Dear Chelsea

Dear Chelsea
44. Arahan study tour #3



bu liyvi maju ke Depan menggantikan bu kiki untuk mengumumkan anggota kelompok selanjutnya.


"next, kelompok enam anggota nya oriyas,rangga,elza,ratu,febry,baby,chika dan hendrey, ketua nya oriyas dan wakil nya rangga. langsung kumpul yaa". ucap bu liyvi dengan nada anggun nya.


"bu...gak bisa komen nih bu". ucap ratu


"emangnya kenapa ratu?". tanya bu liyvi


"saya males satu kelompok sama hendrey bu, dia suka jailin saya". ratu melihat hendrey dengan tatapan sinis. begitupun sebaliknya.


"dih apaan sih, sejak kapan gua jailin lu ya, gak usah ngarang deh". jawab hendrey membela dirinya. bu liyvi pun angkat suara melihat mereka berdua yang sedang adu mulut.


"ini udah keputusan dari semua guru, jadi kalian harus kerja sama, kalo enggak Yaa nanti itu bisa mempengaruhi nilai kalian loh". jelas bu liyvi dengan penuh kesabaran.


ratu hanya bisa menerima keputusan para guru, walaupun hati nya berat untuk menerima kalau dia harus sekelompok dengan hendrey. bu liyvi kembali kebelakang untuk berdiskusi kembali dengan para guru smk 127.


"gua harap kita semua bisa saling kerja sama, kesamping kan dulu aja masalah pribadi kalian, kita disini satu kelompok untuk saling kompak, bukan bikin masalah". ucap oriyas dengan tegas dan percaya diri. rangga juga setuju dengan apa yang diucapkan oleh oriyas.


"yaa bisa lah akur untuk sementara". senyum rangga kepada ratu dan hendrey yang saling membuang muka. baby juga seperti tak suka dengan elza dan chika.


"gua juga males satu kelompok ama tuh dua anak". baby menunjuk elza dan chika yang berdiri bersebelahan.


"kita juga males kali harus satu kelompok sama kakak kelas yang suka seenaknya sama adik kelas". ucap elza dengan sinis. chika juga menunjukan raut wajah tak suka nya kepada baby.


"gua sih ikut kata bang oriyas, karna bener kita harus kompak, masa kita kalah sih ama kelompok yang lain". ucap febry dengan bijak, dan tak ikut mengeluh seperti yang lainnya.


"tuh dengerin noh febry, masa kalian gak malu sih ama adek kelas, dia sendiri loh dari kelas sepuluh yang ada di kelompok kita, masa kalah sih ama adek kelas, status doang tinggi, tapi soal kayak gini aja lebih bijak adek kelas". ucap oriyas menyindir mereka berlima yang dari tadi berargumen tak ada hentinya.


baby dan yang lainnya terdiam mendengar kata-kata oriyas yang ada benarnya. tetapi mereka masih tak bisa untuk menerima satu sama lain. ratu dan hendrey masih tak bisa akur walaupun mereka satu kelas. elza chika dan baby masih saling sinis-sinisan, sedangkan febry dan rangga hanya bisa pasrah dengan keadaan.


oriyas mulai cemas, jika kelompok nya tak bisa akur bagaimana caranya agar kelompok mereka bisa mendapatkan nilai yang tinggi, ditambah lagi dengan status oriyas sebagai murid tauladan, bisa-bisa posisi nya tergeser jika menjadi ketua kelompok saja tidak bisa mengatur yang lain jadi tertib dan saling bekerja sama.


disisi lain murid-murid yang terisa menjadi satu kelompok, yaitu kelompok tujuh. nama anggota nya adalah:


-Crish (ketua kel 7)


-bam-bam (wakil kel 7)


-karan


-anggie


-adit


-rendy


-amel


mereka pun langsung berkumpul sesuai arahan bu liyvi. crish tampak gugup karena dipilih sebagai ketua kelompok tersebut, karena ini baru pertama kalinya dia memimpin di suatu kelompok.


bam-bam tak menyangka akan satu kelompok dengan adiknya, yaitu rendy. begitu juga dengan rendy yang malas satu kelompok dengan abangnya, apalagi bam-bam wakil ketua kelompok ini, iya pasti harus menurut kepada nya.


setelah beberapa saat keheningan yang terjadi di kelompok tujuh, anggie dan adit pun memulai perbincangan antara mereka berdua, sedangkan yang lainnya hanya menyimak.


"gie kita kan temen nih, jadi udah pasti bakal klop kan kita kalo satu kelompok". ucap adit dengan tersenyum.


"yaa harus dong, apalagi kita sekelas udh gitu temen lagi, pasti kompak dong". jawab anggie dengan senyuman percaya diri. kinan ikut membalas ucapan anggie.


"aku sama amel juga sekelas kak, semoga kita bisa akrab yaa". senyum kinan kepada adit dan anggie, Amel pun tak ikut diam, ia juga berusaha akrab.


"iyaa kak tolong bimbingannya yaa, kita kan masih junior, udah pasti butuh arahan dari kakak senior yang lain". amel tersenyum dengan manis, adit pun jadi malu melihat antusias mereka.


"hehe kita bakal saling share kok, iya kan?". tanya adit kepada yang lainnya. crish dan bam-bam saling bertukar tatapan, mereka bingung harus bicara apa. karan melihat crish dan bam-bam yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan yang lain.


"iyaa tenang aja kita bakal sharing bareng kok, apalagi kalian udah bisa akrab". senyum canggung karan.


rendy tertawa kecil melihat karan yang tersenyum canggung, ditambah lagi raut wajah crish dan bam-bam seperti orang kebingungan.


"jujur yaa, gua orang nya to the point and apa adanya, bener kata...maaf nama lu siapa bang?". tanya rendy ke karan yang sedikit kesal, bisa-bisa nya rendy tak mengenal karan yang merupakan salah satu anggota osis di smk 127.


"karan, masa gak tau nama gua sih". jawab karan dengan jengkel.


"sorry bang, jadi bener kata bang karan lu berempat udah bisa sesuai kan diri, tapi isi kelompok kita bukan cuma lu berempat kan? liat masih ada bang bam-bam sama bang crish yang posisi nya di atas kita, tapi dari tadi cuma diem aja udah kayak kambing conge". ucap rendy dengan ceplas-ceplos.


"dih ngomong dijaga dikit apa, gua abang lu juga, kakak kelas lu juga tau". jawab bam-bam kesal.


crish merasa tertampar dengan kata-kata rendy yang menurut nya benar, ia berfikir keras, bagaimana caranya agar dia bisa menyesuaikan diri dengan yang lain, apalagi dengan cewek, crish biasanya paling sulit berbaur dengan kumpulan cewe-cewe.


"oh sorry kalo gua diem aja, soalnya gua lagi liat kondisi dulu, kan kita harus liat kondisi nya sebelum bisa saling berbaur". ucap ragu crish dan diakhir dengan senyuman canggung. ia berkeringat karena gugup dengan kelompoknya sendiri.


"nah bener tuh kata crish, kita lagi liat kondisi, jadi sekarang wellcome di kelompok tujuh, dan tolong kerja sama nya". bam-bam mengambil kesempatan dengan apa yang tadi diucapkan oleh crish, namun ia merasa canggung dengan kata-kata nya sendiri.


"hehe iya kok kak, kita pasti bakal kerja sama". jawab kinan dengan percaya diri.


rendy tersenyum karena berhasil membuat bam-bam dan crish angkat suara. rendy memang terlihat tengil dan nakal, tapi sebenarnya ia adalah orang peka dengan sekitarnya, dia berbeda dengan bam-bam yang tidak mudah akrab dengan orang lain. tapi ada satu kesamaan dari mereka berdua, yaitu sama² tak suka dengan sikap ayahnya yang selalu sibuk dan tak memperhatikan mereka.


...****************...