Dear Chelsea

Dear Chelsea
53. Pemeriksaan di bis satu #1



Para siswa dan siswi smk 127 sedang dalam perjalanan panjang menuju bandung. Di dalan bis satu ada bu liyvi yang menjaga para siswa dan siswi. Anggota osis yang ada di dalam bis satu di tugaskan untuk memeriksa bawaan siswa-siswi smk 127 di bis satu. Terry memeriksa bawaan kelompok satu, Aurel memeriksa bawaan kelompok dua dan elsa memeriksa bawaan kelompok tiga.


Rey tidak ikut pemeriksaan karena tas nya sudah diperiksa terlebih dahulu oleh bu liyvi. Sekarang rey menjaga keamanan bis satu, Ia duduk disamping bu liyvi.


Pertama-tama Terry memeriksa tas raka (anak kelas sebelas A). Ia menemukan sebuah benda kotak kecil yang berisi obat mencurigakan.


"Ini obat apaan?". Tanya terry penuh kecurigaan kepada obat tersebut. Raka tampak takut untuk memberitahukan kepada terry.


"Itu kak, Obat buat gua kalo lagi gatel-gatel". Bisik raka ke terry yang Tersenyum. Karena dia baru melihat ada cowok smk 127 yang masih memikirkan kesehatan dan kebersihan. Selama ini dia tak pernah menemukan cowok seperti raka.


"oke bagus, gak usah malu kali lu bawa obat gatel, Itu kan membuktikan kalo lu gak jorok, Gua kasih saran nanti di vila lu jangan satu kamar sama rey deh". Ucap terry yang berlalu melewati raka sambil menahan tawa nya. Raka malah jadi bingung dengan maksud terry.


Terry melanjutkan pemeriksaan nya. Sekarang yang akan ia periksa adalah tas milik queen, Namun queen tak memberikan dompet nya untuk diperiksa. Terry menatap queen dengan malas.


"Mana sini dompet lu, gak bakal ada yang ilang juga". Ucap terry meminta dompet queen. Akan tetapi queen tetap tak mau menyerah kan dompet nya.


"Enggak, Ini kan privasi, Lu gak bisa seenaknya meriksa dompet orang sembarangan, Lagian gua gak bakal bawa yang aneh-aneh kali. Gua kan anggota osis juga". Queen tetap mempertahankan dompet nya itu yang membuat terry malah jadi curiga.


"Karena lu anggota osis, Aturan lu tau lah kalo semua nya itu atas izin ketua osis dan juga guru. Isi dompet lu apa sih emang? Lu malah bikin gua curiga tau gak, Mana sini, Atau biar ketua osis aja yang meriksa dompet lu?". Terry sudah malas dengan dompet yang tak tau apa isi nya itu. Queen pun terpaksa menyerah kan dompet nya, Daripada harus rey yang memeriksa nya.


Queen pun menyerah kan dompet nya untuk diperiksa oleh terry. Ia sedikit khawatir kalo terry sampai melihat benda itu. Terry membuka dompet queen yang dipenuhi dengan kartu debit dan juga atm, Uang beberapa ratus juga ada di situ. Namun ia menemukan sebuah benda yang membuat nya terkejut.


Mulut terry terbuka seakan-akan tak percaya dengan apa yang ia temukan. Queen sedikit panik melihat ekspresi terry yang terkejut itu. Terry berusaha untuk tak peduli dengan benda itu, Walaupun sebenarnya ia sangat tak menyangka dengan adanya benda itu. Ia memberikan dompet tersebut ke pemilik nya lalu berjalan menuju orang selanjutnya.


Queen bingung antara harus tenang atau heran, Karena yang ada dipikiran nya adalah terry akan marah melihat benda tersebut. Namun kenyataan nya terry seperti orang yang tak peduli, Meskipun awalnya ia terkejut melihat benda tersebut.


Setelah itu terry memeriksa tas hani yang duduk di samping nancy. Ia memeriksa tas nya dan tidak ada yang mencurigakan.


"Tas lu aman nih". Terry tersenyum ke hani dan juga nancy yang ada disamping nya.


"Makasih kak, Btw liat lu lagi bertugas kayak gini, Keren deh". ucap hani yang tersenyum melihat terry yang menurut nya keren.


"Iyaa kak Terry keren deh, gua juga mau jadi osis ah nanti". Tambah nancy yang ikut berkomentar.


"Hahaha, Bisa aja lu berdua, Tapi tetep aja sih gua lebih nyaman malak orang dibanding harus meriksa kayak gini, Ganggu privasi sih sebenarnya, Tapi ini juga tugas yang di kasih guru, Yaa gimana lagi". Ucap terry terus terang mengenai pendapat nya.


"Yaudah gua lanjut meriksa dulu yaa". Ucap terry tersenyum ke kedua adik kelas nya itu. Mereka berdua membalas senyuman terry.


Terry melanjutkan tugas nya untuk memeriksa bawaan kelompok satu. Ia sedang memeriksa tas milik cahaya (anak kelas sepuluh). Ia menemukan pisau cantik di dalam tas nya cahaya.


"Lu ngapain bawa-bawa piso? Ini senjata tajam loh, Bahaya". Ucap terry dengan tegas kepada adik kelas nya itu. Cinta melirik cahaya yang duduk disamping nya, Namun ia acuh tak acuh.


"Eum...aku bawa pisau itu emang kemana-mana kak, Soalnya aku gak bisa kalo motong sesuatu gak make pisau itu, Apalagi kalo buah. Harus pake pisau itu". Ucap cahaya dengan tenang dan seperti tak ada niat jahat.


"Iya sih aneh juga, Kenapa ni pisau cantik banget. Tapi tetep loh bahaya, Ini juga tajam, Hati-hati yaa jangan sampe kena orang atau kena diri sendiri". Terry menasehati adek kelas nya dengan nada penuh kepedulian.


"Iya kak tenang aja, aku udah biasa kok make piso ini". Senyum cahaya mendengar ucapan terry yang sangat peduli dengan kenyamanan semua orang. Mungkin hanya rey yang tak ia pedulikan.


Tas selanjutnya yang akan diperiksa oleh terry adalah tas fatur yang duduk disamping lian. Terry memeriksa tas fatur dengan teliti. Fatur dan lian terus saja memandangi terry yang swag itu.


Setelah beberapa saat, Terry selesai memeriksa tas fatur dan menemukan satu kotak rokok yang penuh dan juga koreknya.


"Ini maksud nya apa? Anak smk bawa rokok, Kalian tau kan peraturan sekolah apa? Gak boleh ngerokok!". Ucap terry dengan tegas sehingga membuat mereka berdua yang sedang memandangi terry jadi terkejut.


"Oh rokok kak, Itu mah bukan punya gua, Tadi bang rey nitipin ke gua". Ucap fatur dengan jujur dan langsung ditepuk bahunya oleh lian.


"Owh...bagus yaa rey, Rokoknya gua sita! Nurut aja lagi ni anak". Ketus Terry yang kesal dengan dan juga fatur.


"Jangan dong kak, Nanti bang rey marah ama gua, Kasihannilah adik kelas mu ini kak". Mohon fatur dengan nada sedih. Lian hanya duduk melihat ke arah jendela seakan-akan tak ikut campur.


"Enggak bisa! Kalo dia marah bilang aja sama gua, Dan bilang sama rey, Gua yang nyita rokoknya". Tegas terry dan pergi meninggalkan fatur dan lian.


Fatur hanya bisa pasrah dengan keadaan, Dia juga mendapatkan jaminan dari terry. Jika rey marah dia akan meminta perlindungan ke terry.


Terry sudah selesai dengan pemeriksaan nya. Ia pun memberi catatan laporan ke rey, Namun soal rokok tak ia tulis disitu. Setelah itu terry pun duduk ke bangku nya untuk menikmati perjalanan yang panjang ini.


...****************...