
Chelsea dan yang lain telah tiba di sebuah festival. mereka berjalan menuju taman bermain untuk bersenang-senang. Leo mengajak Chelsea menaiki roller coaster, sementara Rey pergi meninggalkan Hani sendiri.
"perasaan gua dah yang ngajak kesini, tapi kenapa gua ditinggal". gumam Hani. ia segera berjalan untuk melihat-lihat.
Leo dan Chelsea menaiki roller coaster. saat duduk di dalam Chelsea terus saja memegang tangan Leo, ia tampak merasa takut.
"lu takut chels? kalo lu takut kita turun aja". ucap Leo
"gak apa-apa kok, kali-kali gua nyobain, hehe". senyum Chelsea
roller coaster tersebut mulai bergerak. Chelsea menutup matanya dan menggenggam erat tangan Leo. bukannya ketakutan atau berteriak menikmati permainan itu, Leo malah menatap Chelsea sambil tersenyum sepanjang roller coaster tersebut berjalan.
di sisi lain Rey mencari sesuatu yang bisa membuat nya terhibur. namun selangkah demi selangkah ia tetap tak menemukan apapun yang menarik baginya.
"kagak ada yang seru apa?". tanyanya kepada dirinya sendiri
kemudian Rey kembali berjalan. di depan pintu sebuah kastil yang besar ia melihat Hani yang sedang menatap kastil tersebut. Rey juga ikut melihat kastil tersebut dari jauh, dan nampaknya kastil itu sudah tua.
ia pun menghampiri Hani yang masih menatap kastil tersebut dengan serius.
"masuk yuk". ajak Rey. ia tersenyum penuh keberanian
"kayak nya bahaya deh, pasti di dalam gelap. gua takut aja ntar kita kesasar". ucap Hani sambil mengalihkan pandangannya.
"kan ada peta, lagian dikasih senter juga kok". senyum jahil Rey
"bukannya gua takut kak, tapi takutnya Chelsea nyariin lagi". Hani berusaha agar tidak masuk ke dalam.
Tampa berpikir panjang Rey menarik tangan Hani, lalu mengambil peta dan senter. mereka pun memasuki kastil tua tersebut. di dalam sangat gelap dan hawa nya sangat panas. Hani yang terpaksa masuk kedalam merasa takut, ia hanya bisa berjalan sambil memegang senter dan memegang tangan Rey.
"aduh...kak Rey, ngapain sih segala masuk kesini". ucap Hani sambil celingak-celinguk
"gak apa-apa kali, btw lu bisa gak jan pegang tangan gua". serius Rey
"gak bisa, gua takut kesasar". jawab Hani
Rey dan Hani terus berjalan menyusuri kastil tersebut. Sampai di sebuah persimpangan ada seorang gadis yang menangis tersedu-sedu. karena penasaran Rey dan Hani menghampiri gadis tersebut. Hani mulai merasa takut, ia memegang erat-erat tangan Rey.
"lu ngapain nangis dah?". tanya Rey
namun gadis tersebut terus menangis, Hani yang sudah berpikiran negatif mengajak Rey pergi.
"kak Rey udah tinggalin aja". takut Hani
"entar dulu Napa, kali aja ni cewe cakep hehe". senyum nakal Rey
"ish...beg* mana ada sih cewe cakep di tempat beginian". Hani mulai kesal sekaligus takut
"ada kok, nih orang yang megang tangan gua". senyum jahil Rey
"apaansih bisa-bisanya di tempat kayak gini masih aja gombalin cewe". Hani antara malu dan merasa takut dengan gadis tersebut.
Rey pun berbalik arah. ia menggenggam tangan Hani dan menatap nya dengan tatapan serius.
"gua serius kok, lu emang cantik,baik,lucu, manis lagi. makanya gua suka sama lu". senyum rey
"deg...". jantung Hani berdebar
seketika gadis yang menangis tersebut berhenti menangis, ia terkejut dengan apa yang ia lihat dan dengar. sedangkan Hani masih tercengang dengan apa yang diucapkan oleh Rey.
"lu gak bercanda kan kak?". tanya Hani
"enggak lah, gua serius. sebenernya gua mendadak ungkapin perasaan gua ke elu, coba kalo lu tadi gak di depan kastil, pasti gua gak bakal nembak lu disini". jelas Rey. ia terus memandangi wajah Hani.
Hani merasa bingung dengan apa yang terjadi. ia tak menyangka bahwa Rey kakak kelasnya menyukai nya. ia juga waspada karena menurut berita yang beredar Rey adalah seorang playboy.
"tapi sejak kapan kak Rey suka sama gua?". tanya Hani
"sejak lu hadir dalam hidup gua". senyum Rey
"eeee kok kakak bisa sih suka sama gua?". tanya lagi Hani
"karena lu...... adalah hal terindah yang pernah gua lihat, dari sikap lu, hati lu, gaya lu, cantik lu, pokoknya semuanya deh". jawab Rey tersenyum
"gimana lu mau kan jadi pacar gua?". tanya rey
sebelum Hani menjawab pertanyaan yang diajukan oleh rey, gadis yang tadi menangis tersebut, menghentikan pembicaraan antara Rey dan Hani.
"maaf ni bang,kak, bisa gak jangan di depan saya, kan saya iri....masa niat nakutin malah ngeliat orang menyatakan cinta, huaaa potek". rengek gadis tersebut
Rey dan Hani merasa tak nyaman sekaligus ilfill dengan gadis tersebut. akhirnya mereka berdua memutuskan untuk keluar dari kastil tersebut. untuk sementara Hani tenang karena pertanyaan Rey bisa dialihkan, walaupun hanya sementara.
di sisi lain Leo baru saja turun bersama Chelsea dari roller coaster, Chelsea tampak pusing dan mual, dengan segera Leo mencari tempat untuk beristirahat dan memberikan Chelsea sebotol air mineral.
"minum dulu chels biar gak mual". ucap Leo. ia memberikan air mineral tersebut kepada Chelsea.
Chelsea langsung meminum air tersebut. setelah itu ia menarik nafas nya dengan lega.
"makasih ya kak". ucap Leo
"sorry ya gua udah ngajak lu naik roller coaster". sesal Leo
"gak apa-apa kok kak, gua cuma belum terbiasa aja". senyum Chelsea
"yaudah sebagai gantinya sekarang kita pergi ke tempat yang lu mau". saran Leo
"oke....". senyum Chelsea
mereka pun berjalan menuju tempat yang diinginkan oleh Chelsea. setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan sebuah Timezone.
"Ayuk kak kita maen". ajak Chelsea
"oke..". setuju Leo
mereka bermain Timezone dengan sangat gembira, Chelsea terus saja tertawa melihat gerakan Leo yang lucu. Leo pun merasa senang bisa membuat Chelsea tertawa bahagia.
"hahaha, sumpah lu kocak banget". tertawa Chelsea
waktu mereka bermain Timezone pun sudah selesai . Chelsea tersenyum dan menatap Leo penuh harapan.
"makasih ya kak, lu udah bikin gua seneng". senyum Chelsea
"udah kewajiban gua bikin lu bahagia". senyum balik Leo
"bisa aja kak Leo". Chelsea tersenyum jahil
mereka pun berjalan perlahan-lahan meninggalkan tempat tersebut, Chelsea tersenyum sambil melihat langit yang sudah gelap, sementara Leo merasa ia mempunyai sedikit harapan untuk mengisi hati Chelsea.
"oh iya, kak Rey sama Hani dimana?". tanya Chelsea
"iya yaa, kemana tuh mereka". Leo melirik kesana kemari
di waktu yang bersamaan Rey dan Hani baru saja keluar dari kastil tua tersebut, dan mereka melihat Chelsea dan Leo dari jauh.
"Chelsea!". teriak Hani sambil melambaikan tangan
Chelsea Yang mendengar suara Hani langsung melihat kearah sumber suara tersebut dan menghampiri nya.
"kalian abis darimana?". tanya Leo
"abis dari kastil tua". jawab Hani
"udah selesai kan? yuk kita pulang udah malem juga". ucap Chelsea
"iya ayo...gua juga udah ngantuk nih". tambah Hani. ia sengaja agar bisa mengalihkan pertanyaan Rey yang masih ada di pikirannya.
"yuk balik". ucap Leo
Rey menatap Hani dengan penuh tanda tanya, namun Hani seolah-olah tak melihat tatapan rey. sedangkan Chelsea merasa ada yang aneh dengan kakaknya itu dan juga Hani.
kemudian mereka pun berjalan meninggalkan Festival tersebut. Rey hanya bisa terdiam sepanjang perjalanan, ia tampak gelisah menunggu jawaban Hani, sedangkan Hani terus saja mengalihkan pandangannya dari Rey.
...****************...