Dear Chelsea

Dear Chelsea
12. Tak peduli



...✨ Rumah keluarga Permana ✨...


Rey dan Chelsea baru saja sampai di rumah....


"Bi...mamah belom pulang". tanya Chelsea


"belom non''. jawab Bu Ani


/Chelsea pun kekamarnya/


ia berbaring di kasurnya sambil memikirkan Kevin.


"kok gua malah mikirin kak Kevin ya??".


"jangan sampe gua suka Ama tuh orang''. gumam Chelsea


Chelsea memejamkan matanya sejenak, namun tiba-tiba handphone nya berdering.


"siapa sih...". ketus Chelsea


/melihat handphone nya/


"kak Leo?? angkat gak yaa...udah lah angkat aja".


"halo...." . ucap Chelsea


"chels..lu liat ke balkon kamar lu, trus liat ke bawah". ucap Leo


Chelsea pun berjalan balkon kamarnya, ia menoleh kebawah, ternyata ada Leo yang berdiri membawa sebuah gitar.


"apaansih". kesal Chelsea


"jangan dimatiin". ucap Leo


Leo mulai memainkan gitar nya, dan tidak lupa ia bernyanyi dengan sangat menghayati. suaranya yang merdu membuat Chelsea terpaku.


"biarlah waktu terus lah berputar....mencintai kamu dengan rasa sabar ...hari ini kau ucapakan selamat tinggal....ku ikhlas tuk bertahan....🎶".


Chelsea menatap Leo dari atas dengan tatapan penuh haru.


mata nya mulai berkaca-kaca.


"cinta ku padamu begitu besar....namun kau tak pernah menyadari itu.....walau sakit hati ini kau tinggalkan kan...ku ikhlas tuk bertahan.....🎶".


Rey mendengar orang yang sedang bernyanyi, dengan penasaran ia melihat dari balkon kamarnya. ia melihat Leo yang sedang bernyanyi sambil memainkan gitar.


lalu ia menoleh kesamping kamarnya, lagi lagi ia melihat Chelsea yang bersedih karena Leo.


"*kau meninggalkanku tanpa perasaan.... hingga ku jatuhkan air mata.... kekecewaan ku... sungguh tak berarah....biarkan ku terus bertahan.....🎶".


🎶"jangan pernah kau coba untuk berubah.... tak relakan yang indah hilang lah sudah..... jangan pernah kau coba untuk berubah..... tak relakan yang indah hilang lah sudah.... oh ......syalala ......oh .......syalala........".🎶*


leo sudah mengakhiri nyanyian nya. ia melihat Chelsea yang sudah berlinang air mata, selain itu ia melihat Rey yang menatapnya dengan sinis.


"Chelsea..."teriak Leo


"kalo lu emang udah gak sayang sama gua, buat apa lu ngeluarin air mata lu?". tanya Leo


Chelsea terdiam, sesekali menghapus air matanya.


"chels...tolong jawab gua, lu masih cinta kan sama gua". haru Leo


Rey berteriak mewakili Chelsea yang hanya terdiam.


"woy..lu gak usah ganggu Chelsea lagi, lu itu udah nyakitin dia...jadi sekarang gak usah lu ganggu Chelsea!". tegas Rey


"gua gak ngomong sama lu Rey!". jawab Leo dengan tegas


"lu liat kan, Chelsea udah gak peduli sama lu". ketus rey


Rey juga masuk ke kamarnya.


di samping rumah keluarga Permana Leo tampak patah semangat, dengan melihat sikap Chelsea yang tidak menghiraukan nya.


"gua gak peduli! gua bakal nunggu lu disini sampe lu mau ngomong sama gua...". teriak Leo


Chelsea bingung dengan dirinya, entah mengapa ia tidak tega melihat Leo.


beberapa jam kemudian hujan turun sangat deras.


Chelsea melihat ke balkon kamarnya, ia ingin melihat apakah Leo masih berada di luar sana, dan ternyata dibawah masih ada Leo yang berdiri dengan kokoh ditambah terpaan hujan yang begitu deras.


"keras kepala". gumam Chelsea dengan kesal


Chelsea sedang berjalan menuju luar rumah, namun Rey menghadangnya di depan pintu rumah.


"lu mau kemana?". tanya Rey dengan sinis


"gua mau keluar". jawab Chelsea


"diluar hujan!". ketus rey


"karena diluar hujan makanya gua mau keluar! di luar masih ada kak Leo, gua gak bisa biarin dia terus diluar..kalo dia sampe sakit gimana?". jelas Chelsea


Rey tampak tak perduli dengan penjelasan yang diberikan Chelsea.


"lu gimana sih, Leo tuh udah nyakitin lu! kalo lu keluar berarti lu ngasih dia harapan...sedangkan gua tau perasaan lu ke dia gimana, jangan sampe lu cuma ngasih dia harapan palsu yang bikin dia makin terluka". jelas Rey


Chelsea dalam keadaan yang membuat nya kebingungan.


"tapi kalo kak Leo sakit gimana?". tanya Chelsea


"kalo lu masih peduli sama dia berarti lu masih sayang sama dia...lagian Leo bukan orang beg* , jadi gua yakin dia gak bakal terus diluar". ucap Rey


"gua udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama dia". tegas Chelsea


"yaudah selesai, lu tinggal balik ke kamar lu.. kali main mang lu udah gak ada perasaan apapun sama Leo". saran Rey


Chelsea pun kembali kekamarnya.


sementara di luar Leo menggigil kedinginan.


ada seseorang yang menghampiri Leo, ternyata itu adalah Oza, ia datang dengan membawakan payung untuk Leo.


"ley...lu gila ya!". tegas Oza


"gua gak gila za, gua bakal lakuin apapun demi Chelsea". ucap Leo dengan menggigil


"lu beg* apa gimana sih, kalo lu sakit gimana!". tegas Oza


"gua gak peduli za....". jawab Leo


"lu jangan jadi cowok lemah, ngapain lu perjuangin cewek yang udah gak peduli sama lu!". tegas Oza


/Oza membangun kan Leo yang duduk di rumput/


"cepetan lu ikut gua masuk ke mobil, gak usah ngebantah temen lu". ucap Oza meyakinkan Leo


Oza pun membawa Leo ke dalam mobilnya, kemudian mereka pergi meninggalkan rumah keluarga Permana.


disisi lain Chelsea pura-pura tidak peduli dengan keadaan Leo.


...****************...