Dear Chelsea

Dear Chelsea
56. Pemeriksaan di bis dua #1



Di bis dua lebih sedikit isi nya di bandingkan bis satu, oleh sebab itu banyak bangku kosong dan beberapa orang memilih duduk sendiri agar bisa bersantai di dalam bis. Pemeriksaan tas dan barang-barang bawaan di dalam bis dua di cek oleh Ariel dan Danish.


Ariel memeriksa anggota kelompok lima, sedangkan Danish anggota kelompok empat. Mereka masing-masing langsung melaporkan catatan pemeriksaan ke bu kiki.


Danish berjalan menuju oza yang duduk sendiri. ia lebih menyukai tempat yang lega, lagi pula ia malas berbagi tempat duduk dengan orang yang tak begitu dekat dengan nya.


"Nih barang-barang gua, gak banyak kok." Ucap Oza sambil memberikan barang bawaan nya ke Danish. Semua barang bawaan Oza langsung di periksa.


Danish memeriksa barang bawaan Oza sambil mengajak nya mengobrol. Karena hubungan mereka berdua juga sangat dekat, Danish dan Oza sepupuan ayah Oza adik ibu nya Danish.


"Kabar nya paman gimana za?" Danish menanyai kabar paman nya itu yang sudah lama ia tak main ke rumah keluarga oza.


"Yaa gitu lah, kabar nya baik-baik aja, kalo enggak mungkin dia sekarang udah gak ngurusin bisnis nya tuh." Jawab Oza dengan nada sedikit ketus. Ia tak suka dengan sikap kedua orang tua nya yang hanya memikirkan tentang bisnis dan bisnis.


"Mereka kerja kan buat lu juga zaa, jadi lu jangan terlalu negatif thinking sama nyokap bokap lu." Nasehat Danish sambil merapihkan kembali barang-barang yang sudah ia cek.


"Yaa terserah lah, gak mikirin." Ucap Oza dengan malas. Danish memberikan barang bawaan Oza yang sudah di periksa semua nya.


"Udah tuh aman semua, gua cabut lanjut meriksa yaa." Danish menepuk pundak Oza sebelum melangkah kan kakinya. Oza langsung tiduran kembali.


sekarang Danish sudah berada di hadapan Rio yang duduk di belakang oza. Rio juga duduk sendiri, mata nya sedikit ragu memberikan barang-barang bawaan nya.


"Kalo bisa yang kotak kecil hitam gak usah di periksa." Ucap Rio dengan gugup dan tersenyum canggung ke Danish.


Mendengar ucapan Rio membuat Danish penasaran, ia langsung memeriksa kotak tersebut. Isi kotak hitam kecil itu ternyata sebuah korek api gas dan sebungkus rokok filter.


"Wahh...bagus yaa lu yo, gua juga cowo bro, tapi aturan sekolah tetep aturan." Danish mengambil kotak kecil hitam itu bersama isi nya juga. Ia memandang Rio dengan tatapan kecewa.


"Ya elah bro, apa salah nya sih, kan guru-guru gak tau." Ketus Rio yang tak terima Kotak kecil hitam itu di sita.


Danish tak ambil pusing dengan Rio yang protes itu. Dengan segera Danish berjalan ke barisan depan kursi bis, tepat nya ke tempat bu kiki duduk.


Beberapa menit kemudian Danish kembali lagi ke tempat duduk Rio, mata nya seperti malas bicara dengan Rio yang tak mengikuti aturan sekolah.


"Sekarang bu kiki udah tau, jadi kalo ku mau rokok and korek lu, silahkan minta ke bu kiki, simple kan?"


Ketus Danish dan memberi kan barang-barang bawaan Rio yang sudah ia periksa.


Rio menatap Danish yang berjalan dengan tatapan kesal. Ia seperti tak suka dengan sikap Danish yang menurut nya terlalu disiplin.


Orang selanjutnya yang akan di periksa barang bawaan nya adalah Ussy dan Salsa yang duduk bersama.


"Kak kakak kalo mau periksa tas aku, jangan berantakan yaa, soalnya yang ngerapihin barang-barang aku mamah aku." Ucap Salsa dengan raut wajah yang polos. Danish hanya menatap Salsa dengan datar dan mengikuti ucapan nya.


"Ya elah sal, emang kenapa sih, tinggal di rapihin lagi." Protes Ussy yang mendengar request Salsa.


Setelah selesai memeriksa barang bawaan Salsa, selanjutnya nya adalah barang bawaan Ussy yang terlihat tak begitu banyak seperti isi tas Salsa.


"Itu tas lu aman, gak ada yang melanggar, rapih juga lagi." Danish memberikan tas milik Salsa, dan mengambil tas milik Ussy Untuk di periksa.


"Kak mau nanya boleh gak?" Tanya Ussy yang tas nya sedang di periksa oleh Danish dengan teliti.


"Nanya apa? kalo bisa gua jawab yaa bakal gua jawab, tapi kalo enggak yaa lu pasti tau lah." Jawab Danish dengan santai dan enjoy. Salsa hanya menyimak pembicaraan mereka yang baru di mulai.


"Kak Danish satu kelompok ama Chelsea kan? kalo iyaa apa dia fine-fine aja kak?" Tanya Ussy yang terlihat khawatir dengan kondisi Chelsea yang tidak sekelompok dengan nya.


"Entar dulu dah, perasaan kita satu bis, kenapa lu nanya ke gua? padahal kan lu liat sendiri tuh anak lagi asik sendiri di bangku nya." Jawab Danish sambil menunjuk ke arah Chelsea yang duduk sendiri di bangku nomor 2 dari belakang.


"Hehehe iya sih, tapi gua khawatir aja. Chelsea juga gak mau berdua sama gua, padahal awalnya dia kan mau nya duduk sama gua." Ussy jadi curhat ke Danish yang sudah selesai dengan tas nya Ussy.


"Iyaa dah terserah lu, kalo lu khawatir langsung samperin aja tuh anak. Ini tas lu juga aman, udah yaa gua mau lanjut lagi." Danish pun pergi menuju Boby yang duduk bersama johnny.


Setiba nya di hadapan Boby dan Johnny, Mereka berdua sedang asyik main game bersama. Kebetulan game yang dimainkan mereka adalah game favorit Danish.


"Weh lu berdua maen ML?" Tanya Danish dengan penuh rasa penasaran yang melihat mereka menyebut salah satu hero yang ada di ML (motor legend).


"Iyaa bang, nih tas gua lu mau ngecek kan." Boby memberikan tas dan barang bawaan nya begitu saja.


Danish yang melihat mereka jadi cepat-cepat ingin selesai kan tugas osis ini.


Setelah lumayan lama Danish memeriksa barang bawaan Boby, Akhirnya selesai juga. Dia lama karena ikut melihat mereka berdua yang sedang mabar itu.


Orang terakhir yang akan di periksa oleh Danish adalah Karin (Cewe tercool). Ia sudah ada di hadapan karin, tanpa basa-basi karin langsung memberikan barang bawaannya ke Danish, bahkan ia tak melihat wajah Danish, ia langsung melihat ke arah jendela lagi.


"Gua cek yaa." Ucap Danish sebelum memeriksa barang bawaan milik karin. Danish sangat terkejut ketika melihat isi tas Karin yang hanya di penuhi oleh pakaian yang sedikit, beberapa makanan ringan dan setumpuk novel.


"Ini novel bakal lu baca semua nya?" Tanya Danish dengan raut wajah tercengang bukan main. Respon Karin hanya mengangguk tanpa melihat ke Danish.


(Gilaaa nih cewe, emang dia gak tertarik ama manusia apa? gua aja di kacangin kek gini. Sayang banget, padahal kalo dia gak pendiem and dingin pasti udah populer banget. kek gini aja udah lumayan most banget).


Ucap Danish dalam hati nya sambil memandangi Karin dengan terheran-heran. Sesekali mata alis nya terangkat karena tak percaya dengan apa yang ia lihat. seorang wanita yang lebih suka membaca novel di bandingkan berbicara dengan orang-orang.


"Nih barang bawaan lu, udah gua cek dan aman semua kok." Senyum Danish sambil memberi kan barang-barang milik Karin.


Karin menerima barang-barang nya dengan sikap dingin dan datar. Setelah itu kembali menoleh ke arah jendela dan memandangi perjalan yang masih jauh.


Danish meninggal tempat duduk Karin dan bergegas memberi catatan laporan pemeriksaan ke bu kiki. Kemudian ia mengambil handphone nya dari tas yang ada di bangku nya, lalu berjalan menuju Boby dan Johnny untuk mabar.


...****************...