Dear Chelsea

Dear Chelsea
29. What??



sepulang sekolah Chelsea dan Rey berjalan menuju parkiran. di sisi lain Nathan dan nancy berjalan mendahului mereka. Chelsea dan Rey tampak bingung melihat mereka berdua yang begitu dekat.


"mereka ada hubungan apaan chels?". tanya Rey


"gua juga gak tau". bingung Chelsea


di waktu yang bersamaan Terry menghampiri Chelsea dan Rey yang sedang berjalan itu.


"Chelsea". panggil Terry


"eh kenapa kak?". tanya Chelsea


namun Terry dan Rey tak sengaja bertatapan. raut wajah mereka langsung berubah setelah melihat satu sama lain.


"apa Lo liat-liat!". sinis Terry


"gak usah kegeeran mbak" ketus rey


"gua punya mata kali, gua tau lu liatin gua kan!". kesal Terry


"lu juga berarti liat gua kan?". kesal Rey


"enggak lah". ucap Terry dengan angkuh


"terus lu kenapa bisa nuduh gua liatin lu, lu aja gak lihat gua". Rey tersenyum menang


Chelsea memutar matanya dengan malas. ia sudah terbiasa melihat kakaknya dan Terry bertengkar seperti ini. di memori nya selalu teringat bagaimana jika mereka bertemu.


"sekali....aja gak ribut, bisa gak?". tanya Chelsea


"GAK BISA!". jawab Rey dan Terry bersamaan


Chelsea hanya bisa pasrah dengan keadaan. sudah berkali-kali ia memisah kan mereka berdua, namun dia tidak pernah berhasil jika hanya dengan kata-kata ataupun melerai.


"lagian lu bisa gak sih, gak usah ketemu gua?". ketus rey


"lu pikir gua mau ketemu sama lu? ogah kali". sinis Terry


"yaudah ngapain lu nyamperin gua". pede Rey


"sorry yaa bro, gua nyamperin Chelsea! bukan Lo!". celetuk Terry


"Halah, segala bawa-bawa nama orang". tersenyum ketus rey


"gua ngomong sesuai kenyataan ya!". kesal Terry


Chelsea menarik Rey. ia sudah tak bisa menahan emosi nya melihat mereka yang bertengkar entah sampai kapan selesainya.


"Chels lu ngapain narik gua sih". rey berusaha melepaskan tangan Chelsea.


"lagian lu malah ribut!". kesal Chelsea


"lepasin Weh, awas lu ya teri. jangan pernah temuin gua". gerutu Rey


"sorry yaa playboy, gua gak pernah mau ketemu sama lu!". sahut Terry


Chelsea terus menarik Rey menuju parkiran. sedangkan Terry menjadi lupa akan tujuan utamanya menemui Chelsea.


"tuh kan gua jadi lupa, gara-gara si playboy nih!". gerutu Terry


Terry pun pergi berjalan menuju gerbang sekolah. disisi lain Chelsea dan Rey pun masuk ke mobil, kebetulan sekali Rey melihat Terry yang berjalan menuju gerbang sekolah.


Rey melajukan mobilnya sehingga jalanan yang becek menyipratkan air kotor tersebut ke arah Terry. dengan segera Rey menginjak rem dan membuka kaca kemudian melihat ke belakang.


"hahaha kasian amat sih lu teri,". tertawa jahat Rey


"woi! dasar kurang asem! awas lu ya!". emosi Terry


"bodo amat!". ejek Rey


Rey pun melajukan mobilnya kembali, Chelsea menatap Rey dengan kesal. sementara itu Terry hanya bisa menahan emosi dan pasti akan membalas perbuatan Rey yang membuatnya kesal.


......................


nancy dan Nathan sedang berjalan bersama di bawah pohon-pohon jalanan yang indah. nancy sangat senang dengan adanya Nathan di samping nya.


"aku seneng deh". senyum nancy


"seneng kenapa?". tanya Nathan


"ada kamu". senyum nancy


"aku? emang nya kalo gak ada aku kamu gak seneng". jawab Nathan


"kalo Deket kamu bahagia nya beda aja". senyum nancy


Nathan pun menggenggam erat tangan nancy. sementara itu nancy sangat malu dan salting.


"aku...gak bakal biarin rasa bahagia kamu hilang". senyum Nathan


"aku pegang kata-kata kamu". jawab nancy


"oh iya, kamu belum kasih tau Chelsea sama Hani soal hubungan kita?". tanya nathan


"nanti pasti bakal aku kasih tau kok". jawab nancy


"iyaaa pasti lah". tersenyum nancy


namun tiba-tiba Nathan menundukkan kepalanya dengan sedih.


"kamu kenapa?". tanya nancy


"aku jadi inget hubungan Chelsea sama Kevin yang gak jelas". jawab Nathan


"lah kok gak jelas sih, Chelsea kan masih nunggu kak Kevin". ucap nancy


"tapi Kevin belum tentu balik ke indo, bahkan gak mungkin". sedih Nathan


"tapi waktu itu kak Kevin bilang dia cuma sementara disana". ucap nancy


"itu waktu itu Nans, waktu terus berjalan, dan Kevin belum ada kejelasan dan kepastian, aku kasian aja sama Chelsea, dia terus dan terus berharap dan menunggu tapi itu semua gak pasti Bahkan gak akan terjadi". jelas Nathan. ia merasa sedih


nancy pun menggenggam tangan Nathan, kemudian ia berkata dengan sepenuh hati.


"yaa mungkin Chelsea udah terlalu cinta sama kak Kevin, dan yang aku tau, kamu juga pasti merasa kehilangan kan? kamu jangan pikirin orang lain dulu, kamu sendiri aja pasti gak bisa kan lupain kak Kevin, pasti kamu juga berharap dia balik lagi ke indo kan". nasehat Hani seraya menatap mata Nathan dengan penuh kasih sayang.


Nathan menatap Nancy dengan tersenyum, ia pun memeluk nancy. sementara itu jantung nancy berdebar sangat kencang.


"deg.....". jantung nancy berdebar


"makasih kamu udah bisa buat senyum di wajah ini selalu ada". tersenyum tulus Nathan


"eee....aku seneng kok kalo kamu seneng hehe". gugup nancy


Nathan pun melepaskan pelukannya. kemudian ia merangkul nancy dan melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah nancy.


disisi lain Chelsea terdiam sambil menatap jalanan dari kaca mobil yang berjalan. ia tampak termenung dan sedih.


"liat kak Rey sama kak Terry berantem kayak tadi, gua jadi inget kak Kevin, dulu gua kalo ketemu pasti ribut Mulu, yaa walaupun gak separah kak Rey sama kak Terry sih, tapi itu semua bakal jadi kenangan indah dalam hidup gua". ucap Chelsea dalam hati sambil tersenyum menatap jalanan yang hampa


Chelsea pun mengingat pertama kali ia bertemu dengan Kevin dan sedikit adu mulut.


beberapa Minggu yang lalu......


Chelsea berjalan mengelilingi taman sekolah, tampak nya ia tidak semangat dan raut wajah nya kesal...


"Ih... Gua gk ngerti, ini pohon apaan yaa". Pikir Chelsea


Ia memandang pohon yang berada di depan nya.


"Itu pohon coklat". Sahut Kevin


Kevin menghampiri Chelsea, sedangkan Chelsea langsung mencatat nama pohon tersebut.


"Lu adik nya Rey ya?". Tanya Kevin


"Iya, lagian satu sekolah juga pasti tau kalo gua adik nya siapa". Jawab Chelsea dengan angkuh


Kevin langsung menelan ludah dan menatap Chelsea dengan satu alis terangkat.


"Adik sama kakak gak ada bedanya". Ucap Kevin sambil tersenyum kecil


Dengan segera mata Chelsea melesat menatap Kevin dengan tajam.


"Maksudnya sama apaan?". Tanya Chelsea


"Sama-sama ngeselin". Jawab Kevin


"WHAT!". kesal Chelsea


Chelsea menarik nafas dan wajah nya tampak kesal...


"Harusnya gua yang bilang kayak gitu, baru kenal aja udah bikin emosi". Ketus Chelsea


Namun respon Kevin hanya tertawa.


"Hahaha".


"Gk lucu!". Tegas Chelsea


"Menarik". Gumam Kevin


Kevin berjalan meninggalkan Chelsea yang kesal sekaligus bingung...


"Menarik?_?".


"Ih.... gak jelas banget!".


"Dari dulu kakak kelas gak ada yang jelas".


"Paling kak Rey doang". Gerutu Chelsea


air mata Chelsea menetes dengan sendirinya mengingat kejadian itu. ia tak bisa menahan kesedihannya, ia sangat mengharapkan Kevin untuk kembali, walaupun itu tak mungkin.


"gua bener-bener gak bisa nahan ini semua, dan hati gua gak bisa bohong. gua juga gak bisa berpaling dari kak Kevin. entah kenapa gua percaya kak Kevin pasti balik lagi. mungkin ini cuma harapan gua bukan keyakinan gua". ucap sedih Chelsea dalam hati.


Chelsea pun menghapus air matanya dan mencoba untuk tersenyum. sementara itu Rey tak menyadari Chelsea yang sedang bersedih, karena ia fokus menyetir dan masih kesal mengingat wajah Terry dan kejadian tadi.


...****************...