
jam istirahat tiba. Chelsea Hani dan nancy keluar kelas dan berjalan menuju kantin. akan tetapi di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Nathan dan Rio.
"hai...kalian mau pada kemana?". tanya nathan dengan senyuman di wajahnya
"mau ke kantin". senyum nancy
Chelsea heran dengan Nathan dan nancy yang tersenyum satu sama lain, ditambah lagi Rio dan Hani yang saling tatap menatap dengan sinis.
"apa!". ketus Hani kepada Rio
"dih..lu kenapa dah". sinis Rio
"gua gak kenapa-napa, lu gak usah khawatir kali". ucap Hani dengan angkuh
"siapa juga yang khawatir sama lu? gak waras lu ya". senyum sinis Rio
"gua sih waras, lu kali yang gak waras!". ketus Hani
Nathan dan Rio yang tadinya tersenyum menjadi bingung dengan Rio dan Hani yang sedang adu mulut. Chelsea memutar matanya dengan malas.
"kenapa sih ada tikus sama kucing versi kedua?". kesal Chelsea
mereka berempat terdiam sejenak karena tak mengerti dengan maksud Chelsea. terutama Rio dan Hani yang yang saling bertukar tatapan.
"yang lu maksud apa dan siapa dah?". tanya Rio
"yaa lu berdua, sama....aja kayak kak Rey Ama kak Terry". ucap Chelsea
"sama darimana nya?". bingung Hani
"kalo ketemu pasti ada...aja yang di ributin". nyinyir Chelsea
Nathan dan Nancy tertawa kecil mendengar jawaban Chelsea. sedangkan Rio dan Hani semakin menjadi.
"kalo lu gak mulai, gua sih gak bakal mulai". ketus Rio
"hah? dari awal juga emang lu tuh ngajak gua ribut terus". sinis Hani
"gua gak pernah ngajak lu ribut, yang lu yang bikin gua kesel". sinis Rio
"gak pernah lu bilang? mungkin kita emang gak ditakdirkan ketemu kali ya, soalnya lu itu kayak minyak cuma bisa ngotorin air doang!". ucap Hani. ia juga menatap Rio dengan sinis.
nancy Nathan dan Chelsea diam-diam pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang bertengkar, dan entah sampai kapan selesainya.
"oh...lu bandingin gua minyak sedangkan lu air gitu". kesal Rio
"ya iyalah gua kan murni kayak air, sedangkan kan lu kayak minyak". ketus Hani
"haha murni yaa? iya murni, lu itu murni banget ngeselin nya". sinis Rio
"dih lu kali yang ngeselin". mulai kesal Hani
"gua sih famous yaa, nah lu, haha". tertawa kecil Rio
Hani sudah kesal dengan setiap ocehan Rio, sedangkan Rio masih tertawa dengan penuh ledekan kepada Hani. di saat itu juga mereka mendengar seseorang bertepuk tangan.
"plak...plak...".
Rio dan Hani menunduk ke sumber suara tersebut, dan mereka terkejut melihat Andre dan Jack yang sedang duduk sambil bertepuk tangan. mereka juga baru menyadari bahwa Nathan nancy dan Chelsea sudah tak ada di tempat.
"makasih yaa lu berdua udah ngasih gua jawaban". Jack menepuk bahu Rio dan Hani
"apa sih, kakel gaje". Hani memutar matanya dengan sinis
"kenapa lu bilang makasih?". tanya Rio
"karena gua baru tau kenapa air sama minyak gak bisa bersatu". polos Jack
Andre tersenyum walaupun sebenarnya ia tak mengerti maksud Jack, sementara Rio dan Hani menatap Jack dengan terheran-heran.
"ntar dulu dah, emang kenapa minyak gak bisa bersatu sama air?". tanya Andre ragu
"aduh...ndre, daritadi kita duduk lu gak denger apa?". ketus Jack
"denger apa?_?". bingung Andre
Jack menggeleng-gelengkan kepalanya, sedangkan Hani dan Rio menyimak mereka dengan raut wajah bingung dan heran.
"kalo ada ilmu tuh dengerin ndre, jadi lu gak bego-bego amat, jadi...tadi kan si Hani bilang kalo dia itu bagaikan air, sedangkan Rio bagaikan minyak, jadi mereka itu gak bisa bersatu". Jack menjelaskan bagaikan seorang guru
Andre terbawa suasana dan mendengarkan Jack dengan seksama. Hani dan Rio mulai risih dan tak mengerti apa maksud Jack.
"oleh karena itu air dan minyak gak bisa bersatu, karena...kalo mereka dipertemukan pasti bakal berantem, yaa kayak mereka berdua". senyum puas Jack
"emang minyak sama air bisa berantem yaa". polos Andre
Hani dan Rio mulai kesal dengan Jack yang tidak jelas dan opini nya tak berfaedah bagi mereka.
"nih contohnya...lu misalnya lagi goreng ayam terus kecipratan air, langsung dah tuh meletak-meletak, dan lu tau itu tandanya apa?". tanya Jack
Andre hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah datar. sedangkan Rio dan Hani menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.
"oh gua baru tau". datar Andre
"pinter kan gua, hehe". senyum bangga Jack
Hani dan Rio menatap mereka berdua dengan kesal.
"gua gak peduli lu kakel apa bukan, tapi intinya lu berdua bener² bego". kesal Hani
"udah gitu ganggu kita lagi ribut lagi". tambah Rio
"maksud lu apa ngatain kita bego, gua aja bisa ngambil ilmu dari orang yang lagi ribut, masa dibilang bego". sinis Jack
"gua salah tempat keknya". datar Andre
Hani mendekati Jack dan Andre kemudian ia menjelaskan soal air dan minyak.
"minyak sama air gak bisa menyatu Karena atom-atom dalam asam lemak minyak berbagi elektron mereka dengan baik, mereka biasanya digunakan nggak cukup untuk membuat keseluruhan molekul polar. Mengingat kurangnya muatan positif atau negatif, mereka tidak tertarik pada molekul polar seperti air.". jelas Hani
Jack dan Andre langsung mencatat apa yang diucapkan Hani soal minyak dan air. di sisi lain Hani menyadari Rio sudah kabur dari mereka bertiga yang malah sibuk membahas minyak dan air.
"sekarang ngerti kan kenapa air sama minyak gak bisa bersatu". ucap Hani
"yaa gak seutuhnya paham sih, tapi lu pinter juga ya". senyum malu Jack
"tapi molekul polar apaansih?". tanya Andre
"lu tanya Bu Kiki aja deh, males gua ngejelasin nya, kak Rio juga kabur lagi, udah tau gua kan belum kelar Ama dia". kesal Hani
Hani pun pergi meninggalkan Andre dan Jack yang melihat nya dengan tatapan aneh.
"si Hani kok kek si Rey yaa?". ucap Andre
"gak ngerti deh gua Ama tuh anak". ketus jack
mereka berdua juga ikut pergi meninggalkan koridor tersebut dan berjalan menuju kelas mereka sambil membawa catatan soal minyak dan air.
disisi lain Chelsea malas ke kantin bersama nancy dan Nathan. entah mengapa ia merasa seperti nyamuk diantara mereka berdua.
"gua gak jadi ke kantin deh". senyum terpaksa Chelsea
"loh kenapa chels?". tanya nancy
"gua lupa kalo gua harus ke perpus dulu". senyum Chelsea
"yaudah deh, gua sama kak Nathan aja". senyum nancy
"iya deh terserah lu hehe". senyum terpaksa Chelsea
Chelsea pun pergi meninggalkan mereka berdua menuju taman sekolah yang berbeda arah dengan perpustakaan smk 127.
"perpus bukannya ke kanan yaa?". heran nancy
"mungkin dia ada urusan dulu kali Nans". senyum Nathan
"iya kali yaa". ucap nancy
"yaudah yuk ke kantin". senyum Nathan
Nathan pun menggenggam tangan nancy dan berjalan menuju kantin, nancy hanya bisa tersenyum sepanjang jalan, begitupun dengan Nathan.
disisi lain Rey berjalan menyusuri koridor sekolah mencari kedua temannya itu (Jack dan Andre).
"kemana sih tuh dua anak". gumam Rey
Rio yang habis kabur dari Hani Jack dan Andre yang sibuk membicarakan minyak dan air. ia pun tak sengaja bertemu dengan Rey.
"bro...liat Andre Ama jack gak?". tanya Rey
"tadi sih di koridor bawah, sekarang gak tau deh". jawab Rio
"koridor bawah? ngapain mereka disana?". bingung Rey
"ngebahas minyak sama air, sampe kuping gua males dengernya". ucap Rio
"lah, tumben tuh dua anak ngebahas pelajaran?_?". Rey makin bingung
"kan ngebahas nya ama dekel Rey, si Hani temennya adik lu". jawab Rio
"owh...pantesan, soalnya otak mereka kan gak nyampe haha". tertawa Rey
"yaudah gua duluan ya Rey". ucap Rio
"Yoo, makasih ya". ucap Rey
rio pun pergi entah mau kemana. sedangkan Rey melanjutkan langkahnya untuk mencari Andre dan Jack ke lantai bawah. ia juga masih tertawa mendengar ucapan Rio tentang Andre dan Jack.
...****************...