.


"kak Leo, lu ngapain ke rumah gua malem-malem gini?". tanya Chelsea


"gua lagi gak mood, jadi gua mau ngajak lu ke suatu tempat". jawab Leo


"tapi kenapa harus gua?". tanya lagi Chelsea


"yaaa karena...gak ada yang mau nemenin gua". datar Leo


"yaudah deh, tapi jangan sampe tengah malem ya". ucap Chelsea


"tenang aja, entar gua pulangin lu tepat waktu". senyum Leo


Chelsea pun menaiki motor milik Leo dan ikut pergi ke tempat yang akan dituju oleh Leo. angin malam berhembus kencang, seketika Chelsea refleks memeluk Leo.


jantung Leo dan Chelsea seketika berdebar kencang. Chelsea yang menyadari langsung melepaskan pelukannya, sedangkan Leo hanya tersenyum sambil mengendarai motornya tersebut.


Chelsea pun turun dari motor dan melihat keselilingnya yang begitu gelap. angin disitu juga berhembus sangat kencang. kemudian ia menatap Leo dengan curiga.


"kenapa lu liat gua kayak gitu". heran Leo


"lu gak ada niat jahat kan sama gua?". tanya Chelsea datar


"hahaha, ada-ada aja lu chels, ya enggak lah, yang ada gua entar mati Ama si Rey". tertawa kecil Leo


"lagian tempat nya gelap banget, udah gitu banyak rumput-rumput lagi". ucap Chelsea


"udah ikutin gua aja". senyum Leo


Chelsea pun mengikuti Leo. walaupun ia tetap waspada karena ia masih curiga dengan Leo, dan tempat nya juga benar-benar gelap. mereka pun terus berjalan sampai Leo berhenti di ujung tebing.


"lu gak niat bunuh diri kan". teriak Chelsea yang masih berada jauh di belakang


Leo hanya tersenyum, Chelsea semakin curiga dengan senyuman Leo, karena penasaran ia pun mendekat ke tempat Leo, dan setibanya di dekat Leo, ia langsung terkejut karena Leo langsung memegang tangannya.


"kak Leo lepasin gak! gua udah curiga lu pasti ada niat jahat kan!". bentak Chelsea


raut wajah Leo yang tadinya tersenyum menjadi datar. kemudian ia memegang kepala Chelsea.


"huaaa gua gak nyangka lu mau mutusin kepala gua". teriak Chelsea


Leo masih datar menatap Chelsea, ia pun memutar kepala Chelsea agar melihat ke arah depan, namun Chelsea malah menutup matanya.


"buka mata lu". ketus Leo


"kak Leo lu mau dorong gua kebawah? yaampun kejam banget sih lu". ucap Chelsea yang masih menutup matanya


Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, raut wajah nya menjadi gemas terhadap Chelsea.


"makanya mata lu dibuka dulu". Leo menahan emosi nya


dengan perlahan ia membuka matanya. setelah matanya terbuka ia melihat ke depan dan kebawah. betapa terkejutnya Chelsea melihat pemandangan kota yang begitu indah semua lampu dan gedung-gedung tinggi membuat nya terkagum-kagum.


"keren banget!!! gua gak nyangka ada tempat yang bisa ngeliat kota Jakarta dari tempat yang paling tinggi kayak gini". senyum Chelsea


"gimana indah kan, gua biasa nya kesini kalo lagi mumet". ucap Leo


Leo pun duduk di rumput dan melihat pemandangan tersebut dengan senyuman manis yang terukir di wajahnya. melihat Leo Chelsea menjadi tenang dan ikut duduk disamping Leo.


"makasih yaa lu udah ajak gua kesini". senyum Chelsea


"eh gua kali yang bilang makasih karena lu udah mau nemenin gua". ucap Leo


Chelsea tersenyum dan terus menerus memandangi pemandangan yang langka tersebut. namun angin terus berhembus kencang. Chelsea yang hanya memakai baju tidur tersebut mulai merasa dingin.


Leo melihat ke arah Chelsea yang dari tadi terus memegang kedua tangannya sendiri. Leo tau sepertinya Chelsea kedinginan, ia pun membuka jaket nya dan memakaikan nya ke Chelsea.


"deg....".


jantung Chelsea berdebar ketika ia menatap Leo yang begitu perhatian terhadap nya.


"gua tau lu kedinginan kan, udah pake aja dulu jaket gua". ucap Leo sambil memakaikan jaketnya kepada Chelsea.


"makasih kak Leo, lu udah perhatian sama gua". senyum Chelsea


"eh..gak apa-apa kok". gugup Leo


Leo menjadi malu mendengar Chelsea yang berkata ia perhatian kepadanya. pipinya memerah dan ia tersenyum sambil melihat pemandangan tersebut.


sementara Chelsea merasa nyaman dengan hadirnya Leo disampingnya. ia pun bersandar di bahu leo.


"deg....". jantung Leo berdebar kencang


setelah sekian lama ia tak pernah merasakan perasaan yang seperti ini, dan jujur saja sebenarnya Leo sangat merindukan Chelsea yang bersandar di bahunya.


"awas jangan senyum-senyum sendiri, nanti flashback loh". goda Leo


"gak senyum-senyum sendiri kok, kak Leo juga ikut senyum". tertawa kecil Chelsea


Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sementara Chelsea masih bersandar di bahunya dan tersenyum manis melihat pemandangan kota tersebut.


...****************...