
Chelsea sedang termenung di balkon kamarnya. ia mengingat masa-masa ia dan Leo berpacaran.
satu tahun yang lalu....
Leo sedang duduk di perpustakaan. ia sedang menunggu Chelsea yang sedang membaca buku.
"kamu serius banget bacanya". ucap Leo
"ya iyalah, kalo aku gak serius bisa-bisa aku gak naik kelas". celetuk Chelsea
Leo mengusap kepala Chelsea yang sedang fokus belajar itu. sementara Chelsea hanya bisa merengut dengan kesal.
"yang fokus deh kalo gitu, biar aku bisa muji-muji kamu". senyum Leo
"pujian kamu bakal aku dapetin". semangat Chelsea
"oh iya Rey gak kamu ajak belajar?". tanya Leo
"ish...dia mah susah disuruh belajar". manyun Chelsea
"lah kok bisa, kamu aja semangat belajar, masa Rey engga". heran Leo
"beda didikan dong". senyum Chelsea
Leo hanya bisa terdiam. beberapa saat kemudian Oza dan kawan-kawan menghampiri Chelsea dan Leo yang sedang berduaan.
"ciailah berduaan Mulu". goda Oza
"susasuit......kita ganggu yok". tambah crish
"maklum ley...efek jomblo". ledek oriyas
Chelsea dan Leo tertawa mendengar ucapan oriyas. sedangkan crish dan Oza mendekati oriyas....
"sombong amat yang punya pacar". ketus Oza
"lagian kita ini jomblo karena tipe kita tuh tinggi dan berkelas". tambah crish
"gak laku mah bilang aja sih, gak usah pake alesan". sahut Chelsea
"yeeee mentang-mentang pacar nya Leo". sinis crish
"Jan sinis-sinis gitu dong Ama cewe gua crish". ejek Leo
crish dan Oza membuang muka dari Leo dan Chelsea. oriyas tak bisa menahan tawanya, mereka yang tadinya ingin menggangu Chelsea dan Leo, malah menjadi mereka yang kesal karena ejekan Chelsea dan Leo.
"udah deh gua mau cabut aja". kesal Oza
"sama gua juga, jadi gak mood". tambah crish
"hahaha kocak lu berdua". oriyas tertawa dengan puas
mereka berdua pun pergi meninggalkan perpustakaan dan tak jadi mengganggu Chelsea dan Leo.
"gampang ngusir pengganggu mah, tampa diusir juga pergi sendiri". Leo tertawa kecil
"parah kamu kak ley....nanti ngambek loh haha". Chelsea ikut tertawa
"gua juga cabut deh, males jadi nyamuk". goda oriyas
"kita butuh nyamuk kok kak, biar ada saksi bisu selain benda mati". ledek Chelsea
"hahahaha bisa aja kamu chels". Leo tertawa lebar
oriyas cemberut dan pergi meninggalkan mereka berdua. sementara itu Chelsea dan Leo masih tertawa melihat raut wajah oriyas.
"kocak banget sih temen-temen kamu". tertawa kecil Chelsea
"yaaa begitu lah mereka". senyum Leo
sepulang sekolah Leo dan Chelsea hendak pergi ke sebuah cafe di dekat rumah Chelsea. Leo duduk sambil memesan late cofee dan chicken Cordon blue, begitu pun juga dengan Chelsea.
"loh kenapa emangnya?". tanya Leo
"biasanya kalo aku lagi di cafe pasti ada....aja masalah". jawab Chelsea
"apaansih gak ngaruh kali, masalah mah Dateng kapan aja". tertawa kecil Leo
"dih_-". Chelsea cemberut
beberapa menit kemudian seorang wanita cantik dan juga tinggi datang menghampiri mereka berdua. ia tiba-tiba saja menampar wajah Leo sambil mengeluarkan air mata.
"kamu jahat ya! setelah yang kamu lakuin sekarang kamu malah selingkuh!". bentak wanita tersebut
Chelsea tak mengerti apa yang sedang dibicarakan wanita tersebut, Leo juga tampak merasa bingung.
"maaf mbak, saya gak kenal sama mbak". ketus Leo
"gak kenal kamu bilang, kamu kejadian di bar malam itu?". ucap wanita tersebut
"malam itu??? di bar? maaf kapan ya?". bingung Leo
"dasar cowo penipu, kamu bilang kamu bakal tanggung jawab, tetapi apa sekarang? kamu malah menghilang udah gitu sekarang kamu sama cewe lain". wanita tersebut menahan tangisnya
Chelsea heran dan bertanya-tanya dalam hatinya siapa wanita tersebut mengapa ia meminta pertanggung jawaban Leo, tapi dalam hati kecilnya ia percaya tak mungkin Leo melakukan hal-hal yang seperti itu.
"mbak, maaf yaa tapi mbak gak bisa nuduh orang sembarangan, kak Leo aja gak kenal sama mbak". Chelsea membela Leo
"kamu diem aja ya! kamu gak tau apa-apa. mungkin bukti ini bisa buat kamu percaya dan pergi dari kehidupan aku dan Leo". wanita tersebut menunjukkan handphone nya yang berisi foto nya bersama Leo di sebuah bar.
Chelsea tak habis pikir, ternyata wanita tersebut tak berbohong, ia memang bersama Leo di sebuah bar dan terlihat begitu mesra.
"itu editan pasti chels". Leo meyakinkan Chelsea
"ini gak editan kak, aku gak nyangka sih sama kamu". ketus Chelsea
Chelsea pun melangkah pergi meninggalkan Leo dan wanita tersebut, namun Leo terus mengejar Chelsea sampai keluar cafe.
"itu gak seperti yang kamu lihat chels". Leo menahan tangan Chelsea
"lepasin! gua udah hilang rasa percaya gua sama lu!". tegas Chelsea
"tapi itu semuanya bohong chels, aku gak tau siapa dia". serius Leo
"emang yaa dari dulu semua kakak kelas tuh sama aja, cuma bisa bohong dengan kata-kata manis dan manfaatin adek kelas doang". Chelsea melepaskan tangannya dengan paksa dan pergi meninggalkan Leo
Leo hanya bisa terdiam dan bingung harus bicara apa, karena Chelsea sudah tak percaya lagi Dengan kata-katanya.
Chelsea memegang kepalanya dengan kedua tangannya, ia masih tak bisa mengerti dengan kejadian satu yang lalu, disaat ia begitu mencintai Leo. bahkan dulu ia tak pernah berfikir buruk tentang kakak kelas.
"gua gak bisa buat terus jalani hidup gua sama kak Leo, tapi kenapa dia selalu hadir dalam hidup gua dan perlahan-lahan membuka hati gua yang udah tertutup buat dia". bingung Chelsea
"di satu sisi lain, gua masih berharap kak Kevin balik lagi, karna dia yang udah bikin hati gua percaya lagi sama kakak kelas, dan dia juga yang selalu ada disaat gua butuh seseorang untuk berada disamping gua". sedih Chelsea
Chelsea hanya bisa terus berfikir dan jangan sampai ia salah mengambil keputusan yang nantinya akan membuat ia kecewa.
Rey melihat Chelsea dari bawah, ia sedang mencuci mobil di depan rumah keluarga Permana.
"ngapain lagi tuh anak ngelamun di situ, orang mah bantuin gua kek". gerutu Rey
Rey sejenak berpikir dan menyimpulkan sesuatu yang menurutnya itu pasti yang membuat Chelsea melamun.
"jangan-jangan ini soal si Kevin lagi. lagian tuh anak gimana sih gak ada kepastian nya banget, kasian dong adek gua nunggu dia terus Tampa kepastian, sedangkan disini tuh ada yang pasti, yaa gua gak bisa nyalahin si Kevin juga sih,".
"gimana pun juga ini semua kan bukan kemauan tuh anak, tapi seenggaknya tegas dong, kasih kepastian udah gitu dia selalu nyuruh Chelsea buat lupain dia, gak ngerti perasaan cewe apa ya". Rey mencuci mobilnya sambil menggerutu tentang Chelsea dan Kevin.
sedangkan Chelsea masih terdiam dan termenung, ia bimbang dengan perasaan nya sendiri, apakah dia bisa melupakan Kevin? atau dia akan melupakan kejadian lampau yang membuat nya berpisah dengan Leo.
...****************...