DARKNESS - ENHYPEN

DARKNESS - ENHYPEN
33. Mixed Up



Kekacauan yang terjadi ulah para Vampir sudah terdengar ke desa Luga Ru. Berita mengenai sistem kerajaan Vampir yang berakhir pun sudah diterima oleh Raja Werewolf.


Para Wolf tidak terlalu perduli dengan berakhirnya masa kerajaan Vampir karena mereka tidak pernah bekerja sama untuk mencapai sesuatu.


Tetapi yang dikhawatirkan adalah para Vampir yang tidak bisa membunuh manusia karena terikat. Mereka akan mencari sumber makanan lewat hewan. Salah satunya adalah Serigala. Para Vampir bisa saja memangsa Serigala atau manusia Serigala. Hingga kemungkinan besar akan marak Werewolf yang hilang. Tidak hanya manusia yang kena dampak terror tetapi Werewolf juga akan kena imbasnya.


Raja memutuskan untuk tidak ikut campur dengan urusan para Vampir. Ia lebih memikirkan para pangeran yang tidak suka dengan kehadiran Liam a.k.a Sunghoon di Kerajaan. Hari ini saja beliau mendapatkan tiga laporan mengenai Sunghoon yang bertengkar dengan warga desa.


Sunghoon berdiri di depan kursi Raja, raut wajahnya terlihat kesal.


"Kenapa kau menyerang para warga?"


"Aku tidak akan menyerang mereka kalau mereka bisa menjaga ucapannya." Ujar Sunghoon angkuh.


Raja menghembuskan napasnya.


"Aku tidak melihat kesungguhan dari dirimu untuk menjadi seorang Raja."


Sunghoon langsung terkesiap.


"Seorang Raja harus bisa menjaga emosi, mengontrol raut wajah ketika berhadapan dengan warga. Kau tidak boleh memperlihatkan sisi kejam mu di kehidupan sehari-hari. Kalau kau memang ingin hidup kembali di Kerajaan, menjadilah pribadi yang baik. Ambil hati para warga agar kau bisa kembali diterima. Malam ini adalah pesta kenaikan umur adikmu, kau diizinkan untuk menghadiri acara. Aku tidak mungkin melarangmu untuk hadir di pesta itu." Raja berdiri dan menuruni tangga, ia menyentuh pundak Sunghoon lalu menatap anaknya sebentar.


"Pakai acara tersebut untuk mengambil hati para tetua, aku perlu melihat pengorbanan apa yang akan kau lakukan untuk menggantikan posisiku nanti." Katanya tersenyum lalu melenggang pergi.


Sunghoon terdiam, perlahan senyuman merekah diwajahnya. Ia memandangi kursi Raja yang amat mewah. "Akan ku buktikan kalau pantatku bisa duduk disana." Gumamnya meninggalkan ruang Raja.


...****...


"Selamat Ulang Tahun." Elena dan Haruto berseru dengan riang sembari menyodorkan cake mini.


Nicholas terkekeh lalu berterimakasih kepada kedua sahabatnya, ia memberikan secarik undangan untuk Elena dan Haruto.


"Ayahku memaksa untuk membuat sebuah pesta, alhasil Ulang Tahunku akan dirayakan lagi malam ini." Ujarnya.


"Setiap tahun ayahmu selalu membuat pesta yang meriah." Haruto memasukkan kertas tersebut ke saku jaketnya.


"Kau akan datangkan, Elena?"


Elena terdiam sebentar lalu mengangguk agak terpaksa. Ia tidak mungkin tidak menghadiri acara Ulang tahun Nicholas hanya karena Jay dan Julius. Lagi pula Elena yakin kedua pria itu akan mengizinkan toh Nicholas adalah teman kecil dirinya.


"Aku melarangmu untuk pergi ke acara tersebut." Tukas Julius membuat Elena marah.


"Bagaimana mungkin aku tidak pergi? Nicholas temanku, dia tidak akan berbuat jahat lagi pula ada Haruto juga. Mereka semua temanku."


Julius menatap Elena dengan garang.


"Kau dan Jay berjanji akan mengantarku kalau aku ada acara malam-malam." Tambah Elena, muram.


Julius menarik napas. "Masalahnya adalah Nicholas seorang Wolf. Dia mengadakan acara di tanah Luga Ru tempat para Serigala tinggal. Kau pikir mereka akan menerima kehadiran diriku?"


Elena baru menyadari itu tapi dia adalah perempuan keras kepala. "Kalau begitu kalian tidak perlu ikut denganku, aku aman selama dengan Haruto."


"Astaga kenapa dia menyebalkan." Bisik Julius tidak tahan.


"Aku tidak meminta kalian untuk menjagaku jadi ku pikir aku tidak perlu izin darimu atau Jay." Elena meraih tasnya lalu pergi keluar dari kediaman Julius.


Julius menyentuh keningnya, ia meraih ponsel untuk menghubungi Jay.


Di dalam mobil Elena menggerutu kesal. "Aku bisa mengurus para vampir sialan itu sendirian." Katanya berceloteh.


Sementara dikediaman Nicholas, para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Nicholas memiliki teman Vampir tapi tentunya tidak ia undang karena dilarang oleh sang ayah. Seperti tahun-tahun berikutnya, ia mengundang sesama wolf dan manusia tapi ada juga beberapa makhluk lain seperti Siren atau jelmaan lain yang hadir di gedung megah ini.


Tahun ini Raja menggunakan tema yang sama seperti Kerajaan Wolf. Sehingga para tamu harus memakai dress code Kerajaan. Rambutnya dibiarkan panjang hingga menutupi dahi dan sebagian mata. Nicholas adalah satu-satunya pangeran yang memiliki rambut asli berwarna hitam sementara Sunghoon dan Pangeran lainnya berwarna coklat tetapi rambut Sunghoon kini berubah menjadi silver keemasan setelah menerima transfer sihir dari ayah angkatnya.


Ia mulai menyambut para tamu dengan hangat, sesekali mengecup tangan seorang wanita yang dikenali olehnya. Nicholas berusaha menyempurnakan senyumannya yang kaku karena selama ini dia selalu memberikan raut wajah yang dingin.


Karena para manusia tidak tahu bahwa ayah dan ibunya Nicholas adalah seorang Raja dan Ratu Werewolf, setiap tahun kedua orangtuanya akan menyuruh kaumnya dan kaum makhluk lain untuk bersikap selayaknya manusia biasa. Tidak ada yang boleh bersujud dihadapan pemimpin Werewolf pada hari ini.


Elena masuk ke dalam mobil dengan raut wajah yang bimbang, ia menarik napas dalam-dalam dan memantapkan diri untuk pergi ke acara Ulang tahun sendirian. Mendadak Haruto tidak bisa pergi karena ada urusan penting dengan klien. Ia memasang seatbelt dan menyalakan mesin mobil, tiba-tiba saja suara pintu tertutup membuatnya terkejut. Elena menoleh ke sebelah, mendapati Jay lalu melihat ke belakang sudah ada Julius.


"Kau bisa terlambat." Jay memotong. "Biar aku yang menyetir." Katanya keluar lagi dari mobil lalu menyuruh Elena untuk pindah ke kursi penumpang.


"Kalian akan mengantarku ke sarang para serigala? bukankah itu akan menjadi masalah?" Elena menatap Jay dan Julius secara bergantian.


"Akan lebih bermasalah kalau kami meninggalkanmu pergi sendirian." Jay mulai mengemudi.


"Kami akan menunggumu di mobil." Tambahnya menatap Elena dari atas hingga bawah.


"Apa ada yang salah denganku?" Gadis itu langsung merasa tidak nyaman.


"Tidak ada." Jay langsung kembali fokus menyetir.


Dibelakang Julius tidak bersuara sama sekali, ia sedang merasakan sesuatu aura yang gelap. Sebelumnya Julius sudah tahu bahwa Haruto akan membatalkan rencananya untuk pergi ke acara Ulang tahun Nicholas makanya ia langsung menelfon Jay. Jika harus jujur, Julius tidak suka direpotkan. Ia tidak mau menjaga Elena karena membuang-buang waktu tetapi Jay memberitahu dirinya bahwa Sunghoon menitipkan Elena pada mereka berdua. Sunghoon sudah tahu bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada Elena, selama dirinya tidak ada disisi gadis tersebut.


Setelah melewati jembatan tua, aura gelapnya semakin terasa oleh Julius. Begitupun dengan Jay, ia juga merasakan aura yang sama dengan Julius. Keduanya saling berpandangan lewat kaca spion.


"Hubungi aku kalau sesuatu terjadi padamu saat didalam." Ujar Jay menghentikan langkahnya digerbang. Ia tidak bisa mengantar Elena hingga ke dekat gedung.


"Kalian akan baik-baik saja? bagaimana kalau para Serigala mencium keberadaan kalian?" Elena khawatir.


"Aku dan Julius bisa mengurusnya. Masuklah dan nikmat acaranya."


Elena mengangguk lalu mulai berjalan, sesekali gadis itu menoleh kebelakang dan mendapati Jay yang masih senantiasa memperhatikan. Langkahnya semakin jauh, keberadaan Jay pun sudah tidak jelas terlihat. Gadis itu mengeluarkan liontinnya dari saku. "Penampilanku akan sempurna kalau memakai liontin pemberian ayah." Gumamnya memasang liontin tersebut.


Ia memperlihatkan kartu undangan pada pelayan, beberapa pelayan itu diam terkejut memperhatikan Elena. Membuat gadis itu kebingungan, apakah ada sesuatu diwajahnya?. Tidak hanya para pelayan tapi beberapa tamu juga terlihat sedang memperhatikan dan membicarakan dirinya. Elena menyentuh wajahnya lalu berjalan sembari menunduk. "Kenapa mereka semua menatapku?" .


"Ku pikir kau tidak akan datang." Suara Nicholas membuatnya merasa diselamatkan.


"Maaf aku terlambat, mendadak Haruto tidak bisa ikut. Dia juga menitip penyesalan untukmu." Elena tersenyum kaku.


"Katakan padanya kalau aku tidak akan memaafkan dirinya." Seru Nicholas bercanda. "Kau cantik sekali Elena." Lanjutnya memuji.


Gadis itu tersipu malu. "Kau juga tampan dengan pakaian Kerajaan seperti ini. Terlihat seperti Pangeran."


Nicholas mencondongkan tubuhnya. "Ucapanmu memang tidak pernah salah." Ujarnya membuat Elena bergeming.


Nicholas tersenyum lalu mengajak Elena untuk bertemu dengan teman-temannya yang lain. Wanita itu langsung mendapatkan sambutan yang hangat dari teman lamanya.


"Woah kau cantik sekali." Kata EJ takjub.


Elena tersenyum malu-malu menanggapinya.


"Astaga kau sudah besar, aku merindukanmu." K langsung memeluk Elena setelah kembali dari toilet.


"Kalian tinggi sekali." Elena sampai harus menengadah untuk berbicara dengan teman-teman lelakinya.


Mereka berbincang ringan berwisata masa lalu sejenak. Elena benar-benar sangat senang karena pada akhirnya bisa kembali bertemu teman lama walaupun dengan keadaan yang berbeda. Keadaan dimana sekarang Elena sudah tahu identitas mereka yang seorang Serigala. Sudah tidak ada lagi rahasia yang mereka tutupi pada Elena kecuali satu hal.


"Aku ingin mempertemukanmu dengan seseorang."


Elena mengangkat alisnya.


Nicholas memperhatikan orang yang berada jauh dibelakang Elena. Lelaki itu tengah berjalan didampingi oleh seorang perempuan berambut panjang. Kehadirannya membuat semua orang langsung berhenti beraktivitas.


"Dia benar-benar kembali." Gumam K.


Elena memperhatikan ketiga temannya yang sedang menatap lurus, ia membalikkan badannya untuk melihat ada apa. Matanya langsung melotot, jantungnya terasa berhenti berdetak untuk beberapa saat. Gelas yang digenggam olehnya terjatuh ke lantai menimbulkan suara nyaring sontak semua orang langsung menoleh kesumber suara. Elena tidak bisa menggerakkan tubuhnya, ia masih menatap dengan syok.


Begitupun dengan pria jangkung yang menjadi pusat perhatian, ia juga menghentikan langkahnya ketika melihat Elena.


Keduanya sama-sama terdiam saling menatap, sama-sama terkejut dan sama-sama tidak percaya bahwa pada akhirnya akan bertemu lagi.


"Sunghoon~."


to be continued....