Dear Chelsea

Dear Chelsea
32. Rasa yang sama



waktu terus berjalan...malam semakin larut. Leo berdiri bersama Chelsea dari tempat tersebut, ia akan mengantarkan Chelsea pulang kerumahnya.


"ayo balik chels". ajak Leo


"oke, udah malem juga". senyum Chelsea


mereka pun menaiki motor milik Leo. dengan perasaan senang Leo mengendarai motornya sambil tersenyum sepanjang perjalanan. Chelsea terus menikmati malam yang begitu indah, jalanan juga sepi.


"woah...i'm so happy". teriak Chelsea sambil melambai-lambaikan tangannya


Leo hanya tersenyum melihat tingkah Chelsea dari kaca spion motornya.


(gua juga seneng liat lu kayak gini) ucap Leo dalam hati.


beberapa jam kemudian Chelsea dan Leo sudah tiba di depan rumah keluarga Permana (rumah Chelsea). Leo pun menghentikan motornya, dan Chelsea pun turun.


"eee...makasih yaa kak, gua seneng udah di ajak sama lu". gugup Chelsea


"eh iya, gua juga makasih yaa, lu udah mau nemenin gua". senyum Leo


Chelsea pun perlahan melangkah. sedangkan Leo terus menatap Chelsea sambil tersenyum. namun tiba-tiba Chelsea menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Leo.


"kenapa?". tanya Leo dengan senyuman jahil


"eum...maafin gua kalo gua gak pernah ngehargain lu". tunduk Chelsea


"apa sih? gua yang minta maaf karena udah bikin lu kecewa". ucap Leo


Chelsea menunduk. sementara itu Leo memarkirkan motornya dan menghampiri Chelsea yang tampak sedih itu.


"gua....gak mau liat lu sedih, kebahagiaan lu lebih utama". senyum Leo


"tapi...gua udah sering bikin lu kecewa". jawab Chelsea


"emang sih gua pernah kecewa sama lu, tapi... karena rasa kecewa itu gua jadi bisa ngeliat siapa yang ada di hati gua". ucap Leo


Chelsea menatap Leo yang tampak serius dengan kata-katanya, Leo jiga menatap Chelsea dengan penuh perhatian.


"makasih...". senyum Chelsea


"makasih Mulu daritadi". goda Leo


"oke bye...good night". Chelsea melambaikan tangannya


"too, gua bakal ada di mimpi lu kok". senyum jahil Leo


"terserah". senyum Chelsea


Chelsea pun berjalan menuju pintu rumahnya. sedangkan Leo menaiki motornya dan bergegas pulang ke rumahnya. di pintu rumah Chelsea tersenyum sambil berkata di dalam hatinya.


(ini rasa yang sama seperti pertama kali gua jatuh hati sama kak Leo)


Chelsea tersenyum dan masuk kerumahnya. ia tampak senang setelah pergi ke tempat yang langka bersama Leo. pikiran nya pun sudah tak terlalu memikirkan Kevin.


......................


keesokan harinya Rey menunggu Chelsea di meja makan bersama Laura dan juga Permana. mereka sedang sarapan bersama.


beberapa menit kemudian Chelsea turun dan bergabung untuk sarapan bersama keluarganya yang sangat ia sayangi itu.


"kamu nanti siang ikut mamah yaa Rey". ucap Laura


"kemana mah?". tanya Rey


"makan siang bareng sama temen mamah". jawab Laura


Rey pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Laura, sedangkan Chelsea hanya melirik Rey.


"hati-hati Rey nanti hoax lagi". ketus Permana


"maksud papah apa sih?". sinis Laura


"yaa takut nya nanti kayak waktu itu". Permana melirik Chelsea. mata Chelsea langsung panik.


"itukan waktu itu, bilang aja sih kalo papah mau ikut". ucap Laura dengan angkuh


Rey menatap Chelsea, begitupun sebaliknya. Permana malah tertawa mendengar ucapan Laura.


"hahaha, maaf nih mah, papah lagi sibuk jadi gak bisa deh yang namanya ikut makan siang bareng". tertawa Permana


"papah kok nyebelin sih". kesal Laura


"loh kok ngeselin sih mah, Rey Chelsea, emang papah salah yaa?". tanya Permana


"gak tau deh pah, Rey mau berangkat aja". senyum terpaksa Rey


Rey dan Chelsea pun berpamitan. setelah itu mereka berdua keluar rumah dan masuk ke mobil Rey. sementara itu Aurel masih menatap Permana dengan tajam.


"mah, papah berangkat juga deh, takut kesiangan". ucap Permana


"terserah!". ketus Laura yang masih kesal dengan Permana.


Permana pun pergi dengan raut wajah julid kepada istrinya sendiri. sementara Laura hanya menatap Permana dengan angkuh.


...✨SMK 127✨...


the cool boys berjalan bersama menuju kelas mereka. semua siswa-siswi melihat mereka yang terlihat keren dan tampan itu.


namun ada satu wanita yang melihat oriyas dengan tatapan berbeda dari yang lain, Tampa ragu wanita tersebut menghampiri the cool boys.


"oriyas...". sapa Ariel


"eh kamu udah Dateng el?". tanya oriyas


"udah dong, kan mau ke kelas bareng kamu, yaa walaupun kita beda kelas". senyum Ariel


Ariel adalah kekasih oriyas. mereka sudah berpacaran semenjak hari hari pertama di SMK 127. mereka pun hendak berjalan berdua, sebelum itu oriyas berpamitan kepada kawan-kawannya.


"gua Ama Ariel yaa bro". ucap oriyas dan melangkah ke depan


"iya terserah". ucap Oza yang mungkin sudah tak terdengar oleh oriyas yang sudah jalan duluan.


Leo,Oza dan crish pun melanjutkan langkah mereka menuju kelas. di sisi lain Chelsea bersama Rey berjalan di parkiran menuju ke kelas mereka masing-masing.


"gua duluan yaa". ucap Rey yang sudah harus menaiki tangga


"iya". datar Chelsea


Rey menaiki tangga menuju kelasnya yang berada di lantai dua, sementara Chelsea terus melanjutkan langkahnya menuju kelasnya yang berada di lantai satu gedung smk 127.


the cool boys sudah tiba di kelas XIIA. suasana kelas masih sepi, hanya ada the cool boys, Nathan dan Rio yang sedang asik berbincang-bincang.


"wah parah lu than, masa baru sekarang lu ngasih tau gua". ketus Rio


"yaa gak apa-apa kali Yo, Jan baper Napa". goda Nathan


"yasudah lah, btw nancy itu temen nya Chelsea Ama si Hani kan?". tanya Rio


"iyalah, nancy mana lagi coba". ucap Nathan


Rio langsung teringat dengan Hani yang menurutnya menyebalkan, terutama waktu mencari Chelsea yang hilang di culik Siska.


"untung lu bukan Ama si Hani than". mode julid Rio


"loh, emang Hani kenapa?". tanya Nathan


"dia mah adek kelas yang paling gak gua suka, nyebelin banget udah gitu suaranya kayak kaleng rombeng, Gedeg banget dah pokoknya gua Ama tuh anak". ucap Rio dengan kesal


Nathan hanya bisa terdiam melihat Rio yang menggerutu tentang Hani. bahkan wajah Rio ikut mengekspresikan ketidak sukaan nya terhadap Hani.


"tapi menurut gua diam lumayan". ucap Nathan


"lumayan apanya!". terkejut Rio


"wajahnya cakep, pinter juga". jawab Nathan


"yaa emang sih lumayan cakep, pinter juga, tapi sikap nya itu loh than, pengen gua musnahkan kalo ketemu tuh anak". emosi sendiri Rio


"yaa terserah lu deh, opini orang kan beda-beda bro". ucap nathan


"bagi gua dia cewe yang paling nyebelin". celetuk Rio


Nathan tak bisa berbuat apa-apa dengan Rio yang seakan-akan punya dendam tersendiri kepada Hani. kuping Nathan juga sudah mulai panas mendengar Rio yang tidak habisnya menggerutu. untung saja bel masuk berbunyi.


"kring.....kring.....".


"sumpah gua gedeg banget". Rio masih berbicara


"udah bel Yo, balik Sono ke tempat duduk lu". ucap Nathan


"nanti istirahat gua lanjutin". sahut Rio


"ogah gua dengerin nya". gumam Nathan


beberapa menit kemudian Bu Kiki memasuki kelas dan memulai jam pelajaran untuk hari ini. semua murid-murid kelas XIIA, duduk dengan rapih dan mendengarkan setiap penjelasan dari Bu Kiki.


...****************...