Dear Chelsea

Dear Chelsea
20. Terus Melangkah



Chelsea,nancy,Rey,Nathan,Leo dan Oza sudah tiba di depan gerbang smk 127, namun gerbang tersebut sudah ditutup dan di kunci oleh penjaga.


mereka terdiam di dalam mobil.


"kita telat guys". datar Nathan


"lagian udah jam segini juga, yaa udah pasti di kunci lah gerbang". ucap Oza


"terus kita bolos gitu". polos nancy


Rey dan Nathan saling menatap, tampaknya mereka berdua merencanakan sesuatu, Chelsea daritadi hanya diam, sepertinya ia masih memikirkan Kevin.


"yaudah daripada ribet, mending kita ke cafe aja atau healing kek". ucap Rey


"wah sesat lu Rey, orang mah berusaha buat masuk sekolah, ini malah ngajak healing". ketus Oza


"daripada cuma diem disini, lagian kan kita lagi pada gak mood". ucap Rey


"bener sih". jawab Leo


"tapi masa healing pake seragam, kan ketauan banget bolosnya". ketus nancy


mereka pun diam sambil memikirkan sesuatu, Yang dikatakan Rey ada benarnya, tapi yang dikatakan nancy lebih benar.


"udah deh, kalo gitu mending kita ke museum aja gimana, kan gak keliatan bolosnya". saran Leo


"dih...kalo gitu mah sama aja belajar dong". heran nancy


"udah lah, kita ke kemping aja, besok subuh balik". kesal Rey


"gila...entar nyokap gua nyariin". sahut Nathan


"bener tuh, yang malah diomelin". tambah nancy


/Oza menjentikkan jarinya/


"nyokap and bokap gua kan lagi diluar negeri, dirumah gak ada siapa-siapa, gimana kalo sekarang kita BBQ an aja di rumah gua". saran Oza


"nah...ide bagus tuh". ucap Rey


"bukannya di rumah lu gak ada bahan-bahan Buat BBQ an ya". datar Leo


"hehe, kan lu pada bisa pada belanja, gua kan udah nyumbang in rumah". senyum Oza


"yaudah ke rumah lu dulu aja, entar kita minjem baju lu, baru deh belanja". ucap Nathan


"okee". jawab Oza


Rey pun mengendarai mobil nya menuju ke rumah Oza, mereka akan BBQ an di rumah Oza, namun Leo merasa Chelsea daritadi tak ada respon.


setibanya di rumah Oza, mereka langsung turun dan Oza mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumahnya.


"masuk guys, yang mau ganti baju ayo ikut gua ke kamar, yang enggak langsung aja ke taman belakang rumah". jelas Oza


Rey,Nathan dan Leo ikut ke kamar Oza, sedangkan nancy dan Chelsea langsung berjalan menuju taman belakang rumah Oza.


nancy menyadari Chelsea yang tak bersemangat, di tambah lagi raut wajah Chelsea tak mengenakkan.


"chels...udah Napa, lu harus jalani hidup lu, jangan galau begini". nasehat nancy


"yaa...gua masih gak rela aja". jawab Chelsea


"don't be like that please...kak Kevin kan pergi cuma sementara". ucap nancy


"oke-oke...gua bakal berusaha untuk biasa aja, walaupun gua bingung kenapa gua harus ikut bolos sama lu pada". senyum Chelsea


"nah gitu dong, hehe". senyum nancy


disisi lain Rey dan Leo pergi untuk membeli bahan-bahan untuk BBQ an, sedangkan Oza dan Nathan menyusul ke taman belakang rumah Oza sambil membawa perlengkapan untuk BBQ an.


"guys...nih perlengkapan nya". teriak Oza


"yaampun kak taro aja sih, kan belum ada bahan-bahan nya". ucap nancy dengan angkuh


"eh bujud...gini amat ya". datar Oza


"sabar bro, kita kan cwo...jadi ngalah aja". ucap Nathan


"iya dah'-". pasrah Oza


"hmmm...". senyum nancy


Chelsea melirik ke arah nancy yang dari tadi tersenyum sambil memandangi Nathan.


"lu suka yaa sama kak Nathan". bisik Chelsea


"hah! enggak kok enggak". terkejut nancy


"gak usah bohong Nans...gua kan bestie lu, jadi udah pasti ketahuan lah". senyum Chelsea


"hehe...jangan bilang siapa-siapa yaa". bisik nancy


"santai aja...". Chelsea mengedip kan matanya


Nathan penasaran melihat Chelsea dan nancy yang daritadi berbisik-bisik, dan sesekali melirik ke arahnya.


"za...mereka ngomongin apaansih". tanya Nathan


"namanya juga cewe, pasti ada aja yg diomongin". jawab Oza


Oza pun kembali meyiapkan tempat dan menggelar tikar untuk mereka semua.


beberapa menit kemudian Rey dan Oza datang membawa semua bahan-bahan yang dibutuhkan.


"Chelsea nih mulai". ucap Rey


"mana sini biar gua irisin bawang-bawang nya". jawab Chelsea


Rey memberikan semua bawang kepada Chelsea, sedangkan nancy mencuci semua daging, ia tak sendiri Nathan datang dan membantu nancy mencuci semua daging tersebut.


"gua bantu ya". ucap Nathan


"silahkan, hehe". senyum nancy


nancy tersenyum melihat Nathan yang berada disampingnya.


"kyaaaa....mimpi apa sih gua". teriak nancy dalam hati


disisi lain Leo menghampiri Chelsea dan membantu nya mengiris bawang.


"gua bantu yaa". ucap Leo


"emang nya lu bisa?". tanya Chelsea


"bisa lah chels, gini-gini gua juga jago masak". jawab Leo


"hahaha gak percaya sih". tertawa Chelsea


"dih...nih Liat nih". tunjuk Leo


Leo pun mengiris bawang dengan cepat dan rapih, Chelsea terkejut, ia seperti melihat seorang chef yang sedang mengiris bawang.


"wih...keren juga lu kak". kagum Chelsea


"kan udah gua bilang". senyum Leo


Rey tersenyum melihat Chelsea dari jauh, ia merasa lega karena Chelsea tidak berlarut-larut dalam kesedihannya, ternyata ide Oza benar-benar bagus dan bisa mengembalikan lagi senyum Chelsea.


"za..ide lu bener-bener good". ucap Rey


"good gimana maksudnya?". bingung Oza


"pokonya bagus aja...". ucap Rey


kemudian nancy dan Nathan datang dengan membawa daging yang sudah di cuci, Chelsea dan Leo juga sudah selesai mengiris semua bawang dan juga beberapa tomat.


"ayo mulai guys". seru Nathan


"hum...baunya enak". hirup nancy


mereka pun mulai memanggang daging dan menyantap setiap yang sudah matang.


"enak banget gila". ucap Rey


mereka bisa menghilangkan rasa sedih mereka dengan bersama-sama kumpul dan makan, walaupun mereka tak tau apa yang akan terjadi dengan hari esok, karena hari ini mereka telah bolos dari sekolah.


...****************...