
keramaian di dalam kelas XIB sudah tak bisa di dengar oleh chelsea seperti biasanya, ia merasa sesak dengan kebisingan dan tak suka melihat keramaian.
matanya melihat seisi kelas yang tak ada habisnya melakukan apa yang mereka suka, kaki nya perlahan melangkah keluar kelas, entah kemana tujuan nya, yang terpenting baginya keluar dari kondisi yang tak nyaman.
hani dan nancy tak menyadari chelsea yang keluar kelas, mereka berdua terlalu sibuk dengan obrolan mereka tentang study tour.
chelsea sedang asyik dengan dunia nya sendiri, ia duduk di tepi atap smk 127. ia memandang keramaian kendaraan yang berjalan tak ada hentinya.
ia berfikir bagaimana jika dia ikut study tour, ia harus menghadapi keramaian yang dulu menyenangkan baginya tapi tidak untuk sekarang.
suara langkah terdengar oleh chelsea, ternyata di atap sekolah bukan hanya ada dirinya sendiri. oza menghampiri chelse, ia dari tadi juga ada di atap namun di arah yang berbeda dengan tempat dimana chelsea duduk.
"lu ngapain disini? lagi galau?". tanya oza sambil tersenyum meledek ke Chelsea, ia juga duduk di samping chelsea yang termenung itu.
"enggak kok, gua lagi males aja di kelas, berisik, lagian belum bell ini kok". jawab chelsea dengan apa adanya, sesuai dengan apa yang ia rasakan.
oza melirik chelsea yang menurutnya ada perubahan di dalam diri chelsea yang ia kenal.
"aneh, biasanya lu juga sama kayak mereka, malah lu lebih berisik dan ngeselin juga, tapi sekarang lu berubah, kenapa sih lu?". tanya oza dengan terus terang.
chelsea melirik oza yang mengatakan dirinya berubah, sebenarnya ia juga merasa bahwa dirinya yang sekarang bukan seperti yang dulu.
"gua juga ngerasa sih, mungkin karna dulu gua masih kayak anak kecil yang egois dan gak kepeduli sama kenyamanan orang, yang penting gua fun, tapi sekarang gua mulai gak tertarik dengan hal-hal yang dulu gua suka". chelsea tersenyum mengingat dirinya yang dulu.
"bukan karena kevin kan?". tanya lagi oza
"yaa enggak lah, eh bisa jadi sih, soalnya gua banyak belajar dari sikapnya dia". ucap Chelsea
chelsea pun berfikir, mengapa oza berada di tempat sepi seperti ini.
"lu sendiri ngapain disini?". tanya chelsea dengan penuh kecurigaan, matanya menatap tajam ke arah oza yang terdiam dengan pertanyaan chelsea.
"gua emang dari dulu suka disini, gua anti tempat rame, males berisik". jawab oza dengan jujur
"berarti lu gak bakal ikut study tour dong?". tanya chelsea dengan raut wajah penuh tanda tanya, karena oza sama dengan dirinya yang sekarang.
"awalnya gua gak mau ikut sih, tapi yaa gimana lagi, the cool boys kan pada ikut, mereka pengen gua ikut jadi gua pasti ikut lah". jawab oza sambil tersenyum
yang dari tadi chelsea pikirkan pun akhirnya sudah ia atasi, dengan mendengar jawaban oza, ia sekarang tau apakah harus ikut demi temannya atau tidak demi kenyaman nya sendiri.
"oh iyaa gua minta maaf yaa, dulu gua pernah sengaja nendang bola ke arah lu, sampe lu pingsan". oza mengiat kejadian dimana ia sengaja menendang bola ke arah Chelsea karena kesal dengan chelsea yang membuat leo sakit.
chelsea tersenyum mendengar ucapan oza dan mengingat kejadian tersebut.
"yaelah udah lama kali, lagian udah gua maafin juga kok". ucap Chelsea sambil tersenyum
oza merasa bersalah karena dulu sudah berfikiran negatif tentang chelsea, ia baru sadar mengapa leo begitu menyukai dan mencintai chelswa, bahkan sampai sekarang yang ada di otaknya leo hanya chelsea.
"gua boleh jujur gak sih?". tanya oza
"boleh lah, itukan hak lu". ucap Chelsea
"gua suka sama lu". ucap oza
pernyataan oza membuat Chelsea bertanya-tanya dan tak mengerti.
"iyaa, gua baru sadar makanya sekarang gua suka sama lu, tapi itu cuma sekedar rasa suka sebagai teman, mungkin kalo dari dulu gua suka sama lu bisa jadi cinta, maybe". oza tersenyum karena ucapan nya sendiri, Chelsea pun ikut tersenyum.
mereka berdua terlihat sudah akrab setelah saling berbincang-bincang, Chelsea merasa nyaman dengan oza, begitupun sebaliknya.
"eum...kalo mau cerita sama gua, cerita aja, gua dengerin kok, sebagai temen lu". senyum oza
chelsea tersenyum karena setelah sekian lama kenal dengan oza, tapi baru kali ini ia merasa nyaman dan bisa menjadi teman.
"iyaa gua bakal cerita sama lu kok, kayaknya kita satu circle, yaa menurut gua sih". senyum Chelsea
oza jadi teringat dengan leo yang sedang bingung dengan perasaannya kepada Chelsea, ditambah lagi dengan kata-kata matahari dan bulan.
"maaf nih ya, lu sama leo hubungan nya apasih?". tanya oza
seketika chelsea terdiam dan terlihat raut wajahnya ia seperti bingung harus menjawab apa.
"tapi lu jangan bilang sama kak leo yaa". ucap Chelsea
"tenang aja, gua bisa jaga rahasia temen kok". ucap oza meyakinkan chelsea
chelsea pun percaya dengan ucapan oza.
"gua nyaman sama kak leo, gua Juga sayang sama dia, setelah seiring waktu perasaan gua ke dia balik lagi, dan jujur sih gua cinta sama dia, tapi entah kenapa gua ngerasa ada sesuatu dari gua yang bikin dia gak nyaman". terus terang Chelsea kepada oza.
(aduh...leo-leo, aturan lu itu berani ungkapin perasaan lu ama chelsea, ternyata mereka saling suka coba). ucap oza dalam hati.
"emang lu udah gak ada perasaan sama kevin, dia bakal balik lagi kan, kalo dia balik lagi, apa lu bisa pertahanin perasaan lu buat leo?". tanya oza
"gua udah gak ada perasaan lagi sama kak kevin, tapi yaa setiap gua inget dia, gua kayak nyesek aja gitu, dan yang bikin gua kecewa dia gak bakal balik lagi, ada hal lain juga sih yang bikin gua yakin, kalo gua gak bakal bisa sama kak kevin". ucap Chelsea, kemudian lanjut bicara.
"kalo seandainya dia balik lagi, gua udah cukup kecewa, dan gak mungkin juga gua bikin kak leo kecewa, selama ini dia selalu ada buat gua, bahkan rasanya gua gak mau kehilangan orang yang bener-bener peduli dan tulus sama gua". chelsea tersenyum haru dan lega karena telah mengeluarkan isi hatinya.
oza puas dengan jawaban Chelsea, ia semakin yakin bahwa cinta chelsea kepada leo tulus, bukan hanya sekedar persinggahan nya disaat tak ada kevin disisi nya.
"kalo seandainya leo nembak lu gimana chels?". tanya lagi leo, kali ini ia sangat menunggu jawaban chelsea.
"gua...yaa pasti gua terima lah, gua sih gak bakal nyia-nyiain orang yang kayak kak leo". jawab chelsea
oza tersenyum puas dengan jawaban Chelsea yang ini, ia semakin bertekad untuk menyatukan oza dan chelsea yang saling mencintai itu.
tampa chelsea dan oza sadari, mereka berdua sudah berbincang-bincang begitu lama, bahkan suara bel masuk pun sudah terdengar di telinga mereka berdua.
"udah bel, gua ke kelas dulu ya". ucap oza
"gua juga mau ke kelas, makasih udah mau dengerin gua". ucap Chelsea tersenyum
"sama-sama". senyum balik oza
mereka berdua turun dari lantai atas (atap), mereka berpisah menuju kelas masing-masing, chelsea ke lantai dasar sedangkan oza di lantai dua.
oza senang bisa berteman dengan chelsea, yaa walaupun sebenarnya ia tak suka dengan rey, tapi sikap chelsea dan rey begitu berbeda.
hati Chelsea juga tenang setelah bisa mengeluarkan isi hatinya yang selama ini ia pendam, sebenarnya bisa saja ia cerita kepada rey, tapi Chelsea malas dengan jawaban yang akan diberikan oleh rey, pasti tak setenang oza.
...****************...