
...✨Kantin SMK 127✨...
Chelsea berjalan menuju meja makan.
Kemudian ia duduk di dekat jendela, di ujung kantin.
"Aduh....kaki gua masih agak sakit". Gumam Chelsea
Leo datang dan duduk di samping Chelsea.
Ia membawa dua mangkuk siomay.
"Chels..nih gua bawain siomay". Ucap Leo
Leo pun memberikan siomay tersebut kepada Chelsea, Tampa ragu Chelsea menerima siomay yang dibawakan oleh Leo.
"Makasih kak". Senyum Chelsea
"Sama-sama". Jawab Leo
Leo melihat kaki Chelsea yang memar, ia langsung menanyakannya kepada Chelsea.
"Kaki lu kenapa? Kok memar?". Tanya Leo
"Ini tadi gua jatoh". Jawab Chelsea
"Tapi lu gak kenapa-napa kan?". Khawatir Leo
"Gak apa-apa kok hehe". Ucap Chelsea
Chelsea menunduk, ia merasakan sesuatu yang tak seharusnya diucapkan oleh Leo.
"Lu bisa gak? Gak usah perhatian kayak gini". Datar Chelsea
"Emangnya salah ya?". Tanya Leo
"Gak salah kok, tapi...gua gak nyaman aja". Ucap Chelsea
"Deg....".
/Jantung Leo berdebar/
Leo berhenti makan dan beralih menatap Chelsea.
"Chels...setau gua yaa, gua gak pernah mutusin lu dan lu juga gak pernah mutusin gua kan? Terus sampai kapan kita break kayak gini". Ucap Leo
Chelsea terkejut mendengar ucapan Leo, ia tidak menyangka Leo akan membicarakan masalah ini.
"Maaf kak...gua gak bisa lagi sama lu, cukup sekali aja lu sakitin gua, sekarang kalo lu mau status yang jelas...oke kita putus,". Ucap Chelsea
Chelsea tampak menahan air matanya....
"Sumpah.., gua bingung sama lu".
"Lu tuh salah paham chels...".
"Berapa kali sih gua harus jelasin sama lu, kalo gua itu dijebak". Jelas Leo
Leo menatap Chelsea dengan tatapan yang penuh harapan.
"Terserah lu...intinya gua gak bisa lagi lanjutin hubungan ini". Datar Chelsea
"Gua bisa liat dari mata lu, kalo lu tuh masih sayang sama gua...tapi kenapa lu berusaha ngelupain gua sih". Ucap Leo
"Lu salah, gua udah gak ada perasaan lagi sama lu". Ucap Chelsea dengan percaya diri
Chelsea tak berani menatap mata Leo, sedangkan Leo daritadi tak mengalihkan pandangannya.
"Gua gak percaya". Jawab Leo
"Terserah lah". Ketus Chelsea
Chelsea beranjak dari tempat ia duduk, ia langsung pergi meninggalkan Leo yang penuh harapan kepadanya...
"Gua gak bakal nyerah".
"Perasaan gua bakal berubah sama lu". Ucap Leo
Chelsea tidak menghiraukan perkataan Leo,
Disisi lain Kevin mengikuti Chelsea.
Chelsea menghentikan langkahnya di balkon depan lab, ia sudah tidak kuat lagi menahan air matanya.
Kevin Yang melihat Chelsea langsung menghampiri nya.
"Chels...lu kenapa?". Panik Kevin
"Apaansih, gak jelas banget". Ucap Chelsea
/Chelsea menghapus air matanya/
"Lu nangis ya?". Tanya Kevin
"Enggak, mata gua lagi sakit". Elak Chelsea
"Lu kira gua beg*". Ketus Kevin
"Emang lu beg* baru sadar yaa". Chelsea tersenyum
"Kurang ajar lu chels, tapi gak apa-apa sih yang penting gua bisa liat senyum lu". Ucap Kevin
"Berarti lu mau dong nyebur ke got asalkan lu bisa liat senyum gua?". Tanya Chelsea
"Ogah! Lu kira lu tuan putri apa". Ledek Kevin
"Tadi Lo yang bilang gak apa-apa asalkan liat bisa liat senyum gua". Kesal Chelsea
"Itukan cuma biar lu terhibur aja". Jawab Kevin
"Oh...gua gak terhibur sama sekali!!". Ketus Chelsea
Chelsea pergi meninggalkan Kevin Yang membuatnya tenang tapi juga membuatnya kesal.
"Chelsea....". Panggil Kevin
Dengan terpaksa Chelsea menoleh kebelakang dan melihat ke arah Kevin.
"Apaan..". Ucap Chelsea dengan angkuh
"Sebenarnya gua tuh......". Gugup kevin
"Lu kenapa?". Tanya Chelsea
"Gua....".
"Gak jadi deh". Ragu Kevin
"Dasar gak jelas!". Emosi Chelsea
Chelsea melanjutkan langkahnya dengan kesal.
"Sebenarnya gua suka sama lu". Teriak Kevin
"Deg......".
/Seketika jantung Chelsea berdebar/
"Suka kalo liat lu marah-marah, hahaha". Kevin tertawa
Chelsea kembali menoleh ke arah Kevin, ia langsung menghampirinya.
"Gak lucu tau gak!". Kesal Chelsea
"Emang lu ngiranya apa?". Pancing Kevin
"Gak ngira apa-apaan kok". Elak Chelsea
"Wah... jangan-jangan lu suka sama gua yaa". Goda Kevin
"Ih.... amit-amit!". Ucap Chelsea dengan angkuh
"Masa iyaaa sih". Ledek Kevin
"Iya!". Emosi Chelsea
Ia pun pergi meninggalkan Kevin dengan raut wajah sangat kesal.
...✨ Sepulang sekolah ✨...
Rey mencari-cari Chelsea, dan ternyata Chelsea sedang berjalan di lorong sekolah.
Rey pun segera menghampiri Chelsea.
"Lu pulang sama gua". Ucap Rey
"Dateng-dateng langsung ngajak pulang, gua gak bisa karena gua udah ada janji". Jelas Chelsea
"Kaki lu kan masih sakit, yang ada gua entar diomelin mamah papah kalo gak balik sama lu". Jawab Rey
Rey khawatir dengan keadaan Chelsea, oleh sebab itu ia tak ingin Chelsea pulang sendiri...
"Tapi gimana dong...gua udah janji". Datar Chelsea
"Batalin aja sih". Ketus rey
"Gak bisa gitu lah". Bingung Chelsea
"Emang lu ada janji Ama siapa?". Tanya Rey
"Kepo.....". Ledek Chelsea
"Wajarlah gua kepo, gua kan kakak lu". Kesal Rey
"This privasi..". Senyum Chelsea
"Ngomong mulu, udah cepetan balik". Ucap Rey
Rey memegang tangan Chelsea dan memaksanya berjalan menuju mobil.
"Tapi...kak...". Ragu Chelsea
"Gak ada tapi-tapian!". Tegas Rey
Rey pun berhasil memaksa Chelsea untuk pulang bersamanya. sementara itu Chelsea bingung nanti dia harus bilang apa kepada Reza
...****************...
.