
di sisi lain Nathan dan nancy mencari di lantai atas smk 127,
mereka tak henti mencari Chelsea.
"gimana Nans, di belakang toren ada gak?". tanya Nathan
"gak ada kak". jawab nancy
"dimana yaa". Nathan kebingungan
"mungkin Chelsea gak ada disini kak". ucap nancy
Nathan menoleh ke arah nancy, ia melihat ada darah yang mengalir di bawah hidung nancy, dengan segera Nathan menghampiri nancy.
"nancy...lu mimisan". panik Nathan
"eh...beneran kak?". nancy mau memegang hidungnya
/Nathan menahan tangan nancy/
"lu diem disini, dan jangan lu sentuh-sentuh tuh hidung". perintah Nathan
"iya kak". ucap nancy sambil melihat wajah Nathan yang serius
beberapa menit kemudian.
Nathan datang dengan membawa tisu ditangannya...
"nih..lu pegang tisunya trus lu taro di dibawah hidung lu, abis itu lu tengak". jelas Nathan
"oke kak..". ucap nancy
nancy pun melakukan apa yang diberitahu oleh Nathan.
sedangkan Nathan malah menatap nancy dengan tatapan yang berbeda.
"kenapa rasanya gua pengen mandangin nancy terus ya".
"dia itu cantik,baik,pinter, lucu lagi..". ucap nathan dalam hati
nancy mulai pegal, ia menunggu aba-aba dari Nathan, namun daritadi ia tidak mendengar apapun.
"kak...udah belum, pegel nih". ucap nancy
"eee...iya udah". Nathan salah tingkah
"aduh pegel banget...darahnya masih ada gak kak?". tanya nancy
nancy menatap wajah Nathan dengan raut wajah yang membuat Nathan salah tingkah.
"eee... enggak...udah gak ada". gugup Nathan
"baguslah, btw lu kenapa dah kak?". tanya nancy
"enggak kenapa-napa kok, udah yuk kita cari Chelsea lagi". Nathan mengalihkan pembicaraan
mereka lanjut mencari Chelsea di bawah.
...****************...
...✨Gudang sekolah✨...
"akhirnya gua berhasil nyulik nih orang"
"tinggal nunggu aba-aba aja". gumam Reza
Chelsea diikat, mulutnya di solasi dan wajahnya sangat pucat.
Reza telah berhasil menculik Chelsea, dan tidak ada satu orang pun yang mengetahui bahwa Chelsea telah diculik...
beberapa jam kemudian Chelsea sadarkan diri.
"aduh...gua ada dimana?". Chelsea memegang kepalanya
"lu udah sadar". ketus Reza
Reza membuka solasi yang di mulut Chelsea, agar ia bisa berbicara.
"Reza...". Chelsea terkejut
"yaa ampun kak Chelsea lu kenapa". Reza tersenyum licik
"apa-apaan sih lu za!". tegas Chelsea
"ooo...santai dong, bisa kan". ketus Reza
"gak lucu!". ketus Chelsea
"emang ada yang lucu ya?". senyum Reza
"gua gak tau maksud lu apa, tapi tolong lepasin gua!". teriak Chelsea
Chelsea menahan rasa sakit, ia sangat lemas, wajah nya benar-benar pucat.
"gua baru kali ini liat Chelsea Permana kayak, kasian deh gua jadinya". Reza mengusap kepala Chelsea
"jangan sentuh gua!". emosi Chelsea
diwaktu yang sama seorang wanita datang dari pintu gudang, ia tersenyum dengan bahagia.
"hai... Chelsea...". Siska tersenyum licik
"sisler!". Chelsea terkejut
"masih berani aja ya lu manggil gua sisler, liat kondisi lu dulu dong". senyum Siska
"plak.....".
Siska menampar Chelsea dengan sangat kencang, sampai sampai pipinya langsung memar.
"jaga ucapan lu, karna lu gak bakal bisa lawan gua". ketus Siska
Chelsea hanya bisa menahan rasa sakit.
"ka..mending lu langsung terus terang aja sama Chelsea". ucap Reza
"oke...gua bakal to the point". tegas Siska
Siska duduk di bangku yang berada dihadapan Chelsea.
"asal lu tau aja, gua benci....banget sama lu dan keluarga lu! gara-gara nyokap+bokap lu, keluarga gua jadi bangkrut...ditambah lagi sikap lu yang tengil bikin gua tambah benci sama keluarga lu! emang lu gak sadar apa? udah berapa orang yang udah lu sakitin". jelas Siska
Chelsea tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Siska, ia hanya bisa memahami nya sedikit saja.
"gua gak ada urusan sama keluarga lu, dan soal keluarga lu yang bangkrut... keluarga lu nya aja gak ngerti kelola perusahaan". tegas Chelsea
"dan soal berapa banyak orang yang gua sakitin, harusnya lu ngaca! lu lebih banyak nyakitin orang dibandingkan gua...kan lu ular yang selalu cari mangsa!". tegas Chelsea
"plak.....".
Siska menampar Chelsea untuk yang kedua kalinya.
disisi lain Reza merasa kasihan melihat Chelsea Yang wajahnya memar.
"lu tuh keras kepala ya! kan udah gua bilang jangan sok ngelawan gua! sekarang emang lu mau minta tolong sama siapa? Rey...mana sekarang Rey ada gak? atau Leo yang udah lu sakitin... owh...gua tau, lu pasti mau minta tolong sama Kevin ya? hahaha Asal lu tau aja gua yang nyuruh Reza buat nyulik lu, karena dia adik gua". jelas Siska
Chelsea terkejut mendengar ucapan Siska, ia tak menyangka adik kelas yang ia kagumi adalah adik dari seorang wanita ular yang sangat tidak ia sukai.
"kenapa? Lo kaget yaa, mungkin lu bakal kaget lagi setelah tau siapa yang nyuruh gua, sebenarnya sih gua gak seberani ini buat nyulik lu, apalagi ngelukain lu... tapi karna gua disuruh sama KEVIN, gua berani nyulik lu!". jelas Siska
Chelsea benar-benar tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Siska.
"kak Kevin!". spontan air matanya mengalir begitu saja
"kenapa chels, kok lu sedih banget dengernya". Siska tersenyum licik
"jangan-jangan...lu udah ada perasaan yaa sama Kevin, yaampun gak tega deh gua jadinya". Siska tersenyum
Chelsea kehilangan semangat untuk melawan Siska, ia sangat tidak menyangka Dengan apa yang telah dilakukan oleh Kevin terhadap nya.
tiba-tiba ada yang mendobrak pintu gudang tersebut.
"brak...".
Reza dan Siska langsung terkejut, mereka benar-benar tak menyangka akan ada yang berhasil mengetahui keberadaan mereka.
"Siska! lu gila ya". bentak Leo
"Leo...kok lu bisa tau gua ada disini?". gugup Siska
"lu kira gua beg*! gua denger yang lain pada nyariin Chelsea, dan tumben-tumbenan banget lu ke gudang! gua yakin pasti ini semua ulah lu, dan bener kan Chelsea ada disini". jelas Leo
Siska tak habis pikir bahwa dia sangat ceroboh, ia bahkan tidak menyadari bahwa ada yang mengintainya.
"ley... Chelsea udah nyakitin lu, buat apa sekarang lu nolongin dia". ketus Siska
"soal itu....bukan urusan lu! mending lu berdua cabut dari sini! sebelum gua laporin ke polisi". gertak Leo
Siska melirik ke arah Reza.
"za...cabut...". perintah Leo
Siska dan Reza pun keluar dari gudang tersebut.
sementara itu Chelsea mengeluarkan air mata, ia masih tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Leo pun langsung menghampiri Chelsea, dan melepaskan ikatan tali di kaki dan juga tangannya.
"chels...lu gak kenapa-napa?". tanya Leo
Chelsea menangis dan langsung memeluk Leo yang ada dihadapannya.
"deg..". jantung Leo berdebar
"lu kenapa chels?". tanya Leo sambil memeluk balik Chelsea
"gua.....gua mau minta maaf sama lu". ucap Chelsea haru
"gua tau itu semua bukan salah lu". ucap Leo
/Leo menghapus air mata Chelsea/
"chels...gua tau lu orang baik, jadi wajar aja kalo ada yang gak suka sama lu". Leo menenangkan Chelsea
"gua gak tau harus ngomong apa sama lu". ucap Chelsea
"maksud lu apa sih chels". Leo kebingungan
"gua gak bisa ngasih tau lu untuk saat ini". ucap Chelsea
"gua ngerti kok, lu pasti masih down, jadi sekarang gua bakal nganterin lu pulang". jelas Leo
"oke...". Chelsea menghela nafas
dengan spontan Leo menggenggam tangan Chelsea sambil berjalan menuju parkiran smk 127.
...****************...