
di cafe fantasi chelsea dan yang lain nya sudah selesai makan dan berbincang-bincang. nancy dan nathan pergi lebih dulu karena nancy yang sudah lelah, apalagi besok akan study tour jadi dia ingin beristirahat terlebih dahulu.
chelsea dan leo Berada di luar cafe. sekarang mereka berencana untuk ke Mall berbelanja keperluan chelsea dan juga leo. terbalik dengan nancy dan nathan, chelsea dan leo awal ke cafe baru setelah itu ke mall.
"ke mall mana nih chels?". tanya leo dengan antusias tampa merasa lelah setelah kegiatan nya di cafe.
"yang deket dari sini aja, mall jakarta indah". ucap chelsea menunjuk mall yang berada di sebrang jalan. mereka berdua berjalan menaiki Jembatan penyebrangan orang.
satu bola Masuk ke tepat ke Dalam toples yang disediakan, setelah itu disusul dengan bola yang meleset tak masuk ke dalam toples. bola yang tepat sasaran adalah Bola Lemparan andre sedangkan yang meleset itu milik elsa.
"ah gak asik ah, dari tadi gua kalah mulu". protes elsa yang tak satu pun bola yang ia lempar tepat sasaran.
"dih kan lu yang ngajak main lempar bola, gua mah terima-terima aja". ucap andre dengan nada sedikit sombong.
ternyata elsa dan andre berada di wahana bermain mall jakarta indah, elsa mengajak andre ke tempat tersebut agar tidak pusing menghadapi empat orang yang selalu bertengkar (rey,terry,rio dan hani) ditambah lagi satu orang aneh (jack).
"balik lagi yuk ke yang lain, ntar pada nyariin lagi". usul andre yang sedikit khawatir dengan yang lainnya.
"males gua denger mereka debat, udah gitu si jack bikin kesel lagi". ketus elsa sambil melipat kedua tangannya.
"udah damai kali, lagian ini juga udah lumayan lama". andre berusaha meyakinkan elsa agar kembali bergabung dengan yang lainnya.
"gak bakal damai kali mereka mah, tapi yaudah deh balik lagi aja". elsa melangkah dengan malas.
elsa dan andre kembali berjalan menuju tempat semula dimana mereka semua tadi berpapasan.
di sisi lain rey dan terry sedang duduk di sebuah bangku yang disediakan. di hadapan mereka berdua ada seorang peramal yang sedang berusaha meramal mereka berdua. yang lainnya hani,rio dan jack menunggu terry dan rey di bangku yang tersedia di belakang mereka berdua.
peramal tersebut memulai untuk meramal mereka berdua, sesekali ia menunjukkan raut wajah senang dan beberapa kali memperlihatkan raut wajah gelisah dan murung. terry dan rey hanya bisa diam menunggu ramalan selesai dengan keadaan kebingungan dan terheran-heran melihat sikap peramal tersebut.
setelah beberapa menit yang panjang akhirnya peramal tersebut angkat suara dan memberitahukan apa saja yang ia lihat dalam ramalan nya.
"pertama saya akan memberitahukan ramalan mbaknya". mulai bicara peramal yang sudah selesai, terry mulai penasaran dengan apa yang diramal.
"mbaknya akan sering mendapatkan dan menjaga prestasi mbak, tapi bakal ada saingan yang berat dan beberapa kali dia lebih unggul dibanding kan mbaknya". ucap peramal penuh percaya diri. terry yang tadinya tersenyum langsung sedikit penasaran dengan orang yang akan menjadi saingan nya.
"dan ramalan mas nya akan saya beritahu juga". peramal tersebut melihat ke arah rey yang duduk dengan santai. rey sebenarnya tidak percaya dengan ramalan yang hanya yg menurut nya tak nyata, ia hanya menganggap ini sebagai permainan.
"mas nya akan menjadi rebutan para gadis di sekolah, di tambah lagi ada sedikit keributan yang akan terjadi". ucap peramal tersebut. rey menahan tawanya.
("ckckck, dari dulu juga gua emang selalu jadi rebutan cuaaakss, kalo soal keributan emang hidup gua penuh dengan keributan, ngelawak nih peramal, haha".) komen rey dalam hatinya sambil tertawa juga.
"kalo soal hubungan mbaknya sama masnya, kalian bakal bersatu dalam sebuah ikatan". senyum peramal tersebut dan di balas kesinisan oleh rey dan terry.
mereka bertiga yang ada di belakang menahan tawa mereka, terutama jack yang benar-benar percaya bahwa rey dan terry akan jatuh cinta kembali.
"ikatan gak tuh, hahaha". ledek jack yang di tambahi dengan tawa hani dan rio.
"dih apaan sih, gua pastiin ramalan ini gak bakal terjadi!". ucap terry dengan raut wajah kesal. sedangkan rey hanya tersenyum licik.
"gua sih gak percaya sama ni ramalan". celetuk rey dan beranjak pergi bertukar tempat ke belakang dengan rio, begitu juga dengan terry yang bertukar tempat dengan rio.
rey yang melihat jack tersenyum meledek nya terus, membuat rey kesal.
"abis ini lu yaa". ketus rey kepada temannya itu.
"gua kan gak ikut-ikutan". ucap jack
"biar adil lah bro". rey tersenyum jahat dan sedikit melototi jack. karena keadaan jack pun pasrah untuk diramal.
rio sedikit gelisah melihat peramal tersebut yang sedang meramal. ia tak henti melirik ke kanan dan ke kiri, semua sudut ia awasi dengan matanya yang tajam.
("jangan sampe gua ngeliat penampakan, jujur gua panik bukan karena ramalan, tapi gua takut kerasukan".) ucap rio dalam hati nya sambil terus waspada. hani bukannya risih kepada peramal nya, ia justru malah risih melihat rio yang tak bisa diam celingak-celinguk.
beberapa menit telah berlalu, sekarang peramal tersebut sudah siap untuk memberitahukan hasil ramalan nya untuk rio dan hani.
"untuk masnya saya sulit sekali meramal mas nya, entah apa yang ada di dalam tubuh mas, saya tidak bisa meramal mas nya, seperti ada gangguan dan penolakan". terus terang peramal tersebut yang membuat mereka semua tercengang.
"lu make jimat yaa yo!! gila gak nyangka gua". ucap jack mengutarakan opini nya yang memancing emosi rio.
"kita dulu musuh ye! jan sampe lu gua jadiin musuh lagi". kesal rio sekaligus tak mengerti dengan peramal tersebut.
"kan gua kira yoo, santai aja, jan musuhan kita". senyum malu jack. terry ikut bingung kenapa peramal tersebut tak bisa meramal rio.
("peramal gadungan nih keknya, udah segala bilang gua bakal ada ikatan lah ama ikan teri".) oceh rey dalam hatinya dan memperlihatkan raut wajah kesalnya.
rio masih bingung kenapa bisa-bisa nya peramal tersebut tidak bisa meramalnya. dan ia ingat dengan kata peramal tersebut penolakan dan gangguan.
("apa jangan-jangan ni peramal emang make setan!! gua kan dari tadi gak fokus udah gitu semua sudut gua awasi, takut kalo-kalo ada setan yang mau merasuki gua, dan gua kan emang kagak mau masuk ni tempat, kayak nya sekarang gua udah tau taktik peramal".) rio mengambil kesimpulan di dalam hatinya dan menatap tajam peramal tersebut.
"buat mbak nya, saya meramal mbak bakal segera Menemukan cintanya, dan ada sedikit problem yang akan mbak hadapi, terutama dari orang sekitar mbaknya". ucapan peramal tersebut yang membuat hani yang sangat mudah percaya menjadi takut.
"serius pak, masa saya bakal banyak problem sih... sekarang aja udah banyak masa nambah lagi ,huhu percuma ketemu sama cinta gua, tapi bakal banyak problem". merengek hani tak kuat dengan problem yang belum tentu benarnya.
"gak usah lebay deh, belum juga belum". sinis rio sambil beranjak dengan angkuh.
"pasti lu nih yang bakal jadi pembuat problem nya!". hani malah kesal ke rio, ia juga pindah ke belakang. rio hanya membalasnya dengan wajah julidnya. dan sekarang jack sudah duduk dengan percaya diri.
peramal tersebut sudah mulai malas dengan Tingkah mereka yang berisik dan ceplas-ceplos itu. oleh sebab itu jack yang terakhir malas di ramal oleh peramal tersebut.
"maaf mas nya, saya juga gak bisa meramal mas nya, banyak gangguan dan efek buruk dari teman-teman masnya". ucapan peramal tersebut yang sudah tak ingin melihat wajah mereka.
"wah...parah lu pada, bikin efek buruk lu pada". kesal jack kepada mereka berempat.
"dih ngaco nih peramal dari tadi, udah cabut aja yok". rey sudah tak Bisa menahan emosi nya. jack dan rio juga sependapat dengan rey.
"kita juga cabut han, udah selesai ini". ucap terry ke hani yang masih memikirkan ucapan peramal tersebut.
mereka berlima pun keluar dari tempat tersebut. rey masih kesal dengan Peramal yang menurut nya gadungan, begitu juga dengan rio yang sudah tau menurut opini nya peramal itu Bekerja sama dengan Hantu.
jack juga masih kesal dengan peramal yang menyalahkan teman-teman nya itu, mereka bertiga terlihat kesal dan kecewa. sedangkan terry masih antara percaya dan tidak percaya dengan peramal tersebut. kalau hani sudah jangan di tanya lagi, dari mereka berlima yang paling percaya dengan peramal itu adalah hani. oleh sebab itu ia gelisah memikirkan problem yang akan dihadapi nya.