
setelah pulang sekolah nancy segera bersiap-siap untuk pergi bersama Nathan, ia sangat senang karena akan pergi dengan orang yang ia sukai.
"mimpi apa gua semalem". ucap nancy sambil merapihkan rambutnya.
tepat pukul 14:00, Nathan sudah berada di depan rumah nancy, ia terlihat tampan dengan menggunakan kemeja hitam. dengan segera nancy langsung menghampiri Nathan yang menunggu nya diluar rumah.
namun saat Nancy mendekati Nathan, ia langsung terkejut dengan penampilan nancy, ia tak percaya bahwa yang dihadapannya adalah nancy.
"nancy...". terpesona Nathan
"kenapa kak?". tanya nancy
"lu nancy kan?". tanya balik Nathan
"iyaa ini gua lah kak, emang lu pikir siapa". jawab nancy
"oh....gua kira yang ada di hadapan gua bidadari". senyum Nathan
Nancy terkejut mendengar ucapan Nathan, seketika pipinya memerah antara malu dan senang, sedangkan Nathan masih saja tersenyum sambil menatap nancy dengan serius.
"kak ayo jadi kan?". tanya nancy dengan gugup
"jadilah, masa iya gak jadi". senyum Nathan
nancy pun menaiki motor milik Nathan, mereka langsung berangkat ke suatu tempat yang di janjikan oleh Nathan.
di sisi lain Chelsea sedang duduk di sofa rumah nya, ia sedang menunggu Rey yang tengah bersiap-siap untuk pergi berjalan-jalan bersama nya dan juga Leo,Hani. belum juga Rey selesai Hani telah tiba di depan rumah keluarga Permana, kemudian Hani menekan bel rumah Chelsea.
"Ting nong...Ting nong.....".
Chelsea yang mendengar suara bel rumahnya, bergegas membuka pintu rumahnya, setelah ia membuka pintu, ia melihat Hani yang sedang berdiri sambil tersenyum manis menatap Chelsea.
"hai chels". senyum Hani
"hai...kok lu udah Dateng aja sih, lagian bukannya kita ketemuan di taman Cempaka ya?". tanya Chelsea
"kelamaan kalo gua nunggu di sana, mendingan gua ke rumah lu". jawab Hani
"yaudah masuk dulu sini". ajak Chelsea
Hani pun memasuki rumah Chelsea, dan ia pun duduk di sofa ruang tamu keluarga Permana. ia melirik kesana dan kemari, seperti sedang mencari seseorang.
"kak Rey mana chels?". tanya Hani sambil celingak-celinguk
"Masih di kamar, lagi prepare". jawab Chelsea
"owh...lama ya kak Rey". datar Hani
"yaa begitulah, btw lu mau minum apa? biar gua ambilin?". tanya Chelsea
"gak usah repot-repot chels". jawab Hani
"tapikan lu tamu". serius Chelsea
Tampa mereka sadari Rey sudah keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka berdua.
"ayo gua udah rapih nih". ucap Rey
seketika Chelsea dan Hani melongo karena melihat penampilan Rey yang memakai Woody putih dan celana hitam, ia juga memakai topi hitam dan sepatu sneaker.
"eeee lu rapih amat kak". ucap Chelsea datar
"yaa gua kan emang selalu rapih". jawab Rey
"kok lu berdua sama-sama pake baju putih sih". ucap Hani
"gak tau gua juga". Chelsea menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"berarti kita emang satu felling". senyum Rey
mereka pun bergegas meninggalkan rumah keluarga Permana, dan pergi menuju taman Cempaka, Rey mengendarai mobil untuk pergi kesana, dan juga perjalanan mereka yang tak jelas akan pergi kemana.
di sebuah taman yang indah Nathan menggelar tikar dan menyiapkan beberapa makanan, nancy baru sadar ternyata ia sedang piknik bersama dengan Nathan.
"wah...danau nya indah banget". kagum nancy
"lu suka gak tempatnya?". tanya nathan
"suka banget...". senyum nancy
"oh iya nih tadi gua bawa sedikit makanan". tawar Nathan
mereka berdua pun memakan hidangan kecil yang disiapkan oleh Nathan, sementara itu nancy makan sambil menghayal dan berbicara dalam hatinya.
"so sweet banget sih kak Nathan, kita berdua piknik kayak gini udah kayak sepasang suami istri hehe". ucap nancy dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
beberapa menit kemudian mereka sudah selesai memakan makanan yang lezat tersebut, lalu setelah itu Nathan berdiri dan mengajak nancy ke tepi danau.
"Nans yuk kita naik perahu". ajak nathan
"serius?". tanya nancy
"yaa serius lah". jawab Nathan
Nathan mendayung perahu tersebut ke tengah danau, sedangkan nancy hanya bisa tersenyum dan berteriak-teriak dalam hati.
"huaaa sumpah kak Nathan sweet banget!". teriak nancy dalam hati
setelah tiba di tengah danau, Nathan berhenti mendayung, kemudian ia mengambil sesuatu dari saku nya, ternyata itu adalah setangkai bunga mawar merah.
"deg....". jantung nancy berdebar seketika
Nathan memberikan bunga mawar tersebut kepada nancy, dengan spontan nancy pun menerima bunga tersebut.
"menurut lu gua kalo kayak gini romantis gak?". tanya Nathan
"sweet banget lah kak". senyum nancy
"serius?". tanya lagi Nathan
"beneran". ucap nancy penuh harapan
"sebenernya gua lagi persiapin ini semua buat nembak Hani, Karena lu sahabatnya jadi gua coba ke lu dulu, eh ternyata lu suka, kalo kayak gini sih gua yakin Hani juga pasti suka". senyum Nathan
jantung Nancy seperti berhenti berdetak, ia benar-benar tak menyangka bahwa orang yang disukai Nathan adalah sahabat nya sendiri, yaitu Hani, dan yang paling membuatnya semakin tak menyangka adalah semua sikap manis Nathan yang ternyata hanya untuk persiapan.
"kak kayaknya gua mau pulang deh". ucap Nancy dengan menahan rasa sakit
"lah kok mendadak?". tanya nathan
"gak tau tiba-tiba gua gak enak badan". bohong nancy
"oh yaudah, gua anter sekalian yaa". tawar Nathan
"gak perlu, gua bisa pulang sendiri, lagian lu kan harus latihan lagi biar Hani gak kecewa". senyum terpaksa nancy
Nathan pun mendayung perahu tersebut ke tepi danau, setelah di tepi danau Nancy langsung pergi meninggalkan Nathan sendiri Tampa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
nancy sangat kecewa terhadap Nathan, ia sudah berharap tinggi bahkan sudah sangat percaya bahwa Nathan akan menyatakan perasaannya kepada nancy, tapi kenyataannya itu hanya sekedar latihan sebelum Nathan mengungkapkan perasaan nya kepada Hani.
nancy berjalan dengan cepat, dan air matanya menetes, ia sangat sedih dengan kenyataan yang menyakitkan, sedangkan Nathan masih berada di taman, ia merasa ada yang aneh dengan nancy.
kemudian Nathan pun merapihkan barang-barang nya, lalu pergi meninggalkan taman tersebut, namun anehnya Nathan seperti tak merasa bersalah sedikitpun kepada nancy, entah nathan tidak peka atau memang tak peduli dengan perasaan nancy.
...****************...